Monday, August 16, 2021

Ketika Seks membuat Stress

 Halo semuanya! Pada tulisan kali ini saya akan berbagi hal yang agak sensitf tapi penting.. Apa itu? Yesss.. seks. Tepatnya saya membahas saat seks membuat seseorang menjadi stress. Mungkin info ini dapat menambah wawasan pembaca atau siapa tahu memberikan solusi bagi yang memiliki permasalah serupa. Yuk disimak.

 

      Stress dalam berhubungan seks dapat dialami saat sebelum ataupun setelah berhubungan seksual. Stress sebelum melakukan hubungan seks salah satunya dapat dipicu oleh trauma masa lalu seperti pengalaman seksual yang kurang menyenangkan. Stress setelah berhubungan seks salah satunya dapat dipicu oleh tekanan dalam kehidupan sehari-sehari seperti stigma negatif lingkungan terhadap hubungan seksual.

 

 

Apa sih manfaat seks?

     Berhubungan seks dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Saat melakukan hubungan seks, tubuh memproduksi hormon oksitosin dan endorfine sehingga menghasilkan perasaan bahagia dan membuat seseorang merasa nyaman. Selain itu hasil dari sebuah penelitan menyatakan frekuensi berhubungan seksual berkorelasi positif dengan dimensi kepuasan, intimacy, kepercayaan, passion, dan cinta.

 

Jadi harus bagaimana?

     Dalam sebuah penelitian menunjukan stress internal memainkan peran lebih penting dalam masalah hubungan seksual. Stress internal sebagai stress yang berasal dari dalam seperti perbedaan kebutuhan, keinginan, kebiasaan dengan pasangan. Selain itu bisa juga stress disebabkan oleh kekhawatiran tentang kesejahteraan pasangannya. Salah satu cara mencegah atau menanggulangi stress adalah dengan meningkatkan komunikasi serta resolusi konflik dengan pasangan. Di mana pasangan saling berusaha memahami perspektif yang berbeda dan mencari kesepakatan bersama untuk menemukan solusi.

 

Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.

Love, Irena.

Monday, May 17, 2021

Self Care untuk Ibu


Halo semuanya! Pada tulisan kali ini saya akan membahas self care untuk ibu.

Menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah. Secara tidak langsung, sosok ibu diberi peran multitasking dan dituntut untuk selalu kuat. Seperti mengurus pekerjaan rumah dan pekerjaan kantor. Tentu, ibu rumah tangga juga tidak kalah sibuknya. Bayangkan menjalankan dari urusan rumah, anak, suami, dan seterusnya. Maka dari itu penting sekali seorang ibu untuk melakukan self care.

Self care adalah kegiatan terencana yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Self care adalah bentuk seseorang menyayangi dirinya.

Meskipun sibuk, dalam melakukan self care ibu perlu menyediakan waktu khusus. Anak, suami, pekerjaan adalah hal yang penting. Tapi diri sendiri tidak kalah penting. Ketika ibu dapat merawat diri dengan baik akhirnya dapat lebih produktif dan positif.

Perlu diingat juga self care adalah sesuatu yang perlu dilatih secara konsisten. Jika self care tidak dilakukan dengan baik akan memengaruhi ibu dalam melakukan tugas sehari-hari. Jika ibu sehat secara mental maka dampak positif nya dapat dirasakan oleh lingkungannya.

Self care dibutuhkan ketika ibu mulai merasa tidak happy dan tidak ada passion dalam bekerja, merasa beban, tidur tidak teratur, atau bahkan daya tahan tubuh menurun. Tujuan dari self care sendiri adalah kesehatan, bukan untuk melarikan diri dari tanggung jawab. Jika ibu sudah kembali merasa fullfiled, berenergi, bahagia, damai, maka ibu sudah siap kembali ke rutinitas.  


Di bawah ini adalah beberapa tipe self care yang dapada dilakukan oleh seorang ibu:

1. Self Care Fisik

Merawat kebersihan tubuh dengan mandi, keramas, dan menggunakan skincare akan membuat ibu merasa nyaman. Menjaga fisik dengan dengan pola makan sehat, pola tidur teratur, dan olahraga juga dapat membuat mood menjadi lebih baik.

2. Self Care Emosional

Berhadapan dengan rutinitas terkadang membuat emosi tidak stabil. Cobalah untuk berlatih mengontrol emosi, manajemen stress, memaafkan diri sendiri dan orang lain, atau membuat jurnal. Ibu juga perlu memilah hal mana yang pantas mendapatkan perhatian lebih dan mana yang sebaiknya diabaikan. Lakukan hal yang membuat ibu merasa nyaman dan utuh.

3. Self Care Sosial

Seorang Ibu juga membutuhkan perbincangan secara santai yang terlepas dari pekerjaan rumah maupun kantor. Bersosialisasi dapat menurunkan stress dan menghilangkan kejenuhan pada rutinitas. Namun bersosialasi juga dapat membuat emosi terkuras. Perhatikan batasan, apakah ibu sedang membutuhkan waktu sendiri atau berinteraksi dengan orang lain.

4. Self Care Spiritual

Lakukan kegiatan yang membuat hati merasa damai dan tenang. Tidak hanya beribadah. Ibu juga dapat melakukan meditasi, yoga, beraktivitas di alam bebas, membaca atau mendengar hal-hal yang menginspirasi.

5. Self Care Profesional

Bekerjalah dengan efektif, salah satunya dengan membuat daftar pekerjaan sesuai prioritas. Di masa pandemic tidak jarang membuat ibu bekerja di luar jam kerja, terutama ketika WFH. Ciptakan keseimbangan dan komunikasikan batasan kepada rekan kerja.



Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.

Love, Irena.

Wednesday, April 14, 2021

Cara Mengkomunikasikan Intimate Issue ke Pasangan

Halo semuanya!

