Monday, April 16, 2018

South Korea Trip #2


Selamat Pagi!
Pagi ini saya terbangun di Provinsi Gangwon. Pemandangan yang indah.. udara yang segar..  membuat tubuh dan pikiran kembali utuh!

30.3.2018
Pagi di Gangwon-do
     Kemarin malam saya melepas lelah di salah satu penginapan di Tosengmyeon, Gangwon-do. Enak sekali dapat beristirahat di atas kasur, mengingat kemarin malam beristirahat di pesawat hehe. Ada yang unik dengan penginapan di Korea. Masyarakat Korea menganut gaya hidup sehat jadi di sini menggunakan kasur kesehatan yang cenderung keras. Beberapa hotel juga menyediakan Ondol. Ondol adalah penghangat ruangan tradisional Korea, biasanya dipakai pada musim dingin.

On the Way Gunung Seorak
     Pagi ini saya mau ke Gunung Seorak. Saat ini bunga-bunga sakura sedang mau mekar, jadi di jalan terlihat kuncup-kuncup bunga sakura. Kalau di Korea nama bunga sakura adalah botkot. Di perjalanan, local guide menceritakan kepada saya tentang sejarah bunga sakura. Dahulu Jepang menjajah Korea selama 35 tahun. Lalu Jepang mengambil bibit bunga sakura dari Korea. Bibitnya mereka ambil, tanam, dan budidayakan. Sampai akhirnya Jepang menyebutnya sebagai bunga nasional. Kalau dipikir-pikir sejarah ini mirip dengan bunga tulip, Belanda, dan Turki.
    Daerah Gunung Soerak adalah wilayah yang bunganya mekar paling lama karena terletak di Korea Selatan bagian utara. Sedangkan daerah Jeju adalah wilayah yang paling cepat karena terletak di Korea Selatan bagian selatan. Selain itu di Jeju udaranya lebih hangat.

Gunung Seorak
  Perkiraan suhu hari ini adalah 8-11 derajat (ditambah angin bisa lebih dingin 2 derajat) jadi setibanya di Gunung Seorak saya harus menggunakan coat. Gunung Seorak ini terletak di daerah paling utara Korea Selatan jadinya berbatasan dengan Korea Utara. Dulu mata-mata dari Korea Utara masuk melalui Gunung Seorak.
     Gunung Seorak merupakan gunung tertinggi ke tiga di Korea Selatan dengan ketinggian 1708m. Tertinggi pertama adalah Gunung Halla (1950m) dan kedua adalah Gunung Jiri (1915m). Nama Seorak juga memiliki arti. “Seor” artinya salju, sedangkan “Ak” artinya gunung tinggi. Kalau sedang turun salju di Gunung Seorak, saljunya tidak mudah mencair.  Gunung Soerak merupakan Taman Nasional di Korea. Selama di area Gunung Seorak tidak diperbolehkan merokok, membuang sampah sembarangan, mengambil kerikil atau daun karena dilindungi oleh pemerintah.



     Di bagian bawah Gunung Soerak terdapat patung beruang yang merupakan lambang Gunung Seorak. Dulu banyak beruang di sini. Namun karena dulu masyarakat korea senang menembaki beruang untuk mengambil empedunya sebagai obat, keberadaan beruang menjadi langka. Akhirnya pemerintah melestarikannya, masih terdapat beruang di hutan Gunung Seorak. Besarnya tidak sebesar beruang kutub namun lebih kecil. Di bagian dada beruang terdapat gambar bulan sabit putih. Oleh karena itu disebut beruang bulan sabit. Selain itu juga terdapat patung Budha. Patung Budha juga cukup besar. Dari sana saya berjalan lagi dan menemukan jembatan kayu yang pemandangannya sangat indah.





     Setelah itu saya berjalan ke arah cable car. Ya, mendaki Gunung Seorak kita menggunakan cable car untuk mencapai setengah ketinggian gunung. Untuk mencapai puncaknya kita harus menanjak lagi sekitar 500m. Di dalam cable car tidak ada kursi jadi kita semua berdiri. Untuk rekomendasi ambillah posisi kanan agar bisa melihat gunung batu putih. namanya Ulsanbawi. Sampai di puncak Gunung Seorak kita bisa melihat jurang-jurang dan pemandangan yang menakjubkan.




