Thursday, August 15, 2019

Short Trips from Singapore: Liburan sambil Bekerja


Halo!
Ditulisan saya kali ini saya ingin berbagi pengalaman singkat di Singapore, yuk disimak :D

     Saya ke Singapore menggunakan tiket pesawat murah dari maskapai Scoot, yah.. karena murah tentu tidak pakai bagasi ya (hanya cabin). Tapi bagi saya yang hanya menginap semalam itu sudah cukup. Penerbangan ke Singapore menggunakan Scoot ada di terminal 2F Bandara Soekarno Hatta. Saya sampai di terminal 2F sekitar pukul 07.00 dan.. jeng! jeng! konter check in belum buka :’) Akhirnya saya munggu sekitar 20 menit sampai akhirnya saya bisa check in. Boarding saya pukul 09.45.
     Karena berangkat terlalu pagi akhirnya sebelum masuk Gate saya ngopi dulu di Starbucks.. biar melek hehe. Di sini saya juga melihat “fenomena antri,” kasir Starbucks terbagi 2 dan customer seharusnya mengantri 1 jalur di belakang kasir 1 dan 2, nanti yang mana kasir yang kosong customer akan dilayani di kasir tersebut. Saya melihat ada perempuan mungkin usia SMA / kuliah dengan memakai tas dan handphone branded. Dengan gaya yang cukup stylist saya pikir perempuan ini seharusnya lebih sering bepergian, mampu dan mengetahui peraturan mengantri tidak tertulis tersebut. Namun ternyata perempuan ini langsung “menyerobot” mengantri persis di kasir 2, padahal dibelakangnya sudah ada customer yang mengantri 1 jalur. Gatel rasanya hati ini melihat hal tersebut.. Sampai akhirnya ia tiba di depan kasir 2, barista langsung menginfokan bahwa harus mengantri 1 jalur. Perempuan ini masih bersikukuh dan mengatakan bahwa kasir ada 2 maka yang mengantri harusnya 2 jalur. Namun barista ini dengan sopan memberikan penjelasan, sampai akhirnya perempuan ini mau juga mengantri kembali :D
     Setelah melakukan penerbangan kurang lebih 2 jam sampai juga saya di Changi Airport sekitar pukul 13.00 waktu Singapore. Sesampai di Changi awalnya saya ingin naik MRT untuk ke Orchard namun karena melihat antriannya yang sangat panjang akhirnya saya memilih naik taxi. Biaya naik taxi dari Changi Airport ke Orchard (Grand Park Hotel) sekitar 18 dollars.
     Sesampai di Grand Park saya hanya menitipkan koper cabin di lobby dan langsung menuju Masjid Al Falah yang letaknya persis di belakang hotel. Plus nya menginap di Grand Park adalah letak hotel persis di depan masjid. Meskipun sedang ada di negeri tetangga namun ibadah tetap terasa nyaman. Waktu terakhir saya ke Singapore (maupun ke masjid ini) sekitar 10 tahun yang lalu. Sejak saat itu sudah ada beberapa perubahan dari quotes yang dipajang di dinding, pendingin ruangan, tempat wudhu dan sebagainya. Senang melihatnya.
     Setelah dari Masjid saya memutuskan ke Takashimaya Department Store untuk makan siang. Saya pergi ke food court yang berada di basement. Untuk memastikan halal atau tidak, saya menanyakan langsung kepenjualnya. Pilihan saya jatuh kepada ramen dengan dumpling. Rasanya.. yang lebih berasa di Indonesia, mungkin yang di sini tidak memakai penyedap hehe. Di food court juga terdapat bubble tea yang sedang hits di Jakarta yaitu Xing Fu Tang. Antrian minuman ini cukup mengular namun masih lebih sebentar dibandingkan di Jakarta. Saya cukup mengantri 10 menit. Rasanya memang beda. Bentuk bubblenya lebih kecil dari pada bubble pada umumnya, teksturnya sangat kenyal, rasanya tidak kemanisan padahal saya tidak request less sugar, creamy, fresh dan rasa brown sugar nya pas. Pasti akan beli lagi di Jakarta,, (kalau udah ga antri panjang hehe).
     Di Singapore saya tidak ada agenda khusus. Maka dari itu dua hari di Singapore saya putuskan untuk membuka jasa titip. Sekarang saya akan berbagi letak-letak toko di Orchard untuk membeli barang-barang yang dititipi dari Indonesia. Hardrock Shop merupakan toko terjauh dari hotel, saya perlu berjalan kaki sekitar 1,3km dari Grand Park. Ketika saya tiba di Hardrock pilihan dan ukuran hoodie maupun sweater tidak lengkap jadi di sarankan ke Hardrock cabang Sentosa. Untuk harga hoodie / sweater memang relatif lebih mahal dibandingkan di negara-negara Eropa. Untuk souvenir tempelan kulkas dan lain-lain masih lengkap.
