Tuesday, August 7, 2018

Pertama Kali Ke Eropa Sebagai Hijaber #2


Halo semuanya!
Pada tulisan kali ini saya kembali menceritakan pengalaman saya pertama kali ke Eropa sebagai hijaber. Kalau melihat tulisan pertama saya.. sepertinya cerita saya masih jauh dan tidak tahu sampai postingan ke berapa cerita ini berakhir, tapi semoga kalian tidak bosan ya!
  
     Pagi ini saya ada di Zurich (Swiss). Dari awal trip ini dimulai saya selalu penasaran bagaimana sih negara Swiss itu? Bagaimana sih pegunungan salju itu? Dan untungnya hari ini saya menuju ke Pegunungan Titilis tempat salju abadi. Menyenangkan bisa memuaskan rasa penasaran!
     Ketika bersiap-siap saya memutuskan menggunakan rok panjang dengan dalaman legging tebal yang sampai menutupi telapak kaki. Tidak lupa saya membawa celana longjohn incase terasa sangat dingin. Saya cukup bosan menggunakan celana terus menerus. Sekali-kali ingin juga pakai rok hehe.
   Sampai di wilayah pegunungan Titlis.. wah, saya senang sekali karena dekat dengan alam! Hamparan pegunungan, puncak gunung berwarna putih, udara yang bersih, rasanya batin ini segar sekali.. Untuk naik ke atas, pengunjung harus menggunakan cable car dengan kapasitas 50 orang, itupun pengunjung berdiri. Sampai dipemberhentian, terdapat toko souvenir dan cafe.


     Namun untuk ke atas pegunungan harus kembali naik cable car dengan kapasitas 4-6 orang, nah kalau di sini pengunjung dapat duduk. Sampai di atas terdapat ruang terbuka, jadi pengunjung dapat bermain salju, berfoto, atau mencoba perosotan salju ala-ala ditempat yang ada undakannya. Ternyata bermain salju dengan menggunakan rok tidak merepotkan, malah saya senang karena foto saya jadi terlihat bagus hehe. Saya berharap lain waktu saya dapat kembali ke sini lagi, Amin.



     Esoknya saya pergi ke Danau Titisee (German). Suasana di sini cukup menyenangkan, danau terbentang luas, pantulan langit yang jernih, deretan pohon berjajar rapi, dan yang paling penting udara yang segar! Tempat ini juga terkenal dengan cuckoo clock nya, jadi kalau kamu penggemar barang vintage jangan lupa beli ya!



    Menjelang sore saya menuju Strasbourg (Perancis). Di sini saya makan malam di sebuah restaurant lokal bernama Le P’ti Max, penyajiannya lumayan lama, padahal pengunjung tidak banyak, tapi setelah makanannya datang.. ternyata rasanya enak sekali.Ya.. rasa bosan dan jengkel karena menunggupun terbayarkan.



     Setelah makan malam saya berjalan-jalan keliling kota Strasbourg. Kota ini indah, bangunannya authentic, jalanannya ramah pejalan kaki, udaranya segar, selain itu meski saya berjalan malam-malam tapi langit tetap terang. Saya perhatikan di kota ini cukup banyak hijaber, kalau saya perhatikan dari wajahnya sebagian besar dari mereka sepertinya penduduk lokal. Saya mulai berpikir apakah kota ini ramah untuk muslim? Maksud saya, apakah ada tempat sholat di mana-mana seperti di Jakarta? Apakah mudah mencari makanan halal? Karena dua hal itu yang terpenting dalam memilih tempat tinggal.


     Malam ini saya hanya berjalan mengelilingi kota dan kembali lagi ke hotel ketika langit sudah benar-benar gelap. Saya harap suatu hari saya bisa kembali ke kota ini untuk mencari tahu lebih banyak.
     Esoknya perjalanan saya dilanjutkan menuju Cologne (German). Tempat ini terkenal dengan cathedral bergaya gothic dan cologne nya. Ya, wewangian cologne berasal dari kota Cologne! Jadi kalau suka dengan sesuatu yang authentic kalian wajib beli cologne di sini. Di bagian luar cathedral banyak sekali pengunjung. Dari yang hanya sekedar duduk, berfoto, berjalan-jalan, berbincang, sampai ada yang bermusik sambil berjoget. Di sini saya juga beberapa kali berpapasan dengan turis dari Indonesia.




Bersambung…

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.

Friday, July 20, 2018

Pertama Kali Ke Eropa Sebagai Hijaber


Halo semuanya!
Nah kali ini saya mau menceritakan pengalaman pertama kali ke Eropa dengan memakai hijab.. singkatnya, campur aduk!