     Setelah dari Gunung Seorak saya makan siang dengan menu makan siang yang sehat, yaitu ikan makarel. Tempat makan siang saya juga ada ondolnya. Lantainya terbuat dari batu lalu dilapis dengan kayu. Jadinya terasa hangat, enak sekali hehe. Oh ya, kalau musim dingin Gunung Seorak juga bisa mencpai minus 30 derajat Celsius.

On the Way Seoul
     Setelah kenyang makan siang perjalanan dilanjutkan menuju Seoul. Perjalanan memakan waktu sekitar 2-3 jam. Selama perjalanan saya melewati ladang-ladang dan gunung-gunung. Local guide memberitahu bahwa di atas gunung banyak terdapat kuburan karena di Seoul tidak ada taman pemakaman umum. Masyarakat korea biasanya di kremasi dan abunya diletakkan di rumah duka. Menaruh guci berisikan abu di rumah duka dikenakan biaya. Nah, bila ingin di kubur, masyarakat harus membeli tanah di pegunungan.
     Menurut local guide 60% masyarakat korea memiliki agama dan 40% tidak menganut salah satu dari agama. Agama-agama di Korea antara lain Budha, Protestan, Katolik, dan Islam. Dulu mayoritas agama di sini adalah Budha namun sekarang adalah Protestan. Di Seoul akan terlihat setiap jalan sekitar 1km kita akan menemukan gereja. Sedangkan vihara lebih banyak ada di pegunungan. Menurut local guide, masyarakat korea yang memeluk islam kurang lebih 150.000 orang.

Istana Gyeongbok
     Sesampai di Seoul saya langsung ke Istana Gyeongbok. Ini merupakan istana terbesar yang dibangun Dinasti Joseon. Untuk mencapai bangunan utama istana saya masuk melalui Museum. Di dalam museum banyak barang yang dipakai oleh masyarakat korea sehari-hari. Seru sekali melihat dan mendengarkan penjelasannya!






     Keluar dari Museum saya melewati beberapa bangunan-bangunan yang terkoneksi dengan bangunan utama. Seperti kamar selir, kamar istri, dan sebagainya. Di jalan juga saya melewati bunga-bunga sakura yang mau mekar. Indah sekali.



    Area istana ini cukup luas jadi untuk waktu keseluruhan memakan waktu 1,5 jam untuk sampai ke bangunan utama. Tapi tidak terasa sama sekali! Mungkin karena begitu banyak hal menarik di sini. Dari bangunan, sejarah, barang, dan pemandangannya.



     Hingga akhirnya sampai juga saya di bangunan utama. Di dalamnya terdapat kursi raja. Tempat ini sekarang sudah menjadi tempat wisata dari berbagi negara. Pemerintah Korea Selatan sekarang bukan lagi dipimpin oleh raja namun oleh presiden. Untuk menuju ruangan kursi raja saya perlu naik tangga. Nah bagian tengah anak tangga ada tangga-tangga yang dipagari. Dahulu, hanya raja saja yang boleh melewati tangga tengah. Sampai di atas pengunjung tidak boleh masuk ke dalam ruangan. Hanya sebatas melihat dari luar saja. Interior bernuansa merah, emas, dan terasa kemegahannya.







Surga belanja.. Dongdaemun!
     Sore hari saya ke Dongdaemun tepatnya ke Mall Dotta. Tempat ini seperti manga dua nya korea. Di sini saya sempat berbelanja souvenir untuk oleh-oleh, makan di Shake Shack, belanja di super sale, belanja di basement yang murah-murah. Jadi Mall ini memiliki basement yang menyambung ke bangunan di seberangnya. Ke Dongdaemun tidak cocok hanya 1-2 jam saja. Tapi jangan khawatir karena Mall ini tutup hingga pukul 04.00.