Pada tulisan kali ini saya akan berbagi cara untuk mengkomunikasikan intimate issue ke pasangan. Meskipun komunikasi itu penting, memberi tahu pasangan apa yang kita inginkan dan butuhkan dalam aktivitas seksual bisa menjadi hal yang sulit. Merupakan hal wajar jika kita khawatir tentang apa yang akan dipikirkan atau katakan pasangan. Pada akhirnya, jika kita tidak terbuka tentang hal yang kita suka atau tidak suka maka akan merugikan diri sendiri. Kemungkin kamu akan merasa tidak bahagia di dalam hubungan. Cobalah untuk memberitahunya sedikit demi sedikit apa yang kamu pikirkan dan rasakan. Jika kamu dapat membuka diri dan memberitahu pikiranmu maka akan membantu membentuk hubungan yang sehat dan memuaskan.

 

1. Cara terbaik untuk memulai percakapan mengenai intimate issue dengan pasangan adalah dengan melakukan ice breaking. Ice breaking akan membawamu ke percakapan atau diskusi yang terkadang sulit untuk dibicarakan. Dari sana kamu dapat memulai pindah ke area percakapan yang lebih personal.

2. Seringkali kita terlalu takut untuk berbagi pemikiran dengan pasangan. Mungkin kita memiliki pikiran yang ingin disampaikan, namun rasanya ada sesuatu yang menahan. Ingatlah, komunikasi yang baik dapat membuat hubungan menjadi lebih baik. Kesampingkan kerentanan dan ketakutan kamu dan belajar mengkomunikasikan pikiran kepada pasangan.

3. Pikirkan dengan matang apa yang ingin kamu katakan dan sadari dampak dari perkataanmu kepada pasangan. Bagaimana cara menjaga dan tidak merusak hubungan dengan mengkomunikasikan pikiran dan keinginanmu? Perhatikan timing. Pastikan kamu memiliki waktu yang tepat dan energi yang cukup untuk berbicara dengan pasangan.

4.  Gunakan komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal dapat menjadi bahasa yang lebih ‘halus’ dibandingkan komunikasi verbal. Seperti eye contact atau sentuhan. Meskipun begitu, dalam hubungan seksual komunikasi verbal tentang kesukaan dan kebutuhan jauh lebih baik daripada nonverbal.

5. Gunakan alat bantu komunikasi seperti chatting, email, atau love letter yang kamu tulis sendiri. Komunikasi dengan alat bantu juga dapat meningkatkan hubungan dan pengungkapan diri dengan pasangan. Pastikan pesan-pesan tersebut hanya menjadi privacy kamu dan pasangan.


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.

Love, Irena.


Sunday, March 14, 2021

Persiapan Pernikahan: 5 Hal yang Perlu dihadapi dengan “Kepala Dingin”

Halo semuanya! Pada tulisan kali ini saya akan berbagi 5 hal yang perlu dihadapi dengan "kepala dingin" jika kamu sedang mempersiapkan pernikahan. Yuk disimak!


1. Tujuan pernikahan

Menentukan visi dan misi dalam hubungan adalah hal dasar yang harus dipahami dan disepakati oleh dua insan yang saling mencinta. Bukankah saat berdiskusi- setiap kepala memilliki isi yang berbeda? Menyatukan latar belakang budaya, usia, pendidikan yang berbeda merupakan sebuah tantangan yang pasti dialami oleh setiap insan yang memiliki tujuan menikah. Posisikan diri untuk tetap objektif dalam menerima perbedaan.

 

2. Finansial

Seperti layaknya semua persiapan tentunya membutuhkan kesiapan finansial. Bagi Sebagian orang, topik keuangan adalah sesuatu yang sensitif untuk didiskusikan. Meskipun demikan, ada baiknya mendiskusikan kemampuan masing-masing tentang apa saja yang disanggupi. Siapkan secara matang. Jangan memaksakan kehendak diluar kemampuan.

 

3. Tempat tinggal

Menentukan tempat tinggal atau tempat beristirahat setelah lelah beraktivitas adalah hal yang juga penting. Apa dasar pemicunya? Definisi kenyamanan kita dan pasangan bisa jadi berbeda. Hal ini dapat memicu ketersinggungan satu sama lain. Entah sudah mandiri atau masih berkumpul dengan keluarga pasangan, milik pribadi atau menyewa, ukuran kecil atau besar usahakan agar tetap merasa nyaman.

 

4. Rencana memiliki keturunan

Secara naluri, setiap manusia yang menikah mendambakan keturunan. Berbicara tentang rencana memiliki keturunan mungkin akan ada sudut pandangan yang berbeda dengan pasangan. Kita tidak tahu masa depan seperti apa. Apakah langsung diberikan? Ataukah atau harus menunggu? Jika harus menunggu, berapa lama? Kesiapan mental dan fisik akan diuji. Hendaknya menguatkan dua hal tersebut dengan saling mendukung satu sama lain serta berdoa bersama. Bukankah itu romantis? 

 

5. Tuntutan orangtua/keluarga

Sudah tidak asing lagi bahwa pernikahan di Indonesia bukan hanya pernikahan berdua, tapi pernikahan antar keluarga. Menyatukan harapan dua keluarga merupakan sebuah tantangan. Seperti contoh, akan mengikuti adat laki-laki, perempuan, atau keduanya, bentuk acara pernikahan megah atau sederhana. Saran dari orangtua bisa menjadi pertimbanganmu dengan pasangan. Namun jika dirasa kurang cocok kamu bisa mendiskusikan kembali dengan orangtua dengan alasan yang masuk akal.