     Alhamdulillah beberapa waktu lalu saya mendapatkan kesempatan untuk berkeliling Eropa. Negaranya antara lain Italia, Jerman, Perancis, Belgia, Belanda, dan Swiss. Ditulisan kali ini saya tidak akan menceritakan secara terperinci pengalaman sebagai hijaber di setiap tempat, tapi apabila ada yang membekas di hati akan saya sebutkan tempatnya.
     Sebelum berangkat saya terlebih dahulu searching di internet mengenai hijaber-hijaber di Eropa. Dari Google, YouTube, Instagram, dan sebagainya. Jujur setelah searching rasa enggan untuk pergi semakin menyeruak. Saya takut kena diskriminasi, dipandang aneh, susah ibadah, susah makan, lalu nanti ketika di gate pemeriksaan bandara jangan-jangan saya malah disuruh buka hijab untuk diperiksa, dan sebagainya..
     Namun visa sudah ada, tiket sudah dibeli, ya sudah saya tetap berangkat sambil berdoa semoga selalu berada dilindunganNya. Penerbangan saya menggunakan pesawat Qatar Airways dari negara Qatar. Qatar adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Ketika melihat kertas menu makanan pesawat, di bagian bawah menu tertulis bahwa menu makanan sudah disesuaikan dengan hukum Islam. Wah! Saya senang jadi saya tidak usah khawatir apakah ini halal atau haram. Dari Indonesia saya terbang ke kota Doha (Qatar) untuk transit, bandara di sini juga ada tempat sholat. Saya merasa lega, karena nanti di Eropa akan jarang sekali menemukan tempat umum yang ada tempat sholatnya. Setelah transit selama 2 jam saya melanjutkan penerbangan menggunakan Qatar Airways ke Bandara Internasional Malpensa (Italia). Sesampai di Bandara tentu saja tidak ada tempat sholat hehe. Di sini saya juga merasa lega ternyata pemeriksaan di gate juga lancar. Ternyata pemeriksaannya standar aja, lepas jaket, ikat pinggang, jam, dan lainnya.
     Destinasi pertama saya adalah ke Pisa melihat Menara Miring. Selain Menara Miring juga ada museum, gereja, taman, dan toko souvenir. Beberapa tahun yang lalu ketika belum berhijab saya sudah pernah ke sini. Pada saat itu saya cuek aja kalau mau jalan sendiri, mau masuk melihat gereja, atau berfoto di sekitar gereja. Entahlah saat ini saya ada keresahan. Namun ketika memasuki wilayah Menara Miring ternyata beberapa pengunjung juga mengenakan hijab. Saya perhatikan mereka juga biasa saja. Berwisata dan berfoto seperti pengunjung lainnya. Wah saya merasa lega.
    Dari awal niat saya memang hanya ingin berwisata dan mengenal keragaman budaya. Namun karena melihat segala macam berita di Internet muncullah keresahan. Sekarang saya jadi merasa agak berlebihan merasa resah, mungkin yang tertulis di Internet tidak selalu akurat dan ini adalah pengalaman pertama saya ke Eropa sebagai hijaber. Untuk makan, di sini saya makan di restoran cina di sekitaran Menara Pisa, tempatnya keluar dari pembatas wilayah Menara dan ada diujung jalan. Yeayyy sampai Eropa tetap makan nasi! Hehehe.
     Besoknya jadwal tur saya adalah ke Saint Peter Basilica di Vatikan. Vatikan adalah negara kecil di dalam negara Italia. Vatikan juga merupakan pusat agama Katolik dunia. Untuk wisatawan memang diperbolehkan masuk namun harus menggunakan guide local. Beberapa tahun lalu saya sudah pernah ke sini tapi hanya sebatas berfoto di luar saja. Nah, tahun ini saya dan keluarga masuk ke dalam Saint Peter Basilica untuk melihat dan mempelajari sejarah. Untuk informasi, Saint Peter Basilica ini adalah gereja yang terletak pas di bagian depan Vatikan. Orang umum tidak diperbolehkan masuk secara bebas ke dalam Vatikan.
     Dengan dipandu guide local kami masuk ke dalam sembari dijelaskan tentang sejarah bangunan, lebar bangunan, apa saja isi-isi dari bangunan, dan ada bagian dari bangunan yang hanya digunakan berpuluh-puluh tahun sekali. Wah saya kagum ternyata megah sekali. Di dalam juga banyak sekali pengunjung. Gerejanya juga sangat luas, karena keterbatasan waktu memang tidak bisa melihat satu persatu secara detail. Untuk pengunjung hijaber juga ada, tapi memang tidak sebanyak ketika saya berkunjung ke Menara Miring. Saya perhatikan juga orang-orang tidak memandang saya dengan aneh, saya layaknya seperti ribuan pengunjung yang datang, mungkin karena ini juga sekaligus tempat wisata jadi siapa saja bebas berkunjung.
     Lusanya saya pergi ke Duomo Di Milano yaitu pusat perbelanjaan. Di sini kita bisa berbelanja, makan, atau hanya sekedar menikmati suasana. Oh ya, di sini juga di jual gelato super enak! Yang mau ke sini boleh dicoba, nama tokonya Granaio. Karena memakai hijab penjual juga menjelaskan ke saya mana gelato yang menggunakan alkohol mana yang tidak.
   Nah, di sini saya berpapasan dengan (kalau saya perhatikan dari wajahnya) pengunjung dari timur tengah, berusia sekitar belasan sampai 20an, mereka pergi sekitar berlima. Beberapa dari mereka menggunakan “hijab gaul,” ya hijab yang bagian depan rambutnya sengaja diperlihatkan, kainnya diletakkan di tengah kepala, dan bagian antara leher dan bahu juga terlihat. Memakai hijab seperti itu memang salah karena tidak sesuai dengan aturan. Tapi saya lihat orang-orang juga cuek aja, entah karena tidak mengerti atau merasa tidak berhak menilai. Sayapun hanya melihat sambil lalu sambil berjalan tanpa menengok lagi ke belakang. Karena itu juga yang dilakukan orang-orang di sekitar. Namun saya tentu mendoakan mereka agar hidayah turun lalu menggunakan hijab lebih baik lagi. Sayapun juga masih belajar menggunakan hijab dengan benar. 