     Setelah itu saya kembali ke hotel untuk beres-beres. Sekitar pukul 21.30 saya ingin ke mini market. Namun setelah dipikir-pikir rugi juga kalau ke Korea tapi tidak puas menjelajah ke Dongdaemun, hehe. Akhirnya saya naik taxi menuju Dongdaemun lagi. Setelah selesai belanja sekitar pukul 00.30 saya kembali mencari taxi untuk kembali ke hotel. Namun ternyata sulitttttt sekali mencari taxi malam itu. Entah kenapa.. saya jadi harus jalan 1-2km menjauh dari Mall untuk mencari taxi. Esok paginya saya baru tahu dari local guide, taxi-taxi di Korea kalau sudah lebih dari puku 00.00 akan mengalami kenaikan harga jadi kebanyakan supir memilih untuk mengantarkan yang jarak dekat agar dapat kembali lebih dekat ke pusat keramaian, jadi lebih untung. Ya, dari hotel saya ke Dongdaemun memang membutuhkan waktu sekitar 40menit.


Bersambung…


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love,
Irena.



Wednesday, April 11, 2018

South Korea Trip #1


Halo Korea Selatan!
Ini adalah pertama kalinya saya ke Korea Selatan, senang sekali bisa datang ke tempat baru dan mendapatkan pengalaman baru, Alhamdulillah!

28.03.2018
On the Way South Korea
    Beberapa jam sebelum penerbangan ke Korea saya masih packing barang-barang. Ada beberapa hal yang harus selalu diingat. Seperti..
1. Saya datang ke Korea di akhir Maret yang artinya memasuki Musim Semi, suhu sekitar 8 - 19 derajat celsius. Jadi saya harus membawa coat, sweater, sarung tangan, kaus kaki, lipgloss, body lotion dan sebagainya.
2.  Selanjutnya adalah uang. Mata uang Korea adalah won, 1 won sama dengan sekitar 13 rupiah. Lebih baik menukarkan rupiah di Indonesia daripada di Korea. Jadi saya harus menukarkan uang.
Dan sebagainya.. saya harus memastikan barang-barang tersebut tidak tertinggal.

     Hari ini saya pergi ke Korea Selatan dengan penerbangan pukul 23.30. Menurut saya penerbangan malam adalah penerbangan yang menyenangkan karena bisa sekalian beristirahat. Jadi perjalanan 6-7 jam tidak begitu terasa.
Selamat tidur semuanya!

29.03.2018
Selamat Datang di Korea Selatan
     Saya tiba di Bandara Incheon sekitar pukul 06.00 waktu Indonesia. Namun karena di Korea lebih cepat 2 jam, artinya saya tiba di Korea sekitar pukul 08.00. Bandara Incheon sesungguhnya bukan di Kota Seoul, tapi di Kota Incheon. Incheon itu adalah pulau kecil di samping Seoul. Dari Incheon ke seoul kurang lebih 1 jam perjalanan.
     Untuk mempermudah perjalanan, selama di Korea saya dipandu oleh local guide. Sedikit informasi, untuk menjadi local guide di Korea harus memiliki license. Cara memiliki license dengan cara mengikuti tes. Isi tesnya adalah pengetahuan sejarah korea, pariwisata korea, geografi korea dan sebagainya. Tes tersebut mengunakan bahasa korea dan diselenggarakan setiap 1 tahun sekali.
     Suhu hari ini sekitar 13 derajat, suhu yang masih bisa diterima oleh manusia yang berasal dari negara tropis seperti saya hehe. Menurut local guide suhu pagi dan sore biasanya lebih dingin. Kalau ada angin biasanya lebih dingin 2 derajat.
     Ketika saya mulai meninggalkan Bandara Incheon terlihat pemandangan yang buram, cenderung gelap, banyak debu-debu halus, langit tidak begitu enak dipandang. Menurut local guide itu adalah debu-debu dari gurun di China. Biasanya kalau memasuki Musim Semi angin menjadi kencang lalu pasir di China terbang ke daerah sekitarnya seperti Korea dan Jepang. Di perjalanan saya juga melihat  tanah-tanah yang sedang ‘dibangun.’ Menurut penjelasan local guide mereka sedang melakukan reklamasi. Korea Selatan memiliki tanah yang tidak begitu luas, belum lagi dibelah oleh Sungai Han. Sungai Han termasuk sungai yang besar dan panjang sekali. Panjangnya 514 km dan tersambung sampai ke Korea Utara.
     Sifat masyarakat Korea yang gigih, optimis, dan positive thinking membuat masyarakatnya memanfaatkan sedikit peluang untuk mendapatkan uang. Hingga terbentuklah salah satu kota hasil reklamasi di Korea yaitu Songdo. Sekarang Songdo telah menjadi kota yang harga tanahnya sangat mahal.