 

Pernikahan memberikan beberapa manfaat utama yaitu dukungan sosial, dorongan perilaku yang meningkatkan kesehatan, dan sumber daya sosial ekonomi. Namun untuk mencapai tahap pernikahan tidak jarang pasangan menemui banyak tantangan. Baiknya, setiap masalah harus kita sikapi secara objektif dan proporsional sehingga mencapai mufakat kedua belah pihak insan mencinta. Jika masalahmu dengan pasangan dirasa sulit ditangani berdua. Sahabat bisa berkonsultasi dengan psikolog untuk melakukan konseling pranikah. Pasangan yang melakukan konseling pranikah cenderung lebih puas dan berkomitmen terhadap pernikahannya dibandingkan pasangan yang tidak melakukan konseling pranikah (Stanley, Amato, Johnson, & Markman, 2006).




Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.

Love, Irena.

 


Tuesday, February 16, 2021

4 Faktor Sukses Pernikahan

 

Hai semuanya! Bulan februari identik dengan bulan cinta, oleh karena itu saya ingin berbagi 4 faktor sukses pernikahan. Yuk disimak!

 

John Gottman, seorang peneliti dari Amerika sejak tahun 1970 telah meneliti pasangan yang sudah menikah. Beliau mewawancarai, mendokumentasikan, bahkan menghitung ritme jantung dan tekanan darah ketika pasangan saling berinteraksi. Dia juga mengecek kembali pasangan yang menjadi bahan penelitiannya setiap tahun untuk melihat bagaimana pernikahannya berjalan. Bagi Gottman, cinta adalah pilihan dan tanggung jawab, dan setiap orang memiliki kontrol akan godaan di luar nikah. Gottman menemukan ada 4 prinsip yang bekerja dalam pernikahan yang sukses.

 

1. Memelihara rasa suka dan kagum

Pasangan saling memberikan pujian satu sama lain. Ketika pasangan berbicara dan membicarakan satu sama lain saling memberikan hal positif, pernikahan cenderung berhasil.

2. Kembali ke satu sama lain sebagai teman

Pasangan melihat satu sama lain sebagai teman dan saling membantu untuk mendapatkan dukungan pada saat stres dan kesulitan.

3. Menyerahkan power

Pernikahan yang buruk sering kali melibatkan salah satu pasangan yang memiliki power lebih tinggi. Penyalahgunaan power lebih sering terjadi pada suami, tetapi pada beberapa istri juga terjadi.

4. Memecahkan masalah bersama

Pernikahan cenderung berhasil pada pasangan yang menyelesaikan masalah bersama, meregulasi emosi selama konflik, dan berkompromi untuk saling mengakomodasi satu sama lain.

 

Selain itu Gottman juga menjelaskan ketika kita merasa jatuh cinta dengan seseorang belum tentu itu dapat memprediksi pernikahan yang sukses. Hal tersebut merupakan sebuah mekanisme untuk memilih pasangan. Namun pernikahan yang diatur dengan baik sama stabilnya, bahkan terkadang lebih stabil, dibandingkan hubungan yang dipilih atas dasar cinta. Dalam hubungan yang panjang, asmara, seks, dan gairah sangat berbeda dengan keadaan pada tahap awal jatuh cinta. Namun bukan berarti rasa cinta itu mati. Cinta merupakan hal yang sangat luar biasa dan bisa menjadi dasar untuk suatu hubungan. Masalahnya adalah pasangan yang baru saling berpacaran tidak tahu apa yang harus dicari dari hubungan mereka.

 

Jadi perhatikan tanda-tanda kesuksesannya, apakah Anda diperlakukan dengan cinta, kasih sayang, dan rasa hormat? Apakah Anda merasa ada dasar dalam hal pengasuhan, dukungan, dan kasih sayang? Apakah Anda benar-benar suka menghabiskan waktu dengan orang ini? Apakah terasa mudah untuk bersama? Apakah Anda menyukai diri sendiri saat bersamanya?

 

 

Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.

Love, Irena.

Monday, January 18, 2021

Bersyukur Disapa Covid-19

Halo semuanya! Di postingan saya kali ini saya ingin membuat daftar hal yang saya syukuri ketika saya dinyatakan positif terinfeksi Covid -19.

 

Kenapa saya menulis ini? Kalau saya bercerita tentang gejala sebelum di tes, bagaimana bisa terinfeksi, pengalaman setelah pengobatan, atau kegiatan yang dilakukan ketika isolasi rasanya sudah banyak yang membahas ya.. Anda bisa mengecek di YouTube, Twitter dan media sosial lain. Selain itu informasi valid mengenai Covid 19 lebih baik Anda dapatkan dari sumber yang lebih terpercaya, seperti dokter.

 

Tulisan ini saya tulis sebagai bentuk ajakan untuk selalu bersyukur apapun yang terjadi dalam hidup. Bersyukur ketika sehat? Sudah biasa. Bersyukur ketika sakit? Anda luar biasa!

 

Inilah daftar rasa syukur saya ketika terinfeksi virus Covid 19:

1. Saya dilindungi dari bencana

Saya dan suami sudah merencanakan untuk keluar kota di akhir minggu. Bahkan kami sudah membuat janji dengan seseorang. Namun hal itu gagal karena tepat sebelum hari keberangkatan kami dinyatakan positif. Setelah itu apa yang terjadi? Kota tujuan kami banjir besar. Coba bayangkan jika kami jadi berangkat keluar kota dan terjebak dalam banjir besar?

 

2. Saya tidak sendirian

Saya dinyatakan positif berdua dengan suami. Memang kalau bisa memilih lebih baik orang lain tidak terinfeksi atau kita berdua tidak terinfeksi. Tapi apapun ujiannya kami terima. Bagi saya berjuang bersama terasa lebih ringan dibandingkan berjuang sendirian.