Bersambung…


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.
    

Monday, June 11, 2018

Tradisi Bulan Ramadan di 5 Negara dengan Waktu Puasa Terlama

Dapat dikatakan menjalankan ibadah puasa di Indonesia tidaklah sulit, karena mayoritas penduduknya beragama Islam, waktu berpuasa yang tidak terlalu lama, Masjid ada di mana-mana, dan yang menjual ta’jil / makanan berbuka ada di mana-mana.
Tapi bagaimana ya kalau di negara-negara lain?

KOREA SELATAN
     Waktu berpuasa di Korea kurang lebih selama 17 jam. Islam adalah agama minoritas di Korea oleh karena itu tidak semua penduduknya mengenal puasa ramadan. Tempat-tempat makan juga beroperasi secara normal, berbeda dengan Indonesia di beberapa tempat makan biasanya baru beroperasi di siang / sore hari. Jumlah Masjid di Korea juga sangat sedikit. Menu makanan bulan ramadan di Korea juga berasal dari berbagai negara karena kebanyakan muslim di Korea merupakan pendatang.

JEPANG
     Waktu berpuasa di Jepang kurang lebih selama 16-17 jam. Sama dengan Korea, Islam adalah agama minoritas di Jepang jadi semua aktivitas berjalan seperti biasanya. Tempat yang cukup ramai pada saat bulan ramadan adalah Japan Islamic Centre. Biasanya akan diadakan dialog keagamaan, majelis taklim, shalat tarawih berjamaah, penerbitan buku-buku Islam, dan sebagainya. Tempat ibadah lainnya adalah Masjid Tokyo Camii. Biasanya Masjid Tokyo Camii akan memberikan makanan berbuka gratis, menunya cenderung ke masakan khas Timur Tengah, seperti kari.

MESIR
     Waktu berpuasa di Mesir kurang lebih selama 16 jam. Banyaknya umat muslim di sini menyebabkan ketika jam-jam sholat Masjid penuh sekali dengan jamaah. Di sini juga banyak umat muslim yang berlomba-lomba mendirikan tempat buka puasa gratis maupun memberi santunan di jalan-jalan. Biasanya umat muslim menyantap hidangan khas ramadan seperti eldin (jus aprikot), zabadi (yogurt), medamis (kacang fava), atau torshi baladi (acar).

JERMAN
     Menjalankan puasa di Jerman selama 19 jam. Sebagian besar umat muslim di Jerman berasal dari Turki, oleh karena itu atmosfir Turki sangat terasa. Setelah berbuka dengan air putih dan kurma serta sholat magrib di Masjid. Jamaah akan disajikan harira, sup khas Maroko yang terbuat dari kacang-kacangan dan dikombinasikan dengan daging kambing atau sapi.

