Monday, October 15, 2018

Model-model Hijaber Terkenal di Dunia


Semakin hari dunia model semakin dipenuhi dengan model-model yang menggunakan hijab. Tidak hanya menggunakan hijab ketika berfoto atau di panggung catwalk tapi juga dikehidupan sehari-harinya.
Siapa aja sih mereka? Yuk kenal lebih jauh!

Halima Aden

Model Amerika kelahiran  19 september 1997 dengan tinggi 166 cm ini mulai dikenal sejak mengikuti kontes Miss Minnesota USA. Pada saat itu ia satu-satunya finalis yang menggunakan hijab. Sekarang Halima telah dikontrak oleh agency model dunia yaitu IMG, selain itu ia juga pernah berjalan di New York Fashion Week. Latar belakang Halima yang yang lahir di sebuah kamp pengungsian di Afrika juga menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah dalam mengejar mimpinya.

Sumber foto: wolipop.detik.com

Noor Tagouri

Wanita Amerika kelahiran 27 november 1993 ini sebenarnya adalah seorang wartawan. Namun pada tahun 2016 ia pernah muncul di majalah playboy dengan menggunakan hijab. Sebelumnya Noor sempat ragu menerima tawaran foto tersebut, namun akhirnya ia menerima dengan tujuan memperkenalkan wanita muslim lebih dalam kepada khalayak umum di Amerika. Keputusannya tentu menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Noor juga mengatakan dengan memakai hijab, ia lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

Sumber foto: evz.ro

Mariah Idrissi

Model Inggris kelahiran 16 Agustus 1992 ini adalah keturunan Pakistan dan Maroko. Ia mulai dikenal sejak menjadi model hijab pertama dalam kampanye brand ternama dari Swedia yaitu H&M pada tahun 2015. Mariah juga aktif dalam kegiatan sosial untuk mendorong wanita Syria, dengan mendukung proyek 'Women's Hygiene and Sanitation'.

Sumber foto: bookamuslim.com

Nura Afia

Wanita kelahiran Amerika 9 februari 1993 ini memiliki akun YouTube dengan 225k subscribers. Konten YouTube Nura rata-rata mengenai kecantikan dan gaya hidup. Pada tahun 2016 brand kosmetik dari Amerika yaitu CoverGirl menjadikannya brand ambassador hijaber pertama. Wajah Nura juga sempat menghiasi papan reklame iklan di Times Square, New York.
 
Sumber foto: cosmopolitan.com
 
Ayana Jihye Moon

Model Korea kelahiran 28 desember 1995 ini sekarang berkuliah di Malaysia. Ia memutuskan menjadi mualaf sejak tahun 2012. Dengan kecantikan yang dimilikinya Ayana menjadi terkenal ia memiliki follower Instagram 1,7 juta. Pada tahun 2018 Ayana membintangi iklan brand kosmetik dari Indonesia, yaitu Wardah.

Sumber foto: instagram.com





Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.





Sumber pustaka:
https://www.teenvogue.com/story/tedxteen-2016-london-highlights-ciara-judge-ann-makosinski

Thursday, September 20, 2018

Q&A Donor Darah


Halo!
Pada tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman donor darah yang secara rutin sudah saya lakukan 😊 (Oh ya, untuk disclaimer saya bukan orang medis ya, saya menjelaskan berdasarkan pengalaman saja)

Apa sih donor darah itu?
Donor darah adalah proses pengambilan darah seseorang dengan sukarela, yang nanti darah itu akan disimpan di bank darah untuk disumbangkan ke orang yang membutuhkan transfusi darah.

Ada syaratnya tidak?
Nah kebetulan saya pernah menanyakan langsung hal ini ke dokter yang berjaga di PMI TangSel. Menurut dokter tersebut (1) donor darah tidak boleh dilakukan ketika sedang mengkonsumi obat, menstruasi, sehabis suntik vaksin, tekanan darah rendah, punya penyakit berat; (2) untuk donor pertama maksimal usia adalah 60 tahun, namun apabila sudah rutin tidak ada maksimal usia; (3) sebelum donor harus tidur minimal lima jam; (4) dua jam sebelum donor darah tidak boleh makan berat karena akan menyebabkan darah kerut; (5) berat badan minimal 45kg.