Belajar Membuat Kimchi
    Destinasi pertama saya adalah Korea House. Di sini saya belajar membuat Kimchi. Kimchi merupakan makanan fermentasi yang terbuat dari sayuran mentah. Jika fermentasi Kimchi matang maka rasanya berubah menjadi kecut. Kimchi di setiap restaurant punya rasa yang berbeda-beda karena kimchi memiliki lebih dari 200 jenis.
    Bahan-bahan membuat Kimchi adalah lobak, sawi putih, timun, bumbu cabe, saus ikan, jahe, wortel, dan bawang putih. Cara membuatnya adalah sawi putih di belah jadi dua bagian, lalu garam kasar ditaburkan ke helai per helai sawi putih, setelah itu direndam di air selama 5 jam, lalu di bilas bersih sampai asinnya hilang (minimal 5 kali bilas), lalu angkat dan tiriskan selama 1 jam hingga layu.
     Untuk bumbunya lobak dan wortel di potong seperti korek api, bawang putih dan jahe di giling halus,  lalu  gunakan pir sebagai pengganti gula, masukan bumbu cabe dan kecap ikan teri untuk membantu fermentasi. Kimchi semakin lama difermentasi akan semakin baik khasiatnya. Bahan-bahan dicampur dengan diaduk lalu didiamkan selama 2 jam.
      Tugas saya di sini hanya mengoleskan bumbu Kimchi ke setiap helai sawi putih yang sudah difermentasi lalu mengikatnya. Setelah jadi, dapat langsung di makan, atau masukkan dalam tempat kedap udara atau di dalam kulkas, masih dapat dikonsumsi 3-4 hari ke depan. Namun Kimchi yang saya buat di sini tidak boleh dibawa pulang karena akan disumbangkan untuk yayasan sosial.


     Kimchi mengandung banyak sekali vitamin C, lebih banyak dari buah jeruk. Kimchi juga mengandung bakteri menguntungkan lebih banyak dari pada yogurt. Fakta lainnya adalah Kimchi juga sudah ditetapkan sebagai 5 makanan kesehatan dunia! Makanan kesehatan dunia antara lain 1) yogurt, 2) nato, 3) olive oil, 4) kare, dan 5) kimchi. Nah, gambar di bawah adalah hasil Kimchi buatan saya.. bagaimana menurut kalian? Hehe



Baju Tradisional Korea: Hanbok
     Selanjutnya saya pergi ke studio foto untuk berfoto menggunakan Hanbok. Hanbok adalah pakaian tradisional Korea. Bagian atas pakaian berbentuk rompi lengan panjang. Sedangkan bagian bawah berbentuk terusan yang lebar. Rata-rata Hanbok berwarna cerah.


Makan Siang dengan Samgyetang
     Menu makan siang pertama saya di Korea adalah Samgyetang. Samgyetang adalah sup ayam gingseng. Ini merupakan makanan stamina. Jelas sangat dibutuhkan.. secara saya kekurangan tidur di pesawat semalam hehe. Jadi setiap 1 orang mendapatkan 1 ekor ayam. Ukurannya tidak terlalu besar dapat dikatakan berukuran sedang. Di dalam daging ayam terdapat gingseng dan nasi. Samgyetang ini juga disajikan di dalam mangkuk batu hitam agar hangatnya bertahan lama. Kalau udara dingin seperti ini memang enaknya menyantap yang hangat-hangat.