 

3. Saya dapat memperbaiki pola makan

Di awal terinfeksi saya dirawat di RS. Komposisi makanan RS adalah 3 protein, 1 karbohidrat, sayur dan buah. Dan saya diberi komposisi seperti itu 3 kali dalam sehari. Dibandingkan saya di rumah dalam keadaan sehat, jarang makan sayur dan lebih banyak karbohidrat. Sejak pola makan membaik kondisi saya membaik dan efeknya juga luas, pencernaan lancar dan kondisi kulit menjadi lembab.

 

4. Saya dapat merasakan cinta yang lebih besar dari orang yang saya kenal

Sejak terkonfirmasi positif tidak berhentinya keluarga dan sahabat mengirimkan doa dan dukungan kepada saya. Dukungan seperti makanan, supplement dan tools penunjang kesembuhan. Saya sangat bersyukur mendapatkan itu semua. Semoga kebaikan kalian dibalas berkali lipat oleh Allah. Kebaikan kalian juga menginspirasi saya untuk berbuat baik lebih banyak lagi.

 

5. Saya mendapatkan doa dari orang yang tidak dikenal

Untuk keluarga dan sahabat yang mengirimkan makanan ke RS tentu mengikuti protocol kesehatan. Kurir hanya bisa menitip ke security, dari security diserahkan ke perawat, dari perawat diberikan ke saya. Beberapa kurir yang menghubungi saya untuk mengirimkan barang mengucapkan doa untuk kesembuhan saya. Bagi saya didoakan bagi orang yang tidak dikenal benar-benar luar biasa.

 

6. Saya memiliki peluang untuk menjadi pendonor plasma

Saya merasa bersyukur menjadi bagian yang memiliki peluang untuk mendonorkan plasma. Karena artinya saya bisa membantu memberikan harapan kehidupan bagi pasien, memberikan harapan kepada keluarga pasien, memberikan kontribusi untuk penelitian plasma di Indonesia. Virus ini berikan Allah kepada saya agar bisa membantu orang lebih banyak lagi.

 

7. Saya bertemu bisnis MLM

Pertengahan bulan November saya bertemu dengan bisnis MLM HDI. Namun pada saat itu saya masih merasa biasa-biasa saja dengan bisnis tersebut. Di bulan Desember saya terinfeksi dan harus isolasi yang membuat bisnis konvensional saya berhenti. Saat ini saya memiliki usaha minuman, jasa titip dan preloved. Di bisnis MLM saya tidak membutuhkan menyetok barang, packing barang, mengirim barang atau membuat produk (seperti bisnis minuman). Tugas saya meng update, prospek dan follow up menggunakan gadget yang saya pegang. Meski melakukan isolasi, saya tetap bisa berbisnis. Benar-benar bersyukur.

 

8. Saya bisa beribadah lebih lama dan bersedekah lebih luas

Saya tidak mau bercerita terlalu banyak karena takut riya. Saya memiliki banyak waktu ketika isolasi, saya memilih untuk berkegiatan yang membuat hati saya tenang. Di samping itu, selama ini saya selalu percaya untuk bersedekah dari orang terdekat, dari orang terdekat baru meluas ke orang lain. Kondisi saya yang dirawat di RS membuat saya bisa berbuat baik lebih luas lagi.

 

9. Saya bisa beristirahat lebih lama

Seperti orang sakit pada umumnya kami banyak menghabiskan waktu diranjang. Secara otomatis jam tidur saya memanjang (mungkin ditambah efek obat yang diberikan?). Biasanya saya tidur sekitar pukul 23.00. Semasa isolasi pukul 20.00 saya sudah mengantuk. Dan tentunya bangun lebih pagi, yaitu pukul 05.00. Belum lagi ditambah tidur siang.  

 

10. Saya dinaikan derajat oleh Tuhan YME dan sebagai penghapus dosa

Saya percaya segala musibah yang sudah terjadi memang kehendak Allah. Dan tentu ada makna dibalik itu.

Seperti yang tercantum dalam surat As-Syura ayat 30:

“wa mā aṣābakum mim muṣībatin fa bimā kasabat aidīkum wa ya'fụ 'ang kaṡīr

Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).

Hadits shoheh dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam:

Sesungguhnya seorang hamba ketika didahului kedudukan di sisi Allah, dimana amalannya tidak sampai (kepadaNya), maka Allah akan mengujinya di badan atau harta atau anaknya”

Dan dari Anas bin Malik Radhiallahu anhu bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya agungnya pahala disertai dengan besarnya cobaan. Sesungguhnya Allah ketika mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang redo maka Dia akan redo dan siapa yang murka, maka Dia juga akan murka”

 

11. Saya paham apa yang benar-benar dibutuhkan pasien

Seumur hidup alhamdulillah saya tidak pernah rawat inap di RS. Inilah pengalaman pertama saya. Pengalaman di RS membuka mata saya apa yang benar-benar dibutuhkan seorang pasien. Menurut saya, dukungan emosional jauh lebih dibutuhkan dibandingkan dukungan lainnya. Ketika kamu merasa tenang, bahagia dan percaya semua baik-baik saja maka imun tubuhmu akan menguat dan lekas pulih. Sayangnya banyak sekali yang memiliki stigma negatif terhadap pasien covid dan virus itu sendiri. Perkataan dan perilaku yang tidak diperlukan oleh pasien yang malah memperburuk imunnya. Saran saya bagi Anda yang sehat dan tidak terkena virus perbanyaklah edukasi diri dari sumber terpercaya. Jangan hanya membaca broadcast message HOAX, menonton video yang sudah didramatisir, dan mendengarkan berita yang “katanya.. katanya..”

 

12. Saya dapat melihat berbagai sifat asli orang lain

Ketika situasi tidak terkendali biasanya sifat asli orang keluar. Ada yang tetap tenang, ada yang kalap sehingga membuat orang lain tak nyaman. Mari kita tetap kendalikan emosi ketika situasi mulai tidak nyaman. Percayalah mereka yang membuatmu tidak nyaman itu karena belum teredukasi dengan benar mengenai virus atau mereka yang memang bersifat neurotic maka ini bukan tentang kamu ini tentang dirinya sendiri. Saran saya fokuslah pada orang mendukungmu.