Kapan bisa donor darah?
Donor darah bisa dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Darahnya akan diambil berapa banyak?
Dua tahun lalu saya pernah donor darah dan ada pilihannya 250cc, 350cc, 450cc. Tapi… terakhir kali saya ambil darah (september 2018) suster menjelaskan kalau sekarang semua rata jadi 350cc.

Di mana bisa donor darah?
Di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) atau di event-event yang sedang menyelenggarakan donor darah.

Bagaimana prosedurnya?
Kurang lebih donor darah yang dilakukan di kantor PMI atau di event punya prosedur yang sama. (1) Mengisi formulir dan menyerahkan kartu donor bagi yang sudah pernah donor. Terdapat beberapa pertanyaan seperti, sudah pernah donor atau belum, berapa kali donor, riwayat penyakit, suntik vaksin, berat dan tinggi badan, dan lain-lain. Di sini juga disediakan timbangan untuk mengukur berat badan. Setelah itu biasanya ada tanya jawab singkat perihal data-data yang kita isi. (2) Dokter atau Suster mengecek tekanan darah menggunakan tensimeter. Kalau tekanan normal kita diizinkan untuk donor. (3) Dokter atau Suster mengecek golongan darah dan hemoglobin, di sini ujung jari kita akan ditusuk sedikit untuk dikeluarkan darahnya sedikit. Kalau hasilnya bagus kita dipersilakan untuk donor. (4) Proses donor. Pembuluh darah di lengan akan ditusuk selama beberapa menit, tergantung kelancaran darahnya, sampai kantung darah penuh 350cc. (5) Istirahat. Setelah jarumnya dicabut saya biasanya tidak langsung berdiri, diam dulu sekitar 5-10 menit, menghindari pusing atau lemas. (6) Pemberian bingkisan. Yap setelah memberikan darah pendonor akan diberikan bingkisan yang isinya adalah beberapa makanan dan minuman ringan atau suplemen penambah darah.

Apa sih manfaat donor darah?
Secara ilmiah donor darah bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, membantu menurunkan berat badan, mendapatkan kesehatan psikologis, dan mendeteksi penyakit serius. (Sumber: http://www.pmi.or.id/index.php/aktivitas/pelayanan/donor-darah/donor-sekarang.html?showall=&start=3).
Secara pengalaman pribadi donor darah membuat saya jadi lebih bahagia. Menjadi manusia yang berguna untuk masyarakat membuat saya merasa puas dengan kehidupan saya. Selain itu saya juga merasa lebih bugar dan sehat.

Ada pengalaman unik tidak pas donor darah?
Wah ada dong. Bulan januari 2018 saya donor darah, eh tiba-tiba gempa bumi.. jujur awalnya saya tidak merasakan guncangan karena pada saat donor duduk di sofa super empuk yang kakinya bisa naik ke atas, saya pikir teman saya yang pada saat itu nemenin saya nendang-nendang sofa, eh ternyata gempa.. langsunglah suster sigap menenangkan saya sembari mencopot jarum dan sebagainya.. lalu kita langsung lari keluar kantor PMI. Pernah juga saya dua minggu berturut-turut datang ke PMI tapi ditolak terus karena saat itu tekanan darah sedang rendah, diminggu ke tiga baru bisa. Pernah juga ikut donor darah di event yg diselenggarakan di Grand Indonesia, wah dapat makanannya banyak banget. Sembari nunggu bisa ambil snack dan minum, setelah donor dikasih nasi ayam Mcd, sebelum pulang dikasih bingkisan lagi. Kenyang total hahaha. Sembari acara juga ada hiburan nyanyinya.


     Ya itu dia pengalaman saya mengenai donor darah. Jadi bagaimana? Apakah kalian tertarik untuk donor? Untuk pertanyaan yang lebih detail mungkin kalian bisa tanyakan langsung ke pihak PMI. Karena di sini saya posisinya sebagai orang awam yang mendonorkan darah. Website PMI: www.pmi.or.id


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.

Wednesday, August 15, 2018

Pertama Kali Ke Eropa Sebagai Hijaber #3

Halo semuanya!
Ini adalah cerita trip Eropa yang terakhir.. Kali ini saya memiliki pengalaman unik di Belanda, Belgia, dan Perancis. Semoga masih tetap menyenangkan dan memberikan manfaat bagi kalian yang membaca. Oh ya kalau ada masukan boleh banget lho tulis di kolom komentar!