     Menu tradisonal Korea biasanya dimasak tanpa menggunakan garam atau penyedap rasa, semuanya alami. Namun biasanya di atas meja juga disajikan garam, kecap asin, kimchi, pir yang difermentasi, dan saus sambal Korea. Jadi apabila kita menyukai makanan yang kaya rasa. Kita dapat menambahkan bumbu-bumbunya sendiri.
Selamat makan semuanya!

Nami Island
     Setelah perut kenyang.. perjalanan di lanjutkan ke Chuncheon, tepatnya ke Pulau Nami. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 2 jam. Di sini saya bisa melanjutkan istirahat hehe. Nah, sesampai di Chuncheon kita harus naik kapal dulu untuk mencapai Pulau Nami. Naik kapalnya tidak terlalu lama sekitar 5 menit.


     Pulau Nami terkenal karena menjadi tempat shooting drama korea, berjudul Winter Sonata, yang tayang pada tahun 2002. Namun mungkin belum banyak yang tahu Pulau nami ini dulunya adalah tempat membuang mayat, ya membuang mayat Jenderal Nami. Jenderal Nami dulu difitnah memberontak negara, dihukum mati, lalu mayatnya dibuang ke pulau terpencil. Hingga akhirnya kebenaran terungkap, namanya dibersihkan, dan pulau terpencil tersebut diberi nama Pulau Nami. Tadinya pulau ini tidak ada nama, isinya juga hanya hutan pinus dan binatang liar. Namun sekarang binatang liar di Pulau Nami sudah langka, hanya ada burung unta yang diletakkan di balik pagar.





     Sekarang isi Pulau Nami adalah deretan pohon pinus, monumen kenangan Jenderal Nami, patung kenangan drama Winter Sonata, kios-kios makanan kecil, dermaga, museum, toko souvenir, dan mushola. Ya, di sini terdapat tempat sholat untuk muslim. Ada di bangunan berwarna kuning di bawah ini.


     Saya juga sempat mencicipi Hotteok, enak sekali rasanya. Hotteok adalah redbean pancake yang terdiri dari telur, gula merah, dan kacang. Recommended! Oh ya, untuk yang muslim lebih baik tidak jajan sosis, karena sosis di sini berbahan daging babi.



Jembatan Tembus Pandang: Soyanggang Skywalk


     Malamnya saya ke Soyanggang Skywalk. Ini adalah jembatan dengan kaca transparan. Jadi kita bisa melihat sungai yang mengalir di bawah kaki kita. Panjang jembatan ini kira-kira 1 km. Di Soyanggang Skywalk ada patung gadis perawan, ia adalah seorang penyanyi. Lagu yang ia nyanyikan diputar di atas jembatan.


    Pengunjung dapat menginjak jembatan kaca. Namun, sebelum menginjak pengunjung harus memakai alas kain di kaki agar jembatan tidak rusak. 




Bersambung.....


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love,
Irena

Thursday, March 15, 2018

Perut kenyang, Dompet tenang, Hati senang!



Halo semuanya!
Kali ini saya mau berbagi beberapa rekomendasi tempat makan yang harganya affordable tapi rasanya ga murahan. Dan tentu… tempat makannya juga nyaman!
Ok, let’s find out!

1. Nasi Uduk Pak Jhon
Di mana: Taman Jajan Bintaro, Tangerang Selatan
Harga: < 50.000
     Mungkin sekitar tahun 2001 adalah kali pertama saya mencicipi hidangan disini. Saya sudah menjadi pelanggan sejak bertahun-tahun silam. Menu utama nya nasi uduk dengan tambahan ayam goreng, tempe, tahu, usus, dll. Nasi uduknya harum dengan taburan bawang goreng di atasnya. Jangan lupa ditambah sambal ya biar makin lengkap. Oh ya tipe nasi di sini bukan nasi yang lembut, tapi lebih ke nasi yang kering dan tidak lengket satu sama lain (seperti tipe nasi goreng). 