 

13. Saya bersyukur dapat menulis ini karena memiliki harapan membawa kebaikan untuk orang lain

Jika tidak terinfeksi virus tentu tulisan ini tidak akan terbit. Memang tidak mudah ketika mengalami musibah. Saya tahu semua butuh waktu untuk menerima dan memprosesnya. Tidak apa-apa, ambil saja dulu waktumu. Saya berharap ketika kamu sudah tenang, kamu bisa menemukan makna bawah musibah ini bisa membawamu ke kebaikan.

 

Apakah saya pernah merasa sedih, marah atau menangis ketika terinfeksi? Ya pernah. Apakah saya pernah menerima stigma negatif, bahkan setelah dinyatakan sembuh? Ya pernah. Kalau kamu merasakan perasaan negatif ya tidak apa-apa rasakan saja. Itu artinya kamu sadar apa yang terjadi dengan dirimu. Rasa bersyukur terlebih lagi ditengah musibah, memang membutuhkan proses. Jika sudah dapat berpikir jernih, mari berpikir dengan logika. Hal apa yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini? Hal baik apa yang didapat dari musibah ini? Hikmah apa yang saya dapat? Saya percaya setiap cerita hidup pasti membawa kebaikan, entah untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain.

 




Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.

Love, Irena.

Wednesday, December 16, 2020

Cara Memperpanjang SIM

Hai semuanya! Pada tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman smemperpanjang SIM di Gandaria City, Jakarta Selatan. Yuk disimak!

 

Sebelum datang ke gerai tentunya saya mencari tahu dulu apa saja yang perlu dipersiapkan untuk administrasi perpanjangan SIM. Informasi yang saya dapat dari google adalah gerai SIM Gancy buka jam 12 siang, perlu membawa SIM lama dan foto copy KTP, dan pembayaran dilakukan tunai.

Datanglah saya di hari kamis sekitar jam setengah 12 tapi ternyata.. jeng jeng.. sudah sangat ramai. Sepertinya saya terlewat informasi. Setelah saya lihat papan pengunguman ternyata gerai SIM buka dari jam 10 dan hanya buka di hari selasa, kamis dan sabtu.

 


Setelah itu saya langung mendaftarkan diri di meja depan sebelum pintu masuk. Saya perlu memperlihatkan KTP untuk dicatat datanya oleh petugas. Selanjutnya saya mendapatkan nomor 72. Diinfokan petugas sebaiknya kembali lagi pukul 1 karena masih banyak antrian. Ya sudah saya putuskan ibadah dzuhur dan makan siang terlebih dahulu. 

Ketika saya kembali ke gerai dan menunggu di dalam terlihat uasana cukup kondusif. Setiap orang duduk diselingi 1 dan memakai masker sebagai protocol kesehatan. Ruangan juga sejuk. Proses pertama adalah tes kesehatan. Per 5 orang dipanggil untuk membaca tulisan di dinding dan cek buta warna untuk mengecek kesehatan mata. Setelah lolos saya diminta untuk mengumpulkan SIM lama dan 2 lembar foto copy KTP. Lalu diminta untuk mengisi formular permohonan.

Setelah formulir diisi saya mengumpulkannya sekaligus membayar biaya perpanjangan SIM dengan total Rp135.000 (dengan rincian: perpanjang SIM A Rp80.000, asuransi Rp30.000, periksa kesehatan Rp25.000). Lalu saya diberikan lagi nomor antrian untuk foto SIM, di sini saya mendapatkan nomor 89. Setelah menunggu sekitar 30 menit tibalah giliran saya untuk foto SIM. Di dalam saya diminta untuk scan sidik jari, konfirmasi data dan foto. Proses ini memang lebih lama dibandingkan tes kesehatan maka dari itu menunggu untuk mendapat gilirannya lebih lama. Setelah selesai, kita bisa langsung mengambil SIM baru di meja pengambilan. Tampilan SIM terbaru berwarna merah putih, cukup berbeda dengan SIM lama yang didominasi warna putih.

Berdasarkan pengalaman saya waktu yang diperlukan untuk perpanjang SIM kurang lebih 3 jam. Tips untuk yang mau perpanjang SIM ada baiknya datang dipagi hari yaitu pukul 10, lalu siapkan juga pen sendiri agar tidak bertukar barang dengan orang lain untuk menjaga protol kesehatan. Sembari menunggu jika memungkinkan lakukan pekerjaan di handphone/tablet/laptop atau membaca buku agar tidak membuang-buang waktu.

 

 

Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.

Love, Irena.

Monday, November 2, 2020

Selamat Ulang Tahun Pernikahan ke 1 Suamiku!

Entah kenapa saya ingin menuliskan tentang hubungan pribadi di sini.Tapi rasanya terlalu berharga untuk saya lewatkan begitu saja. Maka dari itu saya ingin abadikan di media yang berharga (ya, blog ini berarti bagi saya!).


Alhamdulillah setahun ini hubungan kami patut disyukuri karena membawa ketenangan dalam hidup.

 

Sedikit cerita, dulu kalau berbincang dengan teman-teman perempuan lalu ditanya “Mau nikah kapan?” Ketika SMA saya bilang umur 24, ketika S1 bilang umur 30. Ketika sudah lulus S1 tidak memikirkan menikah sama sekaliiii. Dipikiran saya menikah itu ‘masih jauh’ dan bisa kapan-kapan. Dari dulu saya memandang pernikahan bukan sebagai pencapaian. Pencapaian itu ya jenjang kuliah dan karir. Tapi, ternyata Allah memberi rezeki menikah diumur 27 tahun kurang 28 hari (haha sangat detail).