     Pagi ini saya pergi ke Zaanse Schans tempat traditional windmills di Amsterdam (Belanda). Selain berfoto dengan kincir angin di sini pengunjung juga bisa menyantap susu coklat panas.



     Selanjutnya saya pergi ke desa nelayan Volendam. Wah, saya suka sekali di sini. Desa ini terletak di pinggir laut. Sebelum memasuk desa saya melewati sederatan rumah penduduk. Semua rumah menghadap ke laut, memiliki desain yang indah, didekorasi bunga, didominasi warna putih, terlihat homey dan nyaman, rasanya menyenangkan bisa duduk di teras sambil melihat laut setiap hari. Memasuki desa banyak sekali pertokoan untuk turis. Salah satunya toko untuk berfoto memakai baju khas belanda! Pengunjung di sini banyak orang Indonesia, foto-foto yang dipajang juga rata-rata selebriti Indonesia.



     Sore harinya saya pergi ke Dam Square. Dam square adalah alun-alun Amsterdam dan bisa menjadi titik pertemuan. Banyak sekali burung di sini, menyenangkan melihatnya. Di sini kalian bisa duduk-duduk menikmati suasana kota, ke museum lilin, ke  royal palace of Amsterdam, pergi ke pusat pertokoan yang berada tepat di sebelah Dam Square, dan sebagainya. Saya memutuskan untuk berjalan kepertokoan. Saya lihat beberapa toko menjual produk ganja. Terlihat dari luar ada kue, permen, teh, minuman ringan, dan sebagainya. Semuanya dibungkus dengan sampul bergambar daun cannabis sativa (ganja). Ya inilah uniknya Amsterdam. Ganja menjadi hal yang legal di sini. Meski begitu pemerintah memberikan aturan penggunaan ganja yang terbatas.




     Selama di trip, sebagian besar sholat dilakukan di perjalanan. Atau.. kalau subuh dan sholat malam di hotel. Btw, selama trip di sini waktu magrib biasanya pukul 10 malam dan isya pukul 12 malam. Dan kebetulan selama trip ini saya hampir tidak pernah tidur di bawah jam 12, karena sayang juga sih hehe. Lebih baik tidur diperjalanan saja.
     Esoknya saya lanjut ke Brussels (Belgia). Saya ke Manneken Pis, patung ikonik anak kecil buang air kecil. Yang lucunya sekarang patung ini diberi celana. Padahal beberapa tahun lalu tidak. Legenda patung ini kurang lebih seperti legenda Malin Kundang di Indonesia.



     Di sekitar patung ini ada tempat menjual waffle yang terkenal. Banyak sekali pilihan toppingnya. Rasanya enak, gurih, manis, tekstur wafflenya renyah, besar pula porsinya. Recommended! Tapi harus sabar antri ya.



     Selanjutnya saya pergi ke Monumen Atomium. Ini adalah monumen kristal besi setinggi 103 meter. Ketika saya ke sana ada gambar smurf yang diletakkan di bagian atas monumen. Wah ternyata smurf dari Belgia!



     Keesokan paginya saya pergi ke Brugge (Belgia). Dari kemarin saya perhatikan penduduk Belgia memiliki muka yang kurang lebih sama dengan penduduk eropa, seperti rambut pirang, hidung mancung, kulit putih, dan sebagainya. Namun ada perbedaan yang saya lihat, yaitu tinggi badan. Saya perhatikan penduduk di sini tidak setinggi di negara-negara yang saya kunjungi sebelumnya. Kurang lebih seperti tingi penduduk Indonesia, ya agak tinggi sedikitlah.
     Brugge (Belgia) adalah kota yang indah. Banyak penduduk yang menggunakan sepeda karena jalanan di sini sempit. Mayoritas rumah di sini juga terdapat patung ayam di bagian atasnya. Jujur sampai sekarang saya tidak tahu apa maknanya? Adakah yang bisa sharing? Hehe. Saya berjalan di kota ini melihat bangunan-bangunan tua berkesan gothic, perahu yang berjalan di kanal-kanal, sungai yang luas dan bersih, kereta kuda, dan sebagainya. Berada di Brugge membuat saya merasa ada di abad pertengahan.