      Selanjutnya apabila ingin membeli berbagai jenis Panadol atau skincare seperti BioNike, bisa ke Watsons yang letaknya persis di bangunan sebelah Hardrock. Toko ini ada di basement. Setelah melakukan pengecekan di Guardian dan 7-Eleven menurut saya di Watsons lebih murah hehe. Selanjutnya jika mau membeli kopi Nespresso ada di ION Orchard. Di sini juga bisa melakukan coffee testing sebelum melakukan transaski. Untuk pilihan capsule kopi memang lebih lengkap di sini namun untuk harga hanya berbeda sedikit dari Jakarta.
     Jika mau membeli Garret Popcorn dan Lush bisa mampir di Wisma Atria. Letaknya ada di lantai B1. Antrian Garret Popcorn tidak ramai, malah cenderung sepi. Saya juga sempat bertanya kepada penjualnya kapan popcorn ini expired. Menurutnya popcorn ini tidak ada tanggal expired tapi lebih baik dimakan sesegera mungkin. Untuk ukuran 1-2 hari tidak apa-apa disimpan di koper. Namun selanjutnya lebih baik dimasukkan ke dalam wadah kedap udara agar tekstur tetap terjaga. Selanjutnya, toko Lush satu-satunya di Orchard hanya ada di Wisma Atria. Untuk harga memang relative lebih mahal dibandingkan Jepang dan negara-negara di Eropa. Namun Lush Singapore adalah yang terdekat dengan Indonesia.
     Persis di depan Grand Park juga ada Apple Store. Apple Store nya cukup besar dan ramai pengunjung. Jika ingin membeli apple di sini.. plusnya harga memang lebih murah, minusnya jika terjadi kerusakan tidak bisa dibetulkan di Indonesia. Saya menemukan hal unik di sini, ketika membeli produk Apple kita tidak perlu mengantri di kasir. Pegawainya cukup datang melayani kita tepat di depan display produk yang kita inginkan. Lalu melakukan scan barcode dan melakukan pembayaran di situ juga. Wah praktis sekali :D
     Jika ingin membeli Golden Duck, produk ini banyak dijual di sepanjang Orchard. Tidak sulit menemukannya, ada di 7 eleven, supermarket dan lain-lain. Malam hari saya menuju Mustafa Centre, tempat berbagai produk, dari makanan, medicines, skin care, elektronik dan lain-lain. Dari Orchard saya menggunakan MRT, tidak terlalu sulit mencari jalur cukup ikuti petunjuk tulisan dan warna-warna. Untuk naik MRT, penumpang diminta membeli kartu pass sekitar seharga 12 dollar. Sebagian nominal dapat digunakan, sebagian sebagai deposito. Kartu dapat digunakan selama 2 tahun. Dari Orchard ke Mustafa Centre dikenakan biaya sekitar 1 dollar. Di Mustafa banyak sekali makanan-makanan yang bisa kamu jadikan jastip atau oleh-oleh. Dari berbagai rasa Samyang, berbagai jenis Panadol, berbagai produk Neutrogena, souvenirs (gantungan kunci, kaos dll), coklat, keripik dan lain-lain dengan harga yang sangat miring. Btw, Mustafa Centre ini buka 24 jam jadi kamu bisa ke sini kapan saja. Persis di depannya terdapat berbagai kedai timur tengah yang buka sampai tengah malam. Selamat berbelanja!
     Keesokan harinya saya gunakan untuk bersantai. Seperti melihat-lihat isi Lucky Plaza yang banyak sekali menjual souvenir. Oh ya, jika kamu menginginkan makanan dengan menu Indonesia, di sini saya rekomendasikan makan di Ayam Penyet Ria. Ukuran ayamnya besar, rasanya pas dan sambalnya cukup membuat lidah bergoyang. Nyum!
     Sorenya saya menuju Bandara. Saya sengaja datang ke Bandara lebih cepat untuk makan dan window shopping hehe. Jika kamu ingin membelikan parfume dan semacamnya untuk keluarga, menurut saya paling pas beli di duty free bandara. Karena pilihannya banyak dan harganya relative murah.
      Sekian perjalanan singkat saya di Singapore. Memang lebih banyak belanjanya ya karena saya membuka jasa titip. Bagi saya yang kurang suka liburan di perkotaan akan lebih menyenangkan jika waktunya diisi dengan sesuatu yang menghasilkan. Namun berbeda dengan kamu yang memang menyukai bersantai di perkotaan. Ya, setiap orang memiliki preferensi yang berbeda-beda. Yuk berbagi pengalaman liburan kamu di kolom komentar. Kamu lebih suka liburan di perkotaan, pegunungan atau pantai?




Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.

Thursday, July 18, 2019

Ada Apa di Stonehenge?


Halo semua! Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan untuk datang langsung ke Stonehenge. Hal tersebut menggelitik rasa penasaran untuk mengetahui sejarah lebih jauh.


     Stonehenge berasal dari kata Stone yang berarti batu, sedangkan Henge berarti lingkaran. Maka dari itu Stonehenge berarti lingkaran batu. Stonehenge merupakan pusat kunjungan bagi setiap pengunjung dari seluruh dunia. Stonehenge termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Benda sejarah ini memiliki arti berbeda bagi setiap orang. Ketika saya datang, ada yang mengatakan untuk proses spiritual atau titik balik matahari.
     Stonehenge dibangun dalam tiga fase. Bangunan pertama (sekitar 3.100 M) terdiri dari gundukan tanah melingkar dan parit berukuran 115 m. Di bagian luar lingkaran terdapat 59 lubang yang dikenal sebagai lubang Aubrey. Pada tahun 2013, sekelompok arkeolog menemukan lebih dari puluhan ribu tulang yang dikremasi dari 63 individu yang dikubur di lubang Aubrey. Diprediksi individu-individu tersebut merupakan kaum bangsawan.
     Penyusunan lingkaran batu juga masih menjadi misteri. Namun jika dilihat dari dari kerapian susunan, masyarakat yang membangunnya pasti memiliki kepandaian dalam ilmu konstruksi. Tentu membangun lingkaran tersebut membutuhkan usaha yang sangat besar. Sebuah teori juga mengatakan benda ini ditujukan untuk menyatukan masyarakat Inggris dari berbagai kalangan. Ketika saya ke sana, uniknya di sekitar Stonehenge tidak ada susunan bebatuan lain selain Stonehange sendiri.
     Jika kalian ini mengeksplorasi lebih jauh. Di sekitar Stonehenge juga terdapat museum, rumah-rumah neolitik, cafe, shop dan lain-lain.


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.


Sumber pustaka:
https://id.wikipedia.org

Monday, June 17, 2019

Nonton Game of Thrones



HALO!
Ditulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman menonton serial televisi yang berjudul Game of Thrones.

Berawal dari hype orang-orang di berbagai social media tentang season terakhir Game of Thrones. Sebagus itukah? Sejujurnya saya adalah penikmat film dengan genre science fiction, komedi dan drama. Jadi melihat latar belakang serial Game of Thrones tentang peperangan kekuasaan saya cenderung enggan. Tapi ya sudah, karena libur lebaran selama 1 minggu saya putuskan untuk mencoba pengalaman berbeda.

Sebelum menonton Game of Throne biasanya tertulis peringatan:
The following program may contain mature theme, violence, nudity, sex, coarse language, drug or horror and may not be suitable for viewers under 18. Viewer discretion is advised and parental controls are available.”
Intinya serial ini untuk orang dewasa berusia 18 tahun ke atas karena mengandung unsur-unsur dewasa seperti kekerasan, seksual, bahasa kasar, obat-obatan dan misteri.

Game of thrones sendiri terdiri dari 8 season. Setiap season terdiri dari 6-10 episode. Setiap episode memiliki durasi 50 menit sampai dengan 1 jam 15 menit.