RUSIA
     Menjalankan puasa di Rusia selama 17 jam. Umat muslim di Rusia yang angkanya terus naik menyebabkan Masjid pada bulan ramadan tidak pernah sepi. Tidak hanya itu biasanya di bulan ramadan terdapat bazar dadakan di hampir semua Masjid. Ketika berbuka umat muslim di sini biasanya menyantap hinglash (roti isi keju) atau galnash (roti gandum).





Sumber referensi:






Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love,
Irena.

Monday, May 14, 2018

Berbagai Olahan dan Produk Milo


Meskipun olahan maupun produk Milo tidak asing lagi bagi banyak orang. Namun belakangan ini produk Milo sedang naik daun. Jadi, tidak ada salahnya kali ini saya membahas beberapa olahan atau produk Milo yang tersebar luas di masyarakat. (Fyi, ini bukan iklan berbayar ya hehe)

1. ES KRIM MILO
     Awalnya yang saya tahu es krim ini hanya ada di Malaysia. Hingga bulan februari 2018 kemarin es krim milo resmi masuk di Indonesia. Awal-awal agak susah sih ya nyarinya.. tapi semakin ke sini semakin banyak tempat yang menjualnya. Seperti di Ranch Market, Podjok Halal, AEON, Grand Lucky, dsb. Teksturnya lembut dan bagian luarnya ada krim coklat berbentuk garis-garis.



2. ES KEPAL MILO
     Nah, ini dia yang viral banget! Es kepal milo ini bukan produk nestle seperti es krim milo. Jadi ini adalah resep yang dibuat sendiri oleh masyarakat. Es kepal milo adalah es serut yang dilumuri dengan saus coklat yang terbuat dari bubuk milo 3in1 dan susu kental manis. Biasanya juga disajikan dengan berbagai macam topping seperti kacang, meses, coco crunch, atau bubuk milo itu sendiri.

Foto dari www.foody.id


3. MILO CUBE
     Milo cube adalah cemilan susu milo yang berbentuk kotak. Cara menikmatinya bisa langsung dikunyah tanpa diseduh terlebih dahulu. Meskipun milo cube ini banyak penggemarnya, sayangnya belum diproduksi di Indonesia. Jadi kita harus membelinya di berbagai online shop yang menjual makanan import. Teksturnya agak keras namun apabila sudah pecah dimulut akan terasa lumer, enak!

Foto dari http://trinhtrangshop.com

4. MILO NUGGET
     Kalau yang ini pasti sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Milo nugget adalah cemilan bertekstur crunchy yang dilapisi cream coklat. Produk ini sudah tersebar luas di berbagai tempat, dari minimarket sampai supermarket.

Foto dari www.ebay.com


5. MILO FILLED COOKIES
     Cemilan yang satu ini juga belum diproduksi di Indonesia, jadi kalau ingin mengkonsuminya kita harus membeli di online shop yang menjual makanan import. Biskuit ini berwarna coklat, bertuliskan ‘Milo,’ berbentuk bulat dengan isian cream coklat. Rasanya cenderung lebih manis dibandingkan dengan bubuk milo 3in1.

Foto dari https://shopping.line.me


6. MILO BOWL
     Produk yang satu ini adalah sereal. Bungkusnya praktis karena berbentuk bowl. Jadi kita tinggal tuang susu dan siap disantap. Produk ini juga sudah tersebar luas di berbagai tempat dari minimarket sampai supermarket. Milo bowl ini berbentuk bulat kecil-kecil, berwarna coklat, dan ketika digigit sangat crunchy.

Foto dari www.bizzy.co.id




Ya itu tadi beberapa olahan dan produk milo, jadi yang mana nih yang jadi favorite kamu?


Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya.
Love,
Irena.

Wednesday, April 18, 2018

South Korea Trip #3


Korea Si Negeri Gingseng
Sudah bukan menjadi rahasia umum Korea disebut-sebut sebagai negeri gingseng. Mengapa demikian?