     Di sini saya juga mencicipi makanan kecil khas Belgia. Saya mencicipi keju goreng. Enak sekaliiii! Saya berharap di Indonesia juga ada. Bentuknya persis seperti perkedel, lonjong, pipih, dan tebal. Dibagian luar diselimuti dengan tepung crunchy, namun dalamnya keju yang lumer dimulut. Nyum! Sorenya trip saya berlanjut ke Paris (Perancis).
     Pagi ini saya ke Disneyland Paris. Udaranya cukup panas kurang lebih seperti di Jakarta. Beberapa kali saya harus berteduh karena saking panasnya. Menyenangkan bisa ke Disneyland, melihat permainan dengan tema Disney, souvenir Disney, toko-toko Disney, wah lucu semuanya! Untuk permainannya lebih untuk anak-anak, kurang menantang untuk orang dewasa. Tapi untuk foto-foto.. wah jangan dilewatkan! Background yang lucu-lucu harus diabadikan! Saya perhatikan Disneyland Paris juga tidak terlalu luas dibandingkan Disneyland yang pernah saya kunjungi di Jepang dulu.




     Sorenya saya pergi ke La Valle Village, ini adalah pusat perbelanjaan dari barang biasa sampai branded. Harganya juga relatif lebih murah.
    Malamnya saya pergi ke Menara Eiffel. Jujur, awalnya saya tidak banyak berekspektasi.. dibayangan saya hanya bangunan tinggi lempengan besi saja. Namun ternyata Menara Eiffel di malam hari memberikan kesan yang berbeda. Indah sekali. Indah yang berbeda dengan di Belgia atau Belanda. Lebih ke indahnya khas kota besar. Menara Eiffel yang dipasangi lampu-lampu memancarkan sinar, langit malam yang terbentang luas, ditemani dengan pemandangan sungai di samping Menara. Mungkin memang benar Menara Eiffel adalah tempat yang romantis, terlebih lagi kalau dinikmati dengan pasangan. Malam ini saya tidak naik ke atas, hanya menikmati dari persis di bawah Menara dan dari jembatan sungai (keluar wilayah Menara) agar bisa melihat Menara secara keseluruhan. Favorite saya adalah menikmatinya dari jembatan atau pinggir sungai karena semakin terasa romantisnya malam di Menara Eiffel.



    Esoknya saya kembali ke Menara Eiffel. Ternyata benar bayangan saya, Menara di siang hari tidak sebagus di malam hari. Biasa saja. Lalu saya ke Arc du Triomphe (menumen kemenangan Paris) dan Museum Louvre (bangunan ikonik segitiga). Btw, toilet di Museum Louvre ini adalah toilet termahal selama euro trip saya haha, dibandrol 1.5 euro (sekitar 25.000). Biasanya masuk toilet dikenakan biaya 50 cent sampai 1 euro.




    Sorenya saya ke berbelanja di Gallery Lafayette, pusat perbelanjaan yang menjadi simbol fashion Paris. Kurang afdol ya kalau ke Paris tapi tidak ke sini. Di sini banyak sekali turis dari mancanegara. Beberapa kali saya bertemu turis dari Indonesia. Di Paris beberapa kali saya bertemu hijaber, walau tidak sebanyak ketika saya di Strasbourg. Saya perhatikan juga wajah beberapa hijaber di sini menunjukkan bahwa mereka pendatang.
     Malamnya saya harus packing semua barang-barang. Karena esok pagi saya akan kembali ke Indonesia. Saya kembali menggunakan Qatar Airways, jadi saya transit ke Doha (Qatar) baru ke Indonesia. Saya merasa aman menggunakan maskapai ini karena di menu makanannya tertulis bahwa makanan sudah disesuaikan dengan hukum Islam, yaitu halal. Terlebih lagi ketika transit di Doha saya dapat sholat di tempat sholat, tidak lagi diperjalanan. Karena perbedaan waktu yang cukup panjang, saya sampai di Indonesia esok paginya.
     Secara keseluruhan perjalanan di Eropa cukup menyenangkan. Ada beberapa tempat yang saya ingin datang kembali untuk explore lebih dalam. Semoga saja dapat terwujud. Sebagai penutup saya ucapkan terima kasih untuk Eropa atas pengalaman dan pengetahuan barunya.


Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.