2. Ketupat Sayur H. Mahmud
Di mana: Jl. Raya Kebayoran lama pal 7 no 8, Jakarta
Harga: < 50.000
    Mau makan ketupat sayur dengan porsi yang banyak terus kita bisa milih isian sesuka hati? Nah, pertama-tama kita akan diberikan semangkuk ketupat sayur polos lalu kita bebas memilih isinya. Beberapa pilihan isi adalah pindang bandeng, daging semur/rendang, ayam, tahu, tempe, kentang, jengkol, atau empal. Untuk gambaran harganya, ketupat sayur polos 12.000, telur 4.000, jengkol 5.000, bandeng 14.000, dan seterusnya. Kalau rasa sih ga usah di tanya lagi, ketupat sayur betawi di sini rasanya yumm! Tempat makan ini buka dari jam 7 pagi- 5 sore. 


3. Ayam Hari-Hari
Di mana: Jl Tawakal, Grogol (dekat FKG Trisakti), Jakarta
Harga: < 50.000
     Di sini yang mantab adalah sambalnya! Cobain sambal merahnya pasti ketagihan. Efek makan ayam hari-hari adalah senang, nangis, bibir perih, dan hidung meler haha.. jagoan kalau ga! Kalau mau yang lebih 'kalem' bisa pesan menu yang pakai sambal hijau. Menu ayam yang saya rekomendasikan adalah ayam goreng telur, ayam kremes, dan ayam bumbu bali. 

Ayam goreng telur

Ayam bumbu bali

4. Saung Pak Ewok
Di mana: Jl Bukit Tunggul No, Taman Kencana, Bogor
Harga: < 50.000
     Ketika memasuki Saung Pak Ewok kita akan melihat deratan kursi dan langit-langit yang terbuat dari kayu, hal itu memberikan kesan homey dan kesederhanaan. Ketika datang ke sini jangan lupa pesan cireng bumbu rujak ditemani dengan oreo cappucino, mantap! Untuk dessert saya rekomendasikan sop buah duren.


Cireng

Sate jamur

5. Sop Duren Lodaya
Di mana: Jl. Lodaya no. 1, Bogor Tengah, Bogor. 
Harga: <50.000
     Bagi kalian penikmat raja buah diwajibkan datang kesini dan bagi kalian yang belum menjadi penikmat disarankan tetap datang! (hahaha) Sop duren disajikan di dalam mangkuk dengan dua ukuran, ukuran pas dan mabok (baca: sedang dan besar). Disajikan duren nya saja (sudah tidak ada biji) yang bertekstur sangat lembut, dilengkapi dengan es batu kecil-kecil. Menu nya juga bervariasi seperti sop duren lengkap (kacang ijo, ketan item, dan roti), brorry (brownies dan strawberry), buah (kombinasi buah), cendol, negro (ketan hitam), anggur, dan spesial (bebas memilih dua jenis topping). Selain itu terdapat menu pempek, batagor, roti bakar, dll. Tempat makan nya juga bersih, terang, dan ber AC. 

Sop duren brownies dan strawberry

Sop duren oreo dan brownies




Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.

Love,
Irena

Saturday, February 17, 2018

Pertama Kali.. Ikut Kajian

Halo guys!
Di tulisan saya kali ini, saya mau menceritakan pengalaman pertama saya mengikuti kajian di masjid.

Mungkin beberapa dari kalian ada yang sudah sering ikut / terkadang ikut / seperti saya belum pernah?

Tulisan kali ini bertujuan untuk berbagi pengalaman pertama, apa yang saya lakukan, bagaimana perasaan saya, apa yang ada dipikiran saya, dan hal-hal yang menurut saya dapat dijadikan inspirasi untuk orang lain agar lebih baik lagi.

Awalnya tidak terbesit dipikiran untuk datang. Namun teman saya mengajak untuk datang. Saya pikir, "yaa ok lah saya pun sedang senggang." Saya pergi ke kajian pada hari kamis 15 februari 2018 di Masjid Al-falah, BSD. 

Pertama-tama kami sholat dzuhur berjamaah sekitar pukul 12 siang. Lalu dilanjutkan kajian sekitar pukul 12.30. Ternyata tidak semua jamaah sholat mengikuti kajian. Beberapa ada yang memilih untuk pulang.