Saya akan berbagi pengalaman dengan menceritakan alur cerita. Jadi bagi yang belum menonton tidak disarankn membaca tulisan ini hehehe.

Season 1.
Sejujurnya menonton season ini sedikit terkaget-kaget karena terlalu banyak adegan kekerasan dan visual yang hanya cocok bagi orang dewasa. Ya mungkin karena saya sendiri bukan penikmat film dengan tema peperangan kekuasaan seperti ini. Tapi di season ini saya sangat tertarik dengan kisahnya Deanerys Targaryen. Awalnya dia cenderung pendiam dan sangat menurut perintah kakak nya. Salah satunya menikahkan dirinya dengan Khal Drogo. Padahal sang kakak menikahkan Deanerys untuk menguntungkan dirinya, untuk membuatnya menjadi Raja. Namun karena perlakuan semena-mena kakaknya akhirnya Deanerys membiarkan kakaknya terbunuh oleh anak buahnya Khal Drogo. Seiring waktu, mereka juga saling mencintai. Di akhir season Khal Drogo meninggal. Lalu Deanerys membakar jasad suaminya, dirinya dan telur-telur naga yang dimilikinya. Keesokan paginya Deanerys muncul dari abu-abu bekas pembakaran tanpa sehelai benang, sambil membawa 3 buah bayi naga. Mother of dragon pun muncul..

Season 2.
Di season ini saya tetap tidak suka semua adegan kekerasannya. Namun kehadiran adegan-adegan fiksi seperti sihir dan nada menjadikan cerita lebih menarik. Di sini saya juga sangat tidak suka dengan karakter Joffrey. Anak Raja yang manja dan kejam. Ketika sang ayah meninggal maka Joffrey menggantikan ayahnya menjadi raja. Joffrey bertindak semena-mena terhadap rakyatnya. Melihat kekerasan dan kematian sepertinya adalah bentuk hiburan baginya. Joffrey juga membunuh Raja Ned Stark. Lalu memaksa Sansa (anak dari Raja Ned Stark) yang terlanjur menjadi tunangan Joffrey untuk melihat kepala ayahnya yang sudah digantung di dinding istana.

Season 3.
Di season ini saya belajar untuk skip beberapa adegan kekerasan haha, karena ingin menikmati hal-hal lain. Di season ini muncul tokoh baru yaitu Margery Tyrell. Margery memiliki karakter intelligent, sweet dan ambisius. Wajah yang cantik dan cara berpakaian yang tidak biasa layaknya bangsawan menjadikan cerita lebih menarik. Margery akhirnya menjadi tunangan Joffrey menggantikan Sansa. Karena Sansa dianggap sebagai anak dari pengkhianat. Di sini Margery sangat pintar mengambil hati Joffrey hingga Cersei (Ibunya Joeffry) curiga dan cemburu. Di samping itu Margery juga bersahabat baik dengan Sansa.

Season 4.
Di season ini keadaan mulai seru. Joffrey si Raja sadis mati keracunan. Usut punya usut ternyata yang meracuni adalah Olenna Tyrell (Nenek dari Margery) yang bekerja sama dengan Petyr Baelish (bendahara dari dewan kecil kerajaan Baratheon). Sang nenek tidak rela cucunya menikah dengan orang seperti Joffrey. Sayangnya, karena tidak ada yang mengaku atas pembunuhan sang raja. Tyrion Lannister (om dari Joffrey) dituduh membunuhnya, karena dialah yang terakhir memberi Joffrey minum. Akhirnya Tyrion dipenjara dan diancam hukuman mati. Kehebohan ini memberikan Sansa kesempatan untuk kabur dari istana yang dibantu oleh Petyr.

Season 5.
Di season ini keadaan semakin naik turun. Cersei Lannister dipenjara karena dosa-dosa yang diperbuatnya. Selama dipenjara ia dipaksa untuk mengakui dosa-dosa. Untuk menebus dosa-dosanya Cersei diarak telanjang di kota. Meskipun begitu Cersei tidak mengatakan dosa melakukan hubungan incestnya. Dibelahan dunia lain, kelompok Night’s Watch dan Wilding bekerjasama melawan serangan dari White Walker. Night’s Watch dan Wilding sebenarnya bukan kelompok yang akur. Namun Jon Snow (anak haram dari Ned Stark) yang menjadi pasukan Night’s Watch memiliki ide untuk bekerja sama. Hasilnya, di bawah pimpinan Jon Snow mereka berhasil mengusir White Walker. Namun ada beberapa pasukan yang menganggap ide karjasama Jon Snow ini adalah pengkhianatan untuk Night’s Watch. Akhirnya Jon Snow dibunuh diam-diam oleh beberapa anggota Night’s Watch.