Tuesday, August 7, 2018

Pertama Kali Ke Eropa Sebagai Hijaber #2


Halo semuanya!
Pada tulisan kali ini saya kembali menceritakan pengalaman saya pertama kali ke Eropa sebagai hijaber. Kalau melihat tulisan pertama saya.. sepertinya cerita saya masih jauh dan tidak tahu sampai postingan ke berapa cerita ini berakhir, tapi semoga kalian tidak bosan ya!
  
     Pagi ini saya ada di Zurich (Swiss). Dari awal trip ini dimulai saya selalu penasaran bagaimana sih negara Swiss itu? Bagaimana sih pegunungan salju itu? Dan untungnya hari ini saya menuju ke Pegunungan Titilis tempat salju abadi. Menyenangkan bisa memuaskan rasa penasaran!
     Ketika bersiap-siap saya memutuskan menggunakan rok panjang dengan dalaman legging tebal yang sampai menutupi telapak kaki. Tidak lupa saya membawa celana longjohn incase terasa sangat dingin. Saya cukup bosan menggunakan celana terus menerus. Sekali-kali ingin juga pakai rok hehe.
   Sampai di wilayah pegunungan Titlis.. wah, saya senang sekali karena dekat dengan alam! Hamparan pegunungan, puncak gunung berwarna putih, udara yang bersih, rasanya batin ini segar sekali.. Untuk naik ke atas, pengunjung harus menggunakan cable car dengan kapasitas 50 orang, itupun pengunjung berdiri. Sampai dipemberhentian, terdapat toko souvenir dan cafe.


     Namun untuk ke atas pegunungan harus kembali naik cable car dengan kapasitas 4-6 orang, nah kalau di sini pengunjung dapat duduk. Sampai di atas terdapat ruang terbuka, jadi pengunjung dapat bermain salju, berfoto, atau mencoba perosotan salju ala-ala ditempat yang ada undakannya. Ternyata bermain salju dengan menggunakan rok tidak merepotkan, malah saya senang karena foto saya jadi terlihat bagus hehe. Saya berharap lain waktu saya dapat kembali ke sini lagi, Amin.



     Esoknya saya pergi ke Danau Titisee (German). Suasana di sini cukup menyenangkan, danau terbentang luas, pantulan langit yang jernih, deretan pohon berjajar rapi, dan yang paling penting udara yang segar! Tempat ini juga terkenal dengan cuckoo clock nya, jadi kalau kamu penggemar barang vintage jangan lupa beli ya!



    Menjelang sore saya menuju Strasbourg (Perancis). Di sini saya makan malam di sebuah restaurant lokal bernama Le P’ti Max, penyajiannya lumayan lama, padahal pengunjung tidak banyak, tapi setelah makanannya datang.. ternyata rasanya enak sekali.Ya.. rasa bosan dan jengkel karena menunggupun terbayarkan.



     Setelah makan malam saya berjalan-jalan keliling kota Strasbourg. Kota ini indah, bangunannya authentic, jalanannya ramah pejalan kaki, udaranya segar, selain itu meski saya berjalan malam-malam tapi langit tetap terang. Saya perhatikan di kota ini cukup banyak hijaber, kalau saya perhatikan dari wajahnya sebagian besar dari mereka sepertinya penduduk lokal. Saya mulai berpikir apakah kota ini ramah untuk muslim? Maksud saya, apakah ada tempat sholat di mana-mana seperti di Jakarta? Apakah mudah mencari makanan halal? Karena dua hal itu yang terpenting dalam memilih tempat tinggal.


     Malam ini saya hanya berjalan mengelilingi kota dan kembali lagi ke hotel ketika langit sudah benar-benar gelap. Saya harap suatu hari saya bisa kembali ke kota ini untuk mencari tahu lebih banyak.
     Esoknya perjalanan saya dilanjutkan menuju Cologne (German). Tempat ini terkenal dengan cathedral bergaya gothic dan cologne nya. Ya, wewangian cologne berasal dari kota Cologne! Jadi kalau suka dengan sesuatu yang authentic kalian wajib beli cologne di sini. Di bagian luar cathedral banyak sekali pengunjung. Dari yang hanya sekedar duduk, berfoto, berjalan-jalan, berbincang, sampai ada yang bermusik sambil berjoget. Di sini saya juga beberapa kali berpapasan dengan turis dari Indonesia.




Bersambung…

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.