Jodoh itu rezeki mati. Kenapa? karena pasangan yang akan menemani kita sampai akhir hayat. Kita tinggal dengan orang tua setidaknya sampai usia 20+ sisanya dihabiskan dengan pasangan. Nanti kalau punya anak, lalu anak sudah besar dan berkeluarga, merekapun akan keluar rumah, tersisalah kita dengan pasangan. Makanya pilihlah pasangan dengan bijak.


Singkat cerita kenapa akhirnya saya tiba-tiba ingin menikah... Dia adalah teman saya dari tahun 2011. Kami satu kampus, satu jurusan, dan satu kelas. Tahun 2017 saya menceritakan masalah saya ke dia. Dia selalu mengingatkan ceritalah ke 'atas' jangan ke dia. Saya yang tidak terbiasa berdoa sembari bercerita merasa aneh. Di satu sisi saya merasakan penolakan dari dia. Ketika sudah tenang, saya mencoba sarannya untuk bercerita ke Allah sehabis shalat. Kalimat yang saya gunakan seperti saya bercerita ke orang lain. Tapi bedanya saya bercerita ke Allah. Dari situ dia memberikan saya rekomendasi video-video kajian di YouTube yang akhirnya sering saya dengarkan.


Tahun 2018 dia mengajak saya ke kajian. Pengalaman pertama datang ke kajian cukup membekas dibenak saya. Akhirnya secara rutin saya datang ke kajian atau mendengarkan kajian di YouTube. Setidaknya disempatkan 1 jam/minggu untuk mendengar. Jika sedang datang ke kajian terkadang saya datang bersama teman, kadang sendirian, pernah juga dengan dia lagi tapi jarang karena posisinya bekerja. Setelah itu pandangan akan pernikahan jadi berubah. Dan saya memutuskan ingin segera menikah.


Tentu ada kekhawatiran. Apakah saya sudah siap? Apakah dia sudah siap? Bagaimana kehidupan kami nanti? Di tengah-tengah kebingungan saya juga berdoa “ya Allah saya ingin menikah dengan dia, karena saya merasa dia membukakan pintu untuk saya untuk lebih mendekatkan diri kepadaMu” Ya, saya berdoa seperti itu. Karena orang pertama yang memperkenalkan dan mengajak saya ke kajian adalah dia.


Sebagai manusia yang tidak sempurna iman kami naik-turun. Kalau sudah begitu kembali tanya ke diri sendiri, “Kamu beriman karena sesama manusia atau karena Allah?” Kalau karena sesama manusia iman kamu bisa ikut turun. Kalau karena Allah, tidak. Malah bisa menjadi penguat agar saling meluruskan iman.


Ditengah-tengah itu semua saya juga belum berani bicara dengan orangtua. Tapi orangtua sudah kenal dengan dia karena beberapa kali datang ke rumah. Belum sempat berbicara, tiba-tiba Ibu bertanya “Dengan dia bagaimana? Apakah serius?” Dalam hati saya bahagia karena bagi saya ini adalah ‘lampu hijau’ dari orangtua. Di sini saya juga merasa ada campur tangan Allah yang membantu menggerakkan Ibu.


Karena dia adalah teman lama jadi memang tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Komunikasi kami terbilang lancar. Saya terus terang bicara hubungan ini maunya bagaimana lalu dicocokkan dengan keadaan dia.


Selain itu kami juga banyak bertukar pikiran. Membicarakan tujuan pernikahan dan mau rumah tangga yang seperti apa. Hal apa saja yang disukai dan tidak disukai dari diri kita masing-masing. Oh ya kita juga saling tahu pendapatan masing-masing. Dan pembicaraan lainnya yang kira-kira menurut kami penting untuk dibicarakan.


Saya banyak merenung, seperti bertanya ke diri sendiri ‘Jika hidup saya sedang terpuruk, apakah orang ini akan memperburuk atau membantu meningkatkan saya?’. Jika saya terpuruk itu adalah tanggung jawab saya sendiri. Tapi dengan adanya pasangan seharusnya menghadapi keterpurukan akan lebih ringan. Di sisi lain saya juga bertanya ‘Jika saya mendapatkan kebahagiaan apakah saya rela berbagi dengannya atau malah menyembunyikannya?’


Saya juga merenungkan jika saya berhadapan dengan sifatnya seumur hidup (yang tidak cocok) apakah saya bisa menerima? Karena saya tidak bisa mengharapkan orang lain berubah setelah menikah. Kalaupun dia berubah ya karena dirinya sendiri bukan karena saya. Jadi saya tidak bisa mengharapkan perubahan tersebut.


Akhirnya sekitar awal 2019 dia datang ke orangtua untuk meminta saya jadi istrinya. Setelah berdiskusi dengan kedua belah pihak orangtua menikahlah kami di 2 November 2019.


Dan disinilah kami sekarang.. 1 tahun menikah. Kalau kata suami menikah 1 tahun ini dia belajar mencintai. Karena banyak hal yang dia baru tahu tentang saya. Kalau saya belajar bertoleransi. Karena terkadang pola pikir dia berbeda dengan saya. Ya, menikah adalah proses belajar seumur hidup. 


1 tahun ini saya juga mendapatkan insight baru kalau “jodoh adalah cerminan diri”. Jika ingin pasangan baik. Ya lakukan kebaikan duluan, lakukan untuk kebaikan diri sendiri. Karena kita akan mendapat apa yang kita tuai. Sama dengannya kalau jomblo mau nyari pasangan yang baik hehe. Bukan pasangannya duluan yang dicari. Tapi sayangi dan perbaiki diri dulu.