Season 6.
Di season ini saya merasa tidak sesemangat season-season sebelumnya. Seperti mudah tertebak alur ceritanya. Jon Snow yang sudah meninggal dihidupkan kembali dengan sihirnya Red Woman. Diceritakan juga asal muasal kenapa Hodor (pelayanan keluarga Stark) hanya bisa berkata “Hodor.” Sebelumnya Peter bersikap licik dengan menikahkan Sansa dengan Ramsay Bolton (anak haram dari Lord Roose Bolton). Ramsay adalah laki-laki sadis dan selalu bertindak semena-mena. Bahkan lebih sadis dibanding Joffrey. Di season ini Sansa berhasil kabur dari Ramsay dan berkumpul bersama kakak tirinya, Jon Snow. Sayangnya, Rickon (adik Jon Snow dan Sansa) ditangkap dan dibunuh. Yang paling kasihan adalah Tommen (anak terakhir Cersei), ia bunuh diri karena tidak bisa menerima perilaku Cersei yang membunuh istrinya.

Season 7.
Season ini cukup dramatis dan mengubah persepsi penonton terhadap karakter di Game of thrones. Dimulai dari Brann Stark yang berubah menjadi Three Eyed Raven, dari anak yang penurut dan manis menjadi sosok yang “dingin.” Kejadian mengharukan juga terjadi dimana 3 saudara Stark (Sansa, Arya dan Brann) berkumpul kembali di Winterfell. Pasukan Night King (mayat hidup) semakin membesar dan berjalan untuk menghancurkan dunia. Akhirnya hampir seluruh kerajaan bekerjasama untuk menaklukkan Night King. Ya hampir, karena Cersei lebih mementingkan kekuasaanya bahkan ia hampir membunuh Jaime (saudara incest nya) karena tidak mau menuruti perintahnya. Jaime akhirnya meninggalkan King’s Landing dan bergabung melawan Night King. Di episode ini Jon Snow dan Daenerys Targaryen saling menyukai. Namun mereka harus menerima kenyataan bahwa Jon Snow ternyata bukan anak haram dari Ned Stark. Tapi anak kandung dari Rhaegar Targaryen (kakak Daenerys) dan Lyanna Stark.

Nah, untuk season 8 saya memilih untuk tidak menceritakannya! Akan lebih seru apabila Anda menonton sendiri dan tentukan apakah serial Game of Thrones ini memiliki ending yang Anda harapkan atau tidak. Yuk cerita di kolom komentar!


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.

Tuesday, May 14, 2019

Hari yang gerimis


Tawa belum tentu mengundang bahagia
Isi dompet belum tentu penghilang lara
Jenius belum tentu membuat tergeleng-geleng
Yang berkilau belum tentu membuat tercengang

Ketika ingin menutup kotornya diri.
Kau berpikir pura-pura adalah diri.
Sampai kau lupa aslinya diri.
Hingga tersadar tak lagi mengenal diri.

Kau menyambut penyesalan.
Ingin kembali atau menyalahkan?
Terlintas ingin memulihkan.
Namun tak tahu di mana permulaan.

Berharap menemukan kasih yang erat.
Memberikan tetesan harapan satu persatu.
Ternyata kasih hanya cermin diri yang kuat.
Bersama mewarnai dunia dengan tipu.


Love, Irena.


Tuesday, April 16, 2019

Berkunjung ke Museum Sasmitaloka Jenderal Besar A. H. Nasution



Halo!
Pada tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengunjungi museum pahlawan di daerah Menteng. Yuk disimak!