Friday, July 20, 2018

Pertama Kali Ke Eropa Sebagai Hijaber


Halo semuanya!
Nah kali ini saya mau menceritakan pengalaman pertama kali ke Eropa dengan memakai hijab.. singkatnya, campur aduk!


     Alhamdulillah beberapa waktu lalu saya mendapatkan kesempatan untuk berkeliling Eropa. Negaranya antara lain Italia, Jerman, Perancis, Belgia, Belanda, dan Swiss. Ditulisan kali ini saya tidak akan menceritakan secara terperinci pengalaman sebagai hijaber di setiap tempat, tapi apabila ada yang membekas di hati akan saya sebutkan tempatnya.
     Sebelum berangkat saya terlebih dahulu searching di internet mengenai hijaber-hijaber di Eropa. Dari Google, YouTube, Instagram, dan sebagainya. Jujur setelah searching rasa enggan untuk pergi semakin menyeruak. Saya takut kena diskriminasi, dipandang aneh, susah ibadah, susah makan, lalu nanti ketika di gate pemeriksaan bandara jangan-jangan saya malah disuruh buka hijab untuk diperiksa, dan sebagainya..
     Namun visa sudah ada, tiket sudah dibeli, ya sudah saya tetap berangkat sambil berdoa semoga selalu berada dilindunganNya. Penerbangan saya menggunakan pesawat Qatar Airways dari negara Qatar. Qatar adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Ketika melihat kertas menu makanan pesawat, di bagian bawah menu tertulis bahwa menu makanan sudah disesuaikan dengan hukum Islam. Wah! Saya senang jadi saya tidak usah khawatir apakah ini halal atau haram. Dari Indonesia saya terbang ke kota Doha (Qatar) untuk transit, bandara di sini juga ada tempat sholat. Saya merasa lega, karena nanti di Eropa akan jarang sekali menemukan tempat umum yang ada tempat sholatnya. Setelah transit selama 2 jam saya melanjutkan penerbangan menggunakan Qatar Airways ke Bandara Internasional Malpensa (Italia). Sesampai di Bandara tentu saja tidak ada tempat sholat hehe. Di sini saya juga merasa lega ternyata pemeriksaan di gate juga lancar. Ternyata pemeriksaannya standar aja, lepas jaket, ikat pinggang, jam, dan lainnya.
     Destinasi pertama saya adalah ke Pisa melihat Menara Miring. Selain Menara Miring juga ada museum, gereja, taman, dan toko souvenir. Beberapa tahun yang lalu ketika belum berhijab saya sudah pernah ke sini. Pada saat itu saya cuek aja kalau mau jalan sendiri, mau masuk melihat gereja, atau berfoto di sekitar gereja. Entahlah saat ini saya ada keresahan. Namun ketika memasuki wilayah Menara Miring ternyata beberapa pengunjung juga mengenakan hijab. Saya perhatikan mereka juga biasa saja. Berwisata dan berfoto seperti pengunjung lainnya. Wah saya merasa lega.
    Dari awal niat saya memang hanya ingin berwisata dan mengenal keragaman budaya. Namun karena melihat segala macam berita di Internet muncullah keresahan. Sekarang saya jadi merasa agak berlebihan merasa resah, mungkin yang tertulis di Internet tidak selalu akurat dan ini adalah pengalaman pertama saya ke Eropa sebagai hijaber. Untuk makan, di sini saya makan di restoran cina di sekitaran Menara Pisa, tempatnya keluar dari pembatas wilayah Menara dan ada diujung jalan. Yeayyy sampai Eropa tetap makan nasi! Hehehe.
     Besoknya jadwal tur saya adalah ke Saint Peter Basilica di Vatikan. Vatikan adalah negara kecil di dalam negara Italia. Vatikan juga merupakan pusat agama Katolik dunia. Untuk wisatawan memang diperbolehkan masuk namun harus menggunakan guide local. Beberapa tahun lalu saya sudah pernah ke sini tapi hanya sebatas berfoto di luar saja. Nah, tahun ini saya dan keluarga masuk ke dalam Saint Peter Basilica untuk melihat dan mempelajari sejarah. Untuk informasi, Saint Peter Basilica ini adalah gereja yang terletak pas di bagian depan Vatikan. Orang umum tidak diperbolehkan masuk secara bebas ke dalam Vatikan.
     Dengan dipandu guide local kami masuk ke dalam sembari dijelaskan tentang sejarah bangunan, lebar bangunan, apa saja isi-isi dari bangunan, dan ada bagian dari bangunan yang hanya digunakan berpuluh-puluh tahun sekali. Wah saya kagum ternyata megah sekali. Di dalam juga banyak sekali pengunjung. Gerejanya juga sangat luas, karena keterbatasan waktu memang tidak bisa melihat satu persatu secara detail. Untuk pengunjung hijaber juga ada, tapi memang tidak sebanyak ketika saya berkunjung ke Menara Miring. Saya perhatikan juga orang-orang tidak memandang saya dengan aneh, saya layaknya seperti ribuan pengunjung yang datang, mungkin karena ini juga sekaligus tempat wisata jadi siapa saja bebas berkunjung.
     Lusanya saya pergi ke Duomo Di Milano yaitu pusat perbelanjaan. Di sini kita bisa berbelanja, makan, atau hanya sekedar menikmati suasana. Oh ya, di sini juga di jual gelato super enak! Yang mau ke sini boleh dicoba, nama tokonya Granaio. Karena memakai hijab penjual juga menjelaskan ke saya mana gelato yang menggunakan alkohol mana yang tidak.
   Nah, di sini saya berpapasan dengan (kalau saya perhatikan dari wajahnya) pengunjung dari timur tengah, berusia sekitar belasan sampai 20an, mereka pergi sekitar berlima. Beberapa dari mereka menggunakan “hijab gaul,” ya hijab yang bagian depan rambutnya sengaja diperlihatkan, kainnya diletakkan di tengah kepala, dan bagian antara leher dan bahu juga terlihat. Memakai hijab seperti itu memang salah karena tidak sesuai dengan aturan. Tapi saya lihat orang-orang juga cuek aja, entah karena tidak mengerti atau merasa tidak berhak menilai. Sayapun hanya melihat sambil lalu sambil berjalan tanpa menengok lagi ke belakang. Karena itu juga yang dilakukan orang-orang di sekitar. Namun saya tentu mendoakan mereka agar hidayah turun lalu menggunakan hijab lebih baik lagi. Sayapun juga masih belajar menggunakan hijab dengan benar. 