Selanjutnya saya pindah ke barisan paling belakang untuk bersandar pada tembok. Ya saya memiliki skoliosis, pada saat itu saya masih tidak tahu berapa lama waktu yang dihabiskan untuk kajian. Kalau duduk terlalu lama tanpa bersandar, saya takut skoliosis saya terasa tidak nyaman.

Beberapa saat sebelum kajian dimulai, sebagian besar orang mengeluarkan buku tulis dan bulpen. Haha ini mungkin saya yang norak. Tapi saya terkagum-kagum dengan usaha mereka untuk belajar agama. Dan.. tentunya saya tidak membawa alat tulis, jadi saya hanya mendengarkan saja.

Lalu saya perhatikan kembali, ada nenek-nenek, ada ibu-ibu yang membawa anaknya, ada anak muda juga. Wah! Saya semakin kagum, bayangkan saja wanita berusia lanjut namun masih punya semangat untuk belajar, datang membawa buku dan alat tulis. Keren! Ibu-ibu membawa anaknya untuk belajar, meskipun anaknya tidak memperhatian kajian, namun secara tidak sadar anak itu belajar dari perilaku ibunya. Dan yang terakhir anak muda seperti saya.. di lingkungan sehari-hari saya, anak muda biasanya menghabiskan waktu untuk bekerja keras dan bersosialisasi. Jadi menyempatkan diri datang kekajian siang-siang adalah perbuatan yang perlu diacungi jempol! Hebat.

Saya datang karena diajak teman, jadi saya tidak banyak tahu tentang kajian yng sedang diadakan. Ada wanita muda yang duduk di samping saya bertanya, “mbak menurut brosur dapet buku dan makalah, ini bisa didapat di mana ya?” Ya tentu saja saya jawab, “tidak tahu mbak.” Pertanyaan si mbak terdengar sepele, tapi bagi saya tidak. Berarti orang ini datang ke kajian dengan niat mendengarkan ilmu dan membaca ilmu, agar ilmu yang didapat lengkap. Semangat yang bagus, pikir saya.

Ini bukan pertama kalinya saya mendengarkan kajian, biasanya via YouTube. Sembari kegiatan sehari-hari saya nyalakan YouTube dan mendengarkan kajian. Namun datang langsung dan mendengarkan di masjid, terasa berbeda. Saya merasa nyaman dan merasa tujuan saya lebih cepat tercapai. Lalu saya teringat dengan kalimat yang mengatakan, teman dan lingkungan dapat mempengaruhi iman kita kepada Tuhan atau kalau ingin hijrah pindahlah ke lingkungan yang mendukung... benar juga ya.

Berbicara mengenai isi kajian. Dari yang saya tangkap ini adalah kajian bersambung. Jadi hal yang ustad katakan ada kaitannya dengan ceramah sebelumnya. Di sini saya mencoba mencerna apa yang disampaikan. Terkadang Ustad juga mencoba menyampaikan dengan gaya bahasa anak muda, seperti kata” bro” dan “sis”, mungkin biar pendengar tidak bosan.

Di lingkungan sehari-hari saya jarang melihat wanita yang memakai jilbab syar’i. Jilbab yang menutup dada dan dress longgar jadi tidak membentuk lekukan tubuh. Di sini yang mengikuti kajian hampir semua memakai jilbab syar’i, bahkan sebagian kecil ada yang memakai niqab. Lalu saya berpikir, kalau saya ada lingkungan seperti ini mungkin saya bisa berpakaian seperti mereka. Mhhh.. kira-kira kapan itu bisa tercapai? Saya berdoa kepada Tuhan agar tercapai. Seperti hal nya sekarang, ketika saya memutuskan memakai kerudung.. perjalanannya tidak singkat.

Lalu sekitar pukul 13.30 ustad menutup kajian. Saya pikir, "wah ternyata ga lama ya kajiannya." Kurang lebih hanya 1 jam. Jujur saja karena selama kajian saya fokus mendengarkan sembari memperhatikan hal-hal disekitar, 1 jam jadi tidak berasa sama sekali.