31.03.2018
Rahasia Gingseng Korea
     Selamat pagi dari Seoul! Pagi ini saya mengunjungi tempat penjualan gingseng. Sayangnya di sini tidak boleh foto atau video. Jadi saya menceritakannya hanya melalui tulisan..
    Kenapa Korea disebut sebagai negeri gingseng? Karena Korea memproduksi gingseng  dengan nutrisi (saponin) berkali-kali lipat lebih banyak dari negara lain. Yang bekerja sebagai petani gingseng juga tidak boleh sembarangan, pemerintah mengawasi dari menanam bibit hinga panen. Untuk pembelian oleh warga negara asing juga dibatasi, 1 paspor tidak boleh membeli lebih dari 7 kotak gingseng setiap tahun. Hal ini dicurigakan akan terjadi jual-beli.
     Gingseng dengan kualitas terbaik yaitu yang berusia 6 tahun hanya dijual di dalam negeri saja. Penjualan gingseng juga disertai asuransi dari Samsung. Sedangkan gingseng yang berusia 4-5 tahun baru di ekspor ke luar negeri. Masyarakat Korea memiliki rasa nasionalis yang tinggi, oleh sebab itu produk terbaik hanya dijual di dalam negeri.
     Biji gingseng sebelum ditanam, dikeringkan terlebih dahulu selama 100 hari. Lalu ditanam di dataran rendah selama 2 tahun. Setelah gingseng sudah berusia 3 tahun, gingseng akan diseleksi, yang kuat (tumbuh dengan baik) akan dipindah tanam atau ditransplantasi ke dataran yang lebih tinggi, kurang lebih 400m lebih tinggi dari dataran sebelumnya. Tujuannya agar gingseng dapat menyerap nutrisi lebih banyak.
     Gingseng terbaik Korea matang apabila sudah berusia 6 tahun. Jadi di musim gugur tahun ke 6 biasanya bulan oktober, para petani akan memanen gingseng. Setelah dipanen akan dibagi menjadi 3 tingkatan berdasarkan kualitas. Kualitas terbaik adalah kualitas heaven, lalu earth, dan yang terakhir good. Tidak semua bibit gingseng yang ditanam dapat bertahan selama 6 tahun dengan kualitas heaven. Dari 100 bibit hanya 0,7 persen saja yang dapat bertahan sampai kualitas heaven.
     Gingseng dengan kualitas heaven memiliki 2 warna. Di bagian luar berwarna putih kuning, sedangkan di dalamnya berwarna merah. Dua warna ini disebut Ying dan Yang artinya adalah keseimbangan, seperti bendera Korea. Gingseng heaven ini aman dikonsumsi untuk bayi berusia 8 bulan hingga orang tua atau ibu hamil, tanpa efek samping. Sayangnya, gingseng kualitas heaven tidak di ekspor.
     Setelah gingseng-gingseng dipanen, tanah yg dipakai tidak dapat digunakan untuk 10-15 tahun ke depan. Karena nutrisi di dalam tanah sudah habis di serap oleh gingseng sebelumnya. Jadi harus direboisasi terlebih dahulu. Biasanya akan ditanami oleh pohon apel.
     China adalah negara mengimpor gingseng terbesar. Namun yang disebut sebagai motherland of gingseng adalah Korea Selatan. Hal ini disebabkan oleh kualitas gingseng Korea Selatan. Cara merawat tanaman gingseng juga tidak mudah. Biasanya ladang gingseng ditutupi karena tidak bisa terkena sinar matahari terlalu lama. Di atas tanah biasanya ditutupi jerami karena takut air hujan jatuh langsung kena tanah. Gingseng adalah tanaman sensitif tidak boleh banyak kena air maupun sinar matahari.
     Gingseng yang berusia 6 tahun tingginya hanya 40cm saja. Setiap tahun gingseng hanya akan tumbuh 5 helai daun.
     Korea Selatan biasanya mengekspor gingseng yang berusia 4 tahun atau 4 tahun ke bawah, yang biasa kita sebut Korean Gingseng. Sebenarnya gingseng-gingseng itu belum matang. Itulah kenapa apabila membeli Korean Gingseng di luar Korea lalu kita mengkonsuminya akan terasa panas di tubuh.
     Menurut penjelasan yang saya dapat, fungsi-fungsi dasar gingseng adalah (1) semenjak tahun 2013 gingseng sudah teruji secara klinis baik untuk tubuh. Di jerman dan Amerika mereka membuat anti cancer dengan panas gingseng dari Korea, (2) sebagai salah satu bahan dari Pharmaton untuk kesehatan dan stamina tubuh, (3) baik untuk fungsi otak, menambah daya tahan tubuh, menjaga sistem organ dalam tubuh, tidak hanya jantung, liver, ginjal, tapi juga sistem pencernaan, (4) anti oksidan, anti aging, stamina untuk para pria.

Tempat shooting K-Drama.. Namsan Seoul Tower!
     Menjelang sore saya pergi Naman Seoul Tower atau kebanyakan orang menyebutnya N Seoul Tower. Lokasinya terletak di Namsan, Seoul, Korea Selatan. Tiba diparkiran ternyata pengunjung harus jalan kaki menanjak sekitar 100m. Ya.. dinikmati saja, karena di kiri dan kanan terdapat pemandangan kota Seoul yang indah.