Bersambung…


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.
    

Monday, June 11, 2018

Tradisi Bulan Ramadan di 5 Negara dengan Waktu Puasa Terlama

Dapat dikatakan menjalankan ibadah puasa di Indonesia tidaklah sulit, karena mayoritas penduduknya beragama Islam, waktu berpuasa yang tidak terlalu lama, Masjid ada di mana-mana, dan yang menjual ta’jil / makanan berbuka ada di mana-mana.
Tapi bagaimana ya kalau di negara-negara lain?

KOREA SELATAN
     Waktu berpuasa di Korea kurang lebih selama 17 jam. Islam adalah agama minoritas di Korea oleh karena itu tidak semua penduduknya mengenal puasa ramadan. Tempat-tempat makan juga beroperasi secara normal, berbeda dengan Indonesia di beberapa tempat makan biasanya baru beroperasi di siang / sore hari. Jumlah Masjid di Korea juga sangat sedikit. Menu makanan bulan ramadan di Korea juga berasal dari berbagai negara karena kebanyakan muslim di Korea merupakan pendatang.

JEPANG
     Waktu berpuasa di Jepang kurang lebih selama 16-17 jam. Sama dengan Korea, Islam adalah agama minoritas di Jepang jadi semua aktivitas berjalan seperti biasanya. Tempat yang cukup ramai pada saat bulan ramadan adalah Japan Islamic Centre. Biasanya akan diadakan dialog keagamaan, majelis taklim, shalat tarawih berjamaah, penerbitan buku-buku Islam, dan sebagainya. Tempat ibadah lainnya adalah Masjid Tokyo Camii. Biasanya Masjid Tokyo Camii akan memberikan makanan berbuka gratis, menunya cenderung ke masakan khas Timur Tengah, seperti kari.

MESIR
     Waktu berpuasa di Mesir kurang lebih selama 16 jam. Banyaknya umat muslim di sini menyebabkan ketika jam-jam sholat Masjid penuh sekali dengan jamaah. Di sini juga banyak umat muslim yang berlomba-lomba mendirikan tempat buka puasa gratis maupun memberi santunan di jalan-jalan. Biasanya umat muslim menyantap hidangan khas ramadan seperti eldin (jus aprikot), zabadi (yogurt), medamis (kacang fava), atau torshi baladi (acar).