Simpulannya adalah saya tertarik untuk ikut kajian lagi. Mungkin di tempat berbeda untuk merasakan pengalaman berbeda. Saya berharap orang yang membaca tulisan ini juga turut sharing di kolom komentar tentang bagaimana sudut pandang kajian / pengalaman kajian / apa saja boleh. Saya sangat senang membaca pengalaman orang lain. Lalu saya juga berharap, anda semua yang membaca tulisan ini selalu dekat dengan sang maha pencipta dan selalu di bawah lindunganNya. Amin.


Semoga tulisan saya permanfaat bagi yang membacanya

Love

Irena

Friday, January 12, 2018

ISTANA UNIK DI MEDAN

Halo guys,
kali ini saya mau menceritakan salah satu istana unik di Indonesia, tepatnya di Medan! Istana ini namanya Istana Maimoon.


     Beberapa waktu lalu saya berkesempatan untuk datang ke sana, senang sekali rasanya mengenal budaya baru. Istana ini sudah tidak beroperasi lagi layaknya istana kerajaan namun sebagai tempat wisata. Sebelum memasuki Istana Maimoon pengunjung harus membayar tiket sebesar Rp5000,00. Lalu pengunjung diwajibkan melepas alas kaki untuk masuk. Sebelum pintu masuk ada orkestra kecil yang memainkan musik tradisonal, menarik sekali. Semakin terasa kalau saya sudah di Medan hahaha.

     Ketika masuk saya melihat lantai dan dinding ruangan yang memilki motif lucu dan warnanya yang berwarna-warni. Sebagai penyuka estetika saya menyukainya! Di dalam istana juga terdapat beberapa kios yang menjual souvenir. Sejujurnya, saya kurang nyaman dengan aktivitas berjualan di dalam istana. Alangkah lebih baik istana ini hanya untuk bernostalgia kerajaan di masa lalu dan untuk menikmati sejarah saja. Menurut saya lebih baik kios-kios souvenir diletakkan di bagian luar istana.

Image by tutoba,com 

     Di dalam istana terdapat lambang kerajaan yang megah, silsilah keluarga yang sangat besar, foto-foto raja dari tahun ke tahun, foto-foto keluarga kerajaan, dan beberapa sejarah singkat tentang kerajaan maupun tokoh kerajaan. Di samping itu juga ada penyewaan baju tradisionl jadi bagi yang  ingin merasakan seperti menjadi bagian dari kerjaan, Anda dapat menyewa baju tersebut dan berfoto-foto.

Image from tripadvisior.com.sg 
Image from fanydev.blogspot.co.id

     Istana ini bila dilihat dari luar memiliki dua lantai. Namun yang dioperasikan untuk wisata hanya di lantai dua saja. Di dalam Istana terdapat beberapa ruangan. Untuk sisi kiri dan kanan ruangan kurang lebih sama. Sedangkan di bagian tengah terdapat singgasana raja.

SEKILAS SEJARAH KERAJAAN MELAYU DELI

     Pada abad ke 16 berdiri sebuah kerajaan, yang bernama kerajaan Aru terletak di daerah Sungai Lalang Delitua. Pada tahun 1612 kerajaan Aru ditaklukkan oleh pasukan kerajaan Aceh, dibawah pimpinan Panglima Hisyamuddin seorang turunan dan Zulkarnaeni Bahasid Syekh Batraluddin Hindustan dan negeri Shindi Hindustan.
     Dan akhirnya ia diangkat oleh Sulthan Iskandar Muda dari kerajaan Aceh sebagai wakil kerajaan untuk daerah Sumatera Timur yang berkedudukan di sungai Lalang dan diberi gelar Panglima Gocah Pahlawan.
     Raja Deli pertama Tuanku Panglima Gocah Pahlawan diangkat pada tahun 1632, setelah itu sudah ada 14 Raja yang turun temurun menggantikan. Hingga yang terakhir ke 14 adalah Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam.


Note:
- Mengenai Istana Maimoon tidak hanya saya ceritakan di sini, namun juga saya buat dalam bentuk video, Anda dapat melihatnya dengan klik di sini.
- Foto-foto saya ambil dari beberapa website karena ketika ke istana saya tidak berpikir untuk mempublikasikannya di blog hehe


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love,

Irena