     N Seoul Tower ini sebenarnya adalah sebuah pemancar radio yang dibangun pada tahun 1969 dan dibuka untuk umum pada tahun 1980.



     Sesampai di area tower, di bagian bawah terdapat gembok cinta. Banyak sekali gembok yang terpasang di pagar-pagar atau ditiang-tiang. Biasanya orang-orang akan menulis namanya dan pasangan di gembok, lalu memasang dan mengunci gemboknya, lalu kuncinya dibuang ke kaki gunung. Filosofinya adalah cinta pemiliki gembok dan pasangan akan abadi selamanya.




     Sejujurnya karena keterbatasan waktu saya tidak sampai menaiki N Seoul Tower hanya menikmati dari bawah saja. Tapi kalau kalian tertarik untuk naik akan dikenakan biaya. Di area N Seoul Tower juga banyak sekali kios makanan dan kios souvenir.
     Ketika saya ke sini saya teringat K-Drama yang dulu pernah saya lihat, Boys Before Flower, kalau di drama rasanya tempat ini sepi. Ternyata ramai sekali. Terlebih lagi banyak yang berjualan di area tower. Ya.. namanya juga drama hehehe.




Berburu skincare dan kuliner di Myeongdong!
     Menjelang malam saya pergi ke Myengdong. Wah bagi kalian yang doyan jajan rasanya wajib banget ke sini. Di sepanjang jalan banyak sekali kios-kios makanan. Tapi bagi saya yang muslim, saya ragu apakah makanan ini halal atau tidak. Jadi ketika sampai saya memutuskan untuk minum di starbucks dulu untuk mengganjal perut.



     Memasuki area jajanan, saya langsung menemukan kios kebab yang ada tulisan halalnya. Wah, saya langsung beli deh. Saya pesan lamb kebab, rasa dagingnya kenyal bumbunya pedas, dan lebih banyak sayurnya dari pada dagingnya. Menurut info yang saya dengar masih ada kios lain yang ada tulisan halalnya. Tapi sayangnya saya tidak ketemu. 



    Di sini juga banyak counter skincare Korea yang kalau kalian beli di Indonesia harganya lebih mahal. Seperti Holika-holika, Nature Republic, Laneige, Etude, dan lain-lain. Di sini saya sempat mencari counter COSRX tapi.. kok tidak ketemu ya? Apa tidak ada di Myeongdong? Selain itu juga ada produk fashion seperti Fila, Nike, Adidas, New Balance, dan lain-lain. Rata-rata beli di sini harganya juga lebih murah. Karena Myeongdong ini luas dan banyak sekali kios waktu 2 jam rasanya tidak akan cukup. 




     Oh ya setiap belanja jangan lupa keluarkan paspor ya agar tax free, hehe.
     Selanjutnya saya pulang ke hotel dan tidak ke mana-mana lagi karena harus packing koper. Tips traveling dari saya adalah bawa 2 koper. 1 koper kecil, 1 koper besar. Pas berangkat pasti isi kopernya kosong banget. Tapi pas pulang biasanya akan penuh. Nah, daripada beli koper di luar negeri, lebih baik bawa sendiri dari Indonesia.

01.04.2018
Sampai jumpa kembali Korea!
     Pagi ini saya sarapan dengan udon yang ditemani dengan kimchi. Khas Korea, apapun makanannya ada kimchi di sampingnya. Lalu saya pergi ke pusat oleh-oleh. Nah, bagi kalian yang muslim biasakan untuk bertanya ke sales (bila bisa bahasa Indonesia/Inggris) atau ke local guide apakah makanan/minuman yang ingin kalian beli halal atau tidak. Karena mencari makanan yang bebas babi, alat masaknya dipisah dengan produksi babi, terlebih lagi yang bertuliskan halal sangat jarang di sini. Jadi kalian harus lebih kritis dan berhati-hati.
     Kalau ke Korea jangan lupa beli susu pisang ya. Entah kenapa susu ini hits banget. Sejujurnya rasanya ga jauh beda sama susu pisang di Indonesia. Mungkin karena tempat minumnya yang super lucu, jadi bagus di foto hehe. Bisa juga ini dijadikan referensi oleh-oleh unik.



     Selanjutnya saya langsung ke Bandara Incheon dan terbang ke Indonesia selama kurang lebih 7 jam.
     Terima kasih Korea Selatan telah memberikan pengalaman baru yang menyenangkan. Lain waktu kalau ada rezeki sayang ingin datang ke sini lagi, kalau bisa lebih eksploratif dan lebih lama. Sampai jumpa!




Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya.
Love,
Irena


Monday, April 16, 2018

South Korea Trip #2


Selamat Pagi!
Pagi ini saya terbangun di Provinsi Gangwon. Pemandangan yang indah.. udara yang segar..  membuat tubuh dan pikiran kembali utuh!

30.3.2018
Pagi di Gangwon-do
     Kemarin malam saya melepas lelah di salah satu penginapan di Tosengmyeon, Gangwon-do. Enak sekali dapat beristirahat di atas kasur, mengingat kemarin malam beristirahat di pesawat hehe. Ada yang unik dengan penginapan di Korea. Masyarakat Korea menganut gaya hidup sehat jadi di sini menggunakan kasur kesehatan yang cenderung keras. Beberapa hotel juga menyediakan Ondol. Ondol adalah penghangat ruangan tradisional Korea, biasanya dipakai pada musim dingin.

On the Way Gunung Seorak
     Pagi ini saya mau ke Gunung Seorak. Saat ini bunga-bunga sakura sedang mau mekar, jadi di jalan terlihat kuncup-kuncup bunga sakura. Kalau di Korea nama bunga sakura adalah botkot. Di perjalanan, local guide menceritakan kepada saya tentang sejarah bunga sakura. Dahulu Jepang menjajah Korea selama 35 tahun. Lalu Jepang mengambil bibit bunga sakura dari Korea. Bibitnya mereka ambil, tanam, dan budidayakan. Sampai akhirnya Jepang menyebutnya sebagai bunga nasional. Kalau dipikir-pikir sejarah ini mirip dengan bunga tulip, Belanda, dan Turki.
    Daerah Gunung Soerak adalah wilayah yang bunganya mekar paling lama karena terletak di Korea Selatan bagian utara. Sedangkan daerah Jeju adalah wilayah yang paling cepat karena terletak di Korea Selatan bagian selatan. Selain itu di Jeju udaranya lebih hangat.

Gunung Seorak
  Perkiraan suhu hari ini adalah 8-11 derajat (ditambah angin bisa lebih dingin 2 derajat) jadi setibanya di Gunung Seorak saya harus menggunakan coat. Gunung Seorak ini terletak di daerah paling utara Korea Selatan jadinya berbatasan dengan Korea Utara. Dulu mata-mata dari Korea Utara masuk melalui Gunung Seorak.
     Gunung Seorak merupakan gunung tertinggi ke tiga di Korea Selatan dengan ketinggian 1708m. Tertinggi pertama adalah Gunung Halla (1950m) dan kedua adalah Gunung Jiri (1915m). Nama Seorak juga memiliki arti. “Seor” artinya salju, sedangkan “Ak” artinya gunung tinggi. Kalau sedang turun salju di Gunung Seorak, saljunya tidak mudah mencair.  Gunung Soerak merupakan Taman Nasional di Korea. Selama di area Gunung Seorak tidak diperbolehkan merokok, membuang sampah sembarangan, mengambil kerikil atau daun karena dilindungi oleh pemerintah.



     Di bagian bawah Gunung Soerak terdapat patung beruang yang merupakan lambang Gunung Seorak. Dulu banyak beruang di sini. Namun karena dulu masyarakat korea senang menembaki beruang untuk mengambil empedunya sebagai obat, keberadaan beruang menjadi langka. Akhirnya pemerintah melestarikannya, masih terdapat beruang di hutan Gunung Seorak. Besarnya tidak sebesar beruang kutub namun lebih kecil. Di bagian dada beruang terdapat gambar bulan sabit putih. Oleh karena itu disebut beruang bulan sabit. Selain itu juga terdapat patung Budha. Patung Budha juga cukup besar. Dari sana saya berjalan lagi dan menemukan jembatan kayu yang pemandangannya sangat indah.





     Setelah itu saya berjalan ke arah cable car. Ya, mendaki Gunung Seorak kita menggunakan cable car untuk mencapai setengah ketinggian gunung. Untuk mencapai puncaknya kita harus menanjak lagi sekitar 500m. Di dalam cable car tidak ada kursi jadi kita semua berdiri. Untuk rekomendasi ambillah posisi kanan agar bisa melihat gunung batu putih. namanya Ulsanbawi. Sampai di puncak Gunung Seorak kita bisa melihat jurang-jurang dan pemandangan yang menakjubkan.




     Setelah dari Gunung Seorak saya makan siang dengan menu makan siang yang sehat, yaitu ikan makarel. Tempat makan siang saya juga ada ondolnya. Lantainya terbuat dari batu lalu dilapis dengan kayu. Jadinya terasa hangat, enak sekali hehe. Oh ya, kalau musim dingin Gunung Seorak juga bisa mencpai minus 30 derajat Celsius.