JERMAN
     Menjalankan puasa di Jerman selama 19 jam. Sebagian besar umat muslim di Jerman berasal dari Turki, oleh karena itu atmosfir Turki sangat terasa. Setelah berbuka dengan air putih dan kurma serta sholat magrib di Masjid. Jamaah akan disajikan harira, sup khas Maroko yang terbuat dari kacang-kacangan dan dikombinasikan dengan daging kambing atau sapi.

RUSIA
     Menjalankan puasa di Rusia selama 17 jam. Umat muslim di Rusia yang angkanya terus naik menyebabkan Masjid pada bulan ramadan tidak pernah sepi. Tidak hanya itu biasanya di bulan ramadan terdapat bazar dadakan di hampir semua Masjid. Ketika berbuka umat muslim di sini biasanya menyantap hinglash (roti isi keju) atau galnash (roti gandum).





Sumber referensi:






Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love,
Irena.

Monday, May 14, 2018

Berbagai Olahan dan Produk Milo


Meskipun olahan maupun produk Milo tidak asing lagi bagi banyak orang. Namun belakangan ini produk Milo sedang naik daun. Jadi, tidak ada salahnya kali ini saya membahas beberapa olahan atau produk Milo yang tersebar luas di masyarakat. (Fyi, ini bukan iklan berbayar ya hehe)

1. ES KRIM MILO
     Awalnya yang saya tahu es krim ini hanya ada di Malaysia. Hingga bulan februari 2018 kemarin es krim milo resmi masuk di Indonesia. Awal-awal agak susah sih ya nyarinya.. tapi semakin ke sini semakin banyak tempat yang menjualnya. Seperti di Ranch Market, Podjok Halal, AEON, Grand Lucky, dsb. Teksturnya lembut dan bagian luarnya ada krim coklat berbentuk garis-garis.



2. ES KEPAL MILO
     Nah, ini dia yang viral banget! Es kepal milo ini bukan produk nestle seperti es krim milo. Jadi ini adalah resep yang dibuat sendiri oleh masyarakat. Es kepal milo adalah es serut yang dilumuri dengan saus coklat yang terbuat dari bubuk milo 3in1 dan susu kental manis. Biasanya juga disajikan dengan berbagai macam topping seperti kacang, meses, coco crunch, atau bubuk milo itu sendiri.

Foto dari www.foody.id


3. MILO CUBE
     Milo cube adalah cemilan susu milo yang berbentuk kotak. Cara menikmatinya bisa langsung dikunyah tanpa diseduh terlebih dahulu. Meskipun milo cube ini banyak penggemarnya, sayangnya belum diproduksi di Indonesia. Jadi kita harus membelinya di berbagai online shop yang menjual makanan import. Teksturnya agak keras namun apabila sudah pecah dimulut akan terasa lumer, enak!

Foto dari http://trinhtrangshop.com

4. MILO NUGGET
     Kalau yang ini pasti sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Milo nugget adalah cemilan bertekstur crunchy yang dilapisi cream coklat. Produk ini sudah tersebar luas di berbagai tempat, dari minimarket sampai supermarket.

Foto dari www.ebay.com


5. MILO FILLED COOKIES
     Cemilan yang satu ini juga belum diproduksi di Indonesia, jadi kalau ingin mengkonsuminya kita harus membeli di online shop yang menjual makanan import. Biskuit ini berwarna coklat, bertuliskan ‘Milo,’ berbentuk bulat dengan isian cream coklat. Rasanya cenderung lebih manis dibandingkan dengan bubuk milo 3in1.

Foto dari https://shopping.line.me


6. MILO BOWL
     Produk yang satu ini adalah sereal. Bungkusnya praktis karena berbentuk bowl. Jadi kita tinggal tuang susu dan siap disantap. Produk ini juga sudah tersebar luas di berbagai tempat dari minimarket sampai supermarket. Milo bowl ini berbentuk bulat kecil-kecil, berwarna coklat, dan ketika digigit sangat crunchy.

Foto dari www.bizzy.co.id




Ya itu tadi beberapa olahan dan produk milo, jadi yang mana nih yang jadi favorite kamu?


Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya.
Love,
Irena.