Yang suka ditanya “Kapan nikah?” atau “Kapan punya anak?”. Menikah dan punya anak bukan perlombaan. Itu adalah ibadah dan amanah dari Allah. Jadi luruskan dulu niatnya lalu lakukan dengan ikhlas. Kalau kita lakukan itu karena tekanan lingkungan / manusia, khawatir tidak menjadi amanah.


Sayapun tidak luput dari kata-kata di atas. Ya.. karena kita tidak bisa mengontrol orang lain jadi fokuslah dengan apa yang bisa kita kontrol yaitu pikiran kita sendiri. Biasanya saya menjawab santai “iya” /  “belum” / “bantu doa ya” tapi kalau sudah berhadapan dengan orang yang banyak bertanya biasanya saya ‘seleksi’ dulu. Kalau ternyata orang tersebut peduli dan memberikan solusi didengarkan saja siapa tahu memberikan insight. Tapi kalau ternyata hanya ‘kepo’ dan tidak peduli dengan kehidupan kita cukup jawab seperlunya dan hindari.


Hehehe jadi panjang juga tulisan ini. Intinya perjalanan 1 tahun ini patut disyukuri dan diambil pelajarannya. Insha Allah saya siap menghadapi perjalanan rumah tangga yang selanjutnya, amin. Untuk yang membaca tulisan ini sampai habis kalian hebat! Semoga bisa mengambil pelajaran dari tulisan ini.

 

 

Semoga tulisan saya memberikan manfaat bagi yang membacanya.

Love, Irena.

Friday, October 16, 2020

Memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia 2020

 Hai semuanya! Pada postingan kali ini saya ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman saya dalam memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia 2020. Yuk disimak!

 

     Hari Kesehatan Mental Dunia pertama kali diperingati pada tanggal 10 Oktober 1992 yang digagas Wakil Sekretaris Jenderal Richard Hunter. Hingga tahun 1994 Hari Kesehatan Mental tidak memiliki tema khusus. Tujuannya adalah untuk mempromosikan advokasi kesehatan mental dan mendidik publik tentang isu-isu yang relavan (“10 Oktober Hari Kesehatan Mental Sedunia 2020,” 2020).

     Hingga akhirnya setiap tahun Hari Kesehatan Mental diberikan tema khusus. Sebagai contoh tahun 2017 bertema Depresi, 2018 bertema Generasi Muda yang Berbahagia Tangguh dan Sehat Jiwa Menghadapi Perubahan Dunia, 2019 bertema Pencegahan Bunuh Diri, dan tahun 2020 ini bertema Investasi Kesehatan Mental.

     Mengapa tahun ini bertema Investasi Kesehatan Mental? Tahun ini dunia sedang dihadapkan dengan pandemic. Kehidupan sehari-hari dihadapkan dengan banyak tantang dari petugas kesehatan, pelajar, pendidik, pekerja, belum lagi yang mengalami konsekuensi ekonomi. Oleh sebab itu kebutuhan kesehatan mental menjadi meningkat dalam beberapa bulan belakangan. Investasi kesehatan mental menjadi hal yang lebih penting daripada sebelumnya.

 

Yaa.. itu adalah sekilas tentang latar belakang dari Hari Kesehatan Mental. Jika ingin mengetahui lebih lanjut bisa membaca di website-website resmi Kesehatan Mental seperti Website WHO dan sebagainya. Di bawah ini saya ingin berbagi pengalaman merayakan Hari Kesehatan Mental dengan menggambar mandala di rumah.

 

     Kegiatan menggambar mandala bersama diselenggarakan oleh Indonesia Art Therapy Community (IATC) dengan pembica Dr. Monty P Satiadarma, beliau adalah dosen saya ketika kuliah dulu. Kegiatan ini dilakukan via zoom dan diikuti oleh 1000 orang peserta. Kenapa mandala? Dalam Art Therapy, mandala merupakan salah satu langkah yang biasa dilakukan guna belajar mengenali diri. Dengan memproyeksikan diri melalui gambar mandala, seseorang akan lebih waspada tentang kondisi dirinya pada saat tertentu.

 

     Mandala secara harfiah artinya adalah lingkaran. Seperti hidup kita yang selalu berputar. Mandala juga dapat dikatakan sebagai seni meneropong diri. Peserta diberikan instruksi untuk menggambar lingkaran dan menggambar di dalam lingkaran. Untuk ukuran lingkaran, apa yang digambar dan warna peserta diberikan kebebasan. Peserta juga diizinkan memakai alat bantu seperti penggaris, jangka, dan sebagainya. Setiap mandala yang digambar dan cara menggambar memiliki arti masing-masing. Seperti letak mandala mengindikasikan kemampuan seseorang untuk dapat menempatkan diri dan beradaptasi dengan lingkungannya. Gambar di dalam mandala mengindikasikan inner self seseorang. Penggunakan alat bantu juga mengindikasikan keadaan seseorang. Meski sebenarnya ukuran mandala tidak harus simetris karena dalam hidup ini tidak selalu pasti dan simetris seperti matematika.

 

     Kegiatan menggambar mandala bersama dilakukan dari jam 13.00 – 15.30. Dimulai dari paparan materi, tanya-jawab dan menggambar bersama. Di bawah ini adalah gambar mandala saya, mmh.. kira-kira artinya apa ya? Hehe.



Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.

Love, Irena.

Wednesday, September 16, 2020

Latihan Senam Kesehatan di Rumah

Halo semuanya! Pada tulisan kali ini saya ingin berbagi cara senam untuk menjaga kesehatan. Senam ini sangat sederhana dan bisa Anda lakukan di rumah. Yuk disimak!


Kenapa saya menulis hal ini? Sekitar 3 minggu lalu saya mengalami kecelakaan. Saya yang sedang berjalan pagi ditabrak pengendara motor dibawah umur. Setelah itu saya melakukan pengobatan ke dokter dan melakukan beberapa sesi fisioterapi. Selama masa pengobatan saya diberikan PR untuk melakukan senam di rumah setiap hari. Senam ini cukup mempercepat pemulihan.