     Beberapa tahun yang lalu saya pernah membaca ulasan tentang museum ini. Cerita yang menarik dan tragis membuat saya ingin mengenang jasa pahlawan. Namun karena satu dan lain hal saya baru sempat datang sekarang. Menurut info yang saya baca museum ini tidak dikenakan biaya masuk alias gratis. Di ulasan tersebut juga dijelaskan panjaga museum dengan aktif memandu pengunjung serta menjelaskan cerita-cerita di balik koleksi museum. Dan terakhir berikan tips untuk penjaga museum yang dengan semangat memandu pengunjung.
     Saya tiba hari minggu sekitar pukul 13.30 WIB. Museum ini dulunya adalah rumah tinggal dari Jenderal A. H. Nasution. Hingga akhirnya beliau wafat pada tahun 2000 dan pada tahun 2008 rumah ini menjadi museum. Jadi jangan heran kalau bentuk museum ini adalah rumah.

Image: http://letsgo2museum.blogspot.com

    
Ketika saya sampai, suasana terlihat sepi tidak ada pengunjung, petugas parkir, dan penjaga museum. Ketika saya cek pos, terlihat satu orang penjaga museum sedang beribadah. Ya sudah saya putuskan untuk melihat-lihat bagian depan dari museum.
      Ruangan depan terdapat patung Jenderal dan di bawahnya ada penjelasan singkat, yaitu “Korban kebiadaban G 30 S/PKI yang mengakibatkan tewasnya putri tercinta Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya Lettu Czi Piere Tendean. Negarawan sejati yang berkomitmen menentang faham komunis tumbuh subur di bumi Indonesia. Cendikiawan militer, peletak dasar perang rakyat semesta dan prajurit sejati yang selalu  menjaga kemurnian Pancasia dan keutuhan NKRI”. Selain itu juga terdapat plakat, lukisan, penghargaan, sofa dan meja tamu. Semua benda-benda ini adalah asli peninggalan sejarah.



     Lalu saya kembali mengecek penjaga museum karena saya ragu untuk masuk tanpa izin. Setelah bertemu penjaga, dikatakan pintu memang sengaja ditutup agar ruangan yang memakai AC tetap sejuk. Selebihnya pengunjung bebas masuk. Ya sudah tanpa ragu-ragu saya menyusuri ruangan-ruangan di museum ini. Ternyata dikunjungan saya tidak ada yang memandu. Sayapun berjalan mengikuti alur rumah.
     Rumah ini menjadi saksi sejarah pada tahun 1965 ketika pasukan Tjakrabirawa G 30 S/PKI berusaha menculik Jenderal Nasution namun gagal. Dalam peristiwa tersebut putri beliau, Ade Irma dan ajudannya, Kapten Pierre Tendean meninggal. Di dalam museum terdapat diorama penyerangan pasukan Tjakrabirawa di dalam rumah. Dari pasukan yang sedang mengendap di depan ruang tidur jenderal, jenderal memanjat tembok untuk melarikan diri, hingga diorama Ade Irma berlumuran darah yang sedang digendong Ibu Nas. Pada ruang tidur juga masih jelas bekas tembakan-tembakan pada malam itu. Terdapat bekas tembakan pada pintu, meja, dan dinding ruangan yang diberi tanda melingkar.
Image: https://travel.kompas.com 
Image: Instagram @davidnugrahaw

    
Selain itu museum ini juga menyimpan beberapa koleksi Jenderal, dari buku, pakaian, senjata, hingga perabotan rumah. Pada bagian belakang rumah terdapat mobil Jenderal yaitu mobil Volvo dengan plat 02-00. Selain itu, terdapat juga beberapa koleksi Ade Irma, seperti pakaian dan boneka kesayangannya. Pada bangunan terpisah dari rumah utama. Terdapat diorama ketika Kapten Pierre Tendean tertangkap pasukan Tjakrabirawa. Beliau akhirnya diculik, dibunuh, dan dibuang ke lubang buaya.

Image: https://www.kompasiana.com/Choirul Huda

    Datang ke musem membuat saya merasakan “aroma” perjuangan yang terasa lebih kental. Perasaan ngeri dan terharu juga menjadi satu ketika memasuki tiap ruangan sembari membayangkan kejadian malam itu. Museum ini membuka mata akan perjuangan bangsa, memaknai akan pentingnya kehidupan bertanah air, serta memberikan dorongan untuk menjaga persatuan bangsa Indonesia.


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.


Friday, March 15, 2019

Tips Efektif Mengerjakan Skripsi


Halo semuanya!
Di tulisan kali ini saya ingin berbagi tips mengerjakan skripsi. Selain skripsi, tips ini juga bisa dilakukan bagi yang sedang mengerjakan project kuliah, project kerjaan, tesis dan sebagainya.