On the Way Seoul
     Setelah kenyang makan siang perjalanan dilanjutkan menuju Seoul. Perjalanan memakan waktu sekitar 2-3 jam. Selama perjalanan saya melewati ladang-ladang dan gunung-gunung. Local guide memberitahu bahwa di atas gunung banyak terdapat kuburan karena di Seoul tidak ada taman pemakaman umum. Masyarakat korea biasanya di kremasi dan abunya diletakkan di rumah duka. Menaruh guci berisikan abu di rumah duka dikenakan biaya. Nah, bila ingin di kubur, masyarakat harus membeli tanah di pegunungan.
     Menurut local guide 60% masyarakat korea memiliki agama dan 40% tidak menganut salah satu dari agama. Agama-agama di Korea antara lain Budha, Protestan, Katolik, dan Islam. Dulu mayoritas agama di sini adalah Budha namun sekarang adalah Protestan. Di Seoul akan terlihat setiap jalan sekitar 1km kita akan menemukan gereja. Sedangkan vihara lebih banyak ada di pegunungan. Menurut local guide, masyarakat korea yang memeluk islam kurang lebih 150.000 orang.

Istana Gyeongbok
     Sesampai di Seoul saya langsung ke Istana Gyeongbok. Ini merupakan istana terbesar yang dibangun Dinasti Joseon. Untuk mencapai bangunan utama istana saya masuk melalui Museum. Di dalam museum banyak barang yang dipakai oleh masyarakat korea sehari-hari. Seru sekali melihat dan mendengarkan penjelasannya!






     Keluar dari Museum saya melewati beberapa bangunan-bangunan yang terkoneksi dengan bangunan utama. Seperti kamar selir, kamar istri, dan sebagainya. Di jalan juga saya melewati bunga-bunga sakura yang mau mekar. Indah sekali.



    Area istana ini cukup luas jadi untuk waktu keseluruhan memakan waktu 1,5 jam untuk sampai ke bangunan utama. Tapi tidak terasa sama sekali! Mungkin karena begitu banyak hal menarik di sini. Dari bangunan, sejarah, barang, dan pemandangannya.



     Hingga akhirnya sampai juga saya di bangunan utama. Di dalamnya terdapat kursi raja. Tempat ini sekarang sudah menjadi tempat wisata dari berbagi negara. Pemerintah Korea Selatan sekarang bukan lagi dipimpin oleh raja namun oleh presiden. Untuk menuju ruangan kursi raja saya perlu naik tangga. Nah bagian tengah anak tangga ada tangga-tangga yang dipagari. Dahulu, hanya raja saja yang boleh melewati tangga tengah. Sampai di atas pengunjung tidak boleh masuk ke dalam ruangan. Hanya sebatas melihat dari luar saja. Interior bernuansa merah, emas, dan terasa kemegahannya.







Surga belanja.. Dongdaemun!
     Sore hari saya ke Dongdaemun tepatnya ke Mall Dotta. Tempat ini seperti manga dua nya korea. Di sini saya sempat berbelanja souvenir untuk oleh-oleh, makan di Shake Shack, belanja di super sale, belanja di basement yang murah-murah. Jadi Mall ini memiliki basement yang menyambung ke bangunan di seberangnya. Ke Dongdaemun tidak cocok hanya 1-2 jam saja. Tapi jangan khawatir karena Mall ini tutup hingga pukul 04.00.




     Setelah itu saya kembali ke hotel untuk beres-beres. Sekitar pukul 21.30 saya ingin ke mini market. Namun setelah dipikir-pikir rugi juga kalau ke Korea tapi tidak puas menjelajah ke Dongdaemun, hehe. Akhirnya saya naik taxi menuju Dongdaemun lagi. Setelah selesai belanja sekitar pukul 00.30 saya kembali mencari taxi untuk kembali ke hotel. Namun ternyata sulitttttt sekali mencari taxi malam itu. Entah kenapa.. saya jadi harus jalan 1-2km menjauh dari Mall untuk mencari taxi. Esok paginya saya baru tahu dari local guide, taxi-taxi di Korea kalau sudah lebih dari puku 00.00 akan mengalami kenaikan harga jadi kebanyakan supir memilih untuk mengantarkan yang jarak dekat agar dapat kembali lebih dekat ke pusat keramaian, jadi lebih untung. Ya, dari hotel saya ke Dongdaemun memang membutuhkan waktu sekitar 40menit.


Bersambung…


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love,
Irena.