Nah, di tempat fisioterapi saya diberikan brosur yang berisikan penjelasan kondisi tubuh tertentu dan cara senamnya. Di sini saya ingin berbagi hal tersebut. Siapa tahu dari pembaca ada yang mengalami kondisi serupa dan ingin melakukan senam di rumah. Untuk pengobatan lebih lanjut bisa langsung konsultasikan ke dokter atau datang ke fisioterapi. Fisioterapi yang saya datangi adalah klinik Sasana Husada, Jakarta.

 

HNP (Hernia Nucleus Pulposus)

HNP adalah suatu keadaan dimana terjadi penonjolan pada diskus intervertebralis (bantalan sendi tulang belakang) ke dalam kanalis vertebralis (protrusi diskus) yang menekan anulus fibrosus yang menyebabkan kompresi pada syaraf. HNP banyak terjadi di daerah lumbal (pinggang) dan servikal (leher) sehingga menimbulkan adanya gangguan neorologi berupa nyeri menjalar serta gangguan sensasi.

Latihan HNP

Latihan bertujuan untuk memelihara fleksibilitas fisiologik, kekuatan otot, mobilitas sendi dan jaringan lunak. Dengan latihan dapat terjadi pemanjangan otot, ligamen dan tendon sehingga aliran darah semakin meningkat.







Nyeri Pinggang

Terdapat beberapa penyebab nyeri pinggang diantaranya adalah postur tubuh yang salah, kelainan bawaan pada tubuh, ketegangan dan kekakuan pada otot dan sendi, penekanan atau pembengkakan bantalan sendi, dan sebagainya.

Latihan untuk tulang belakang

Latihan ini dapat memperbaiki dan mengkoreksi postur yang salah akibat dari ketegangan otot yang lama.



Petunjuk Aktivitas Nyeri Pinggang

Di bawah ini adalah ringkasan dari hal-hal yang tidak boleh (tanda silang) dan boleh (tanda check list) dilakukan jika Anda ingin menyembuhkan nyeri tulang belakang atau mencegahnya kembali.





Perlu saya ingatkan sekali lagi bahwa saya adalah pasien. Di sini saya hanya berbagi sedikit informasi jika Anda mengalami hal yang sama atau sekedar ingin menambah wawasan. Apabila penjelasan di atas kurang jelas, silakan konsultasi dengan fisioterapis Anda. Semua informasi yang saya bagikan didapatkan dari klinik yang saya kunjungi.



Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.

Love, Irena.





 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sunday, August 16, 2020

Sharing Products I've Used Up


Hallo semuanya! Pada tulisan kali ini saya mau berbagi produk-produk yang telah digunakan dan memiliki dampak baik bagi tubuh. Ingat, apa yang cocok di saya belum tentu cocok di Anda. Tapi saya harap tulisan ini dapat memberikan wawasan dan masukan baru untuk Anda. Selamat membaca!

 

1. Melilea Greenfield Organic

Ini adalah superfood berbentuk bubuk. Bisa digunakan untuk pengganti breakfast dan dinner atau untuk detoks. Awalnya saya membeli ini untuk detoks, tapi ternyata saya tidak kuat hahaha. Akhirnya saya memakainya untuk pengganti breakfast atau dinner. Efek ditubuh saya? Wajah saya yang berjenis acne prone dan sensitive tidak lagi tumbuh jerawat baru (senang banget!), tubuh lebih enteng dan buang air besar menjadi lancar. Produk ini sudah banyak versi palsunya jadi berhati-hatilah ketika membeli.

 

2. Castor Oil

Sejak #dirumahaja saya tidak pernah ke salon lagi untuk treatment atau sekedar potong rambut. Kalau diingat-ingat terakhir saya ke salon adalah Januari 2020. Padahal biasanya setiap 2 bulan sekali saya ke salon. Sekarang rambut menjadi rontok dan berketombe. Sayapun membeli castor oil sebagai masker kulit kepala. Biasanya sebelum tidur saya pakai, lalu saya bilas besok paginya. Dalam seminggu saya menggunakannya sebanyak 1-2 kali. Hasilnya ketombe jauh berkurang dan untuk rontok yaa.. cukup berkurang. Beli di mana? Di e-commerce. Sudah banyak sekali yang jual castor oil, Anda tinggal pilih yang mana yang paling cocok untuk Anda.

 

3. Susu Kurma Kopi Nona Kitchen Jkt

Saya memasukan ini bukan semata karena ini adalah produk saya sendiri. Tapi produk ini memang memberikan efek kenyang lebih lama, membuat lebih bersemangat dan segar ke tubuh. Produk ini cocok sekali diminum sebagai pengganti sarapan sebelum olahraga. Dulu sebelum olahraga saya hanya meminum kopi saja. Namun sejak mengganti dengan susu kurma kopi, energi untuk berolahraga jadi bertambah.

 

4. Cuka Nanas

Saya membeli produk ini karena ingin mengurangi efek sinus yang saya derita yaitu riak di tubuh. Dari segi bau, cuka nanas lebih “bersahabat” dibandingkan cuka apel. Namun kedua produk ini memiliki manfaat yang sama. Jujur, saya tidak terlalu rutin meminumnya. Efeknya? Beberapa kali riak dengan mudah dapat dikeluarkan dari tenggorokan.

 

Rasanya akhir-akhir ini hanya 4 produk tersebut yang saya rasakan memiliki efek baik ke tubuh. Sekali lagi saya ingatkan, apa yang cocok di saya belum tentu cocok di Anda. Jadi jika ingin mencoba Anda bisa memulainya dengan mencoba sedikit demi sedikit.

 

Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.

Love, Irena.