1. Buat logbook pribadi
     Buatlah jadwal harian dari awal kalian mengerjakan penelitian. Buat tabel dengan rapi yang berisikan nomor, tanggal, tempat kegiatan dan kegiatan. Pada ‘kegiatan’ tulislah target-target yang ingin kalian selesaikan pada tanggal itu. Nah, biasanya saya membuat target per 3 hari. Jadi misalkan hari ini tanggal 1, biasanya saya akan menuliskan kolom kegiatan untuk target-target 3 hari ke depan. Kalau kalian bisa membuat jadwal ini lebih panjang akan lebih baik. Misalkan membuat target per 1 minggu / per 2 minggu / per 1 bulan. Senyamannya kalian. 

2. Disiplin dengan diri sendiri
     Ketika kita sudah menetapkan target untuk diri sendiri maka selesaikanlah target tersebut. Untuk waktu tertentu, misalkan sakit atau pekerjaan sedang menumpuk. Maka tetap kerjakan target itu di hari esok dan jangan lupa selesaikan target yang memang dibuat di hari itu. Misalnya, kalian tidak sempat mengerjakan target di tanggal 2, maka kerjakan di tanggal 3 ditambah dengan target yang kalian tulis ditanggal 3.

3. Bina hubungan baik
     Bina hubungan baik dengan dosen juga meliputi mendengarkan omongannya, melakukan saran yang diberikan, dan berdiskusi dengan sopan. Ada kalanya kita bimbingan tapi pikiran kita tidak here and now, belajarlah untuk mindfulness. Pastikan ketika bimbingan kita sudah melakukan saran-saran yang diberikan dosen dipertemuan sebelumnya, kalau bisa lakukan lebih dari disarankan. Sebagai mahasiswa terkadang kita punya idealism sendiri, tapi tetaplah terbuka dengan masukan-masukan. Selanjutya ketika ada sesuatu tidak berkenan diskusikan dengan baik dan sopan.

4. Keep going
     Kerjakan terus meskipun stuck. Saat tidak tahu harus mengerjakan apa, paksakan membuka laptop, buat cover, nyicil buat daftar isi, kata pengantar, perbaiki daftar pustaka atau sekedar membeli kertas HVS untuk nge-print. Jangan berhenti.

5. Reward yourself
     Meskipun sedang memperjuangkan sesuatu kebahagiaan kita merupakan hal yang penting. Ketika sudah mencapai target tertentu berilah “hadiah” untuk diri sendiri. Hadiahi dirimu dengan hal-hal yang membuat kamu rileks, damai, bahagia, dan memotivasi.

“Rumus kesuksesan adalah usaha dan doa.
Berusaha tanpa berdoa sama dengan sombong dan
berdoa tanpa berusaha sama dengan bohong.”





Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.



Friday, February 15, 2019

Pengalaman Steril Kucing di PUSKESWAN


Halo semuanya! Tulisan kali ini saya ingin berbagi beberapa pengalaman saya melakukan steril kucing di PUSKESWAN Ragunan. Yang ingin steril kucing atau sekedar ingin tahu, yuk disimak!

     Sebelumnya apa sih PUSKESWAN itu? PUSKESWAN adalah singkatan dari Pusat Kesehatan Hewan, dengan kata lain tempat pengobatan atau perawatan kesehatan hewan yang dikelola oleh pemerintah. Biasanya biaya pengobatan di PUSKESWAN juga relatif lebih murah.



    Pengalaman pertama saya dimulai dari bulan September 2018. Saya menelepon PUSKESWAN Ragunan untuk menanyakan info mengenai steril kucing. Kalau kalian mau ke PUSKESWAN daerah lain mungkin akan berbeda pula pengalamannya. Pada saat itu saya ingin mensteril kucing jantan ras. Jadi di telepon saya menanyakan prosedur kucing jantan bila ingin steril, dikatakan kucing harus puasa 8 jam sebelum operasi (steril) dan alat kelaminnya sudah terlihat/turun. Selanjutnya petugas menjadwalkan kapan kucing saya dapat steril. Kira-kira saya dapat jadwal jarak 10 hari setelah telepon. Terakhir, saya juga diinfokan pembayaran harus menggunakan Jak-Card (dari Bank DKI). Untuk biaya kucing ras maupun domestic sama.
     Hari H saya datang sekitar pukul 9 pagi, untuk steril kucing tidak perlu mengambil nomor antrian, cukup infokan ke petugas sudah janji untuk steril. Tidak lama menunggu, nama kucing saya dipanggil. Lalu saya masuk ke ruangan belakang. Saya diminta untuk mengisi formulir tindakan dan pernyataan. Di formulir ini juga tertera biaya tindakan sebesar Rp300.000,00 (Rp50.000,00 untuk pemeriksaan dan pengobatan, Rp250.000,00 untuk operasi besar). Setelah mengisi formulir dan melakukan pembayaran saya diminta untuk meninggalkan kucing dan menjemput lagi pukul 3 sore. Selanjutnya saya meninggalkan PUSKESWAN dan menjemput kucing lagi di sore hari. Ketika saya jemput, keadaan kucing saya mata merah, tidak mau makan, dan perilakunya ling-lung. Hal itu wajar karena masih dipengaruhi obat bius. Dokter juga memberikan saya resep obat yang bisa saya tebus di apotik mana saja. Setelah itu saya langsung menuju ke apotik untuk menebus obat. Sesampai di rumah saya langsung memasukkan kucing ke dalam kandang. Selama 1 minggu kucing tidak saya keluarkan dari kandang (kandang saya cukup luas ukuran 3 lantai) karena saya ingin memantau kesehatannya. Selama 1 minggu saya lebih sering memberi makanan basah agar makannya lahap dan kesehatannya cepat pulih. Setelah satu minggu keadaan kucing baik-baik saja, lalu saya bebaskan kembali.
     Pengalaman kedua saya adalah steril kucing betina domestik. Bulan Desember 2018 beberapa kali saya menelepon PUSKESWAN tidak diangkat. Saya sempat ragu apakah saya bisa datang untuk steril kucing tanpa janjian. Sampai akhirnya Februari 2019 pukul 8 pagi saya nekat datang ke PUSKESWAN untuk steril tanpa janjian. Saya ikut mengantri (mengambil nomor dan mengisi formulir) seperti kucing-kucing yang mau pemeriksaan. Setelah mengisi formulir saya menemui petugas dan mengutarakan maksud untuk steril kucing. Sempat ditanya, “sudah telepon belum?” lalu saya jawab, “sudah tapi tidak diangkat”. Dan.. alhamdulillah petugas memperbolehkan kucing saya melakukan steril, ternyata masih ada kuota. Melakukan steril untuk kucing betina memang lebih sulit dibandingkan jantan, karena proses operasinya lebih rumit. Seperti pengalaman sebelumnya, lalu saya membayar biaya steril Rp300.000,00 menggunakan JakCard, meninggalkan kucing di PUSKESWAN dan menjemput kembali sekitar pukul 3 sore. Ketika menjemput, dokter menyampaikan bahwa 3 hari lagi kucing harus ke dokter untuk mengontrol jaitan. Kontrol bisa dilakukan di PUSKESWAN atau Vet di dekat rumah. Selain itu dokter juga memberi resep obat yang harus ditebus.
     Keadaan kucing saya setelah operasi masih linglung (efek obat bius) dan cenderung tidak mau makan. Namun ketika malam hari saya cek lagi, ternyata makanan basah yang saya taruh sudah dilahap habis. Selama 3 hari kucing saya taruh di dalam kandang sendirian, tidak lupa 2 kali sehari juga diberi obat. Setelah 3 hari saya putuskan kembali ke PUSKESWAN saja. Ketika kontrol Alhamdulillah keadaan kucing sehat dan luka jaitan sudah rapi tertutup. Terakhir, dokter menyuntikan anti radang ke leher atas kucing. Untuk biaya pemeriksaan dan pengobatan hari ini adalah Rp50.000,00. Kata dokter obat yang kemarin dihabiskan saja, kucing sudah boleh dilepas tapi mesti diperhatikan. Karena saya khawatir, akhirnya sampai rumah kucing tetap saya taruh kandang selama 4 hari kedepan sembari menghabiskan obat. Sekarang keadaan kucing saya sudah lincah dan sehat seperti biasa 😊





Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.