Monday, October 14, 2019

Steril Kucing Gratis di PUSKESWAN


Halo semuanya!
Pada tulisan kali ini saya akan berbagi pengalaman melakukan steril kucing gratis di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), yuk disimak!

     Pengalaman ini dimulai ketika saya melihat pengunguman dibukanya pendaftaran steril kucing gratis di dinding Puskeswan. Di kertas itu juga dijelaskan bahwa yang boleh mengikuti steril gratis hanya kucing domestic dan wajib menggunakan ear tip. Pendaftaran dilakukan 2 hari yaitu pada tanggal 26-27 Juni 2019.
     Saya datang mendaftar pada hari ke 2 yaitu tanggal 27 Juni 2019. Sebelum datang saya sudah mencari berbagai info mengenai program gratis ini. Dikatakan jika ingin mendaftar sebaiknya datang di waktu subuh agar mendapat nomor antrian. Akhirnya selepas sholat subuh (sekitar pukul 05.00) saya berangkat langsung ke Puskeswan.. benar saja, pendaftaran sudah mencapai nomor 20an. Sayapun langsung menuliskan nama, alamat, tanda tangan dan no telepon.
     Pada saat itu Puskeswan memang belum buka, kertas antri hanya ditaruh di pos penjagaan yang dipegang oleh satpam setempat. Saya pikir setelah menuliskan nomor antri saya bisa langsung pulang, ternyata setelah itu peserta akan dipanggil satu persatu sesuai nomor antri untuk mengisi formulir ketika Puskeswan buka. Sayangnya Puskeswan baru buka pukul 09.00 dan rumah saya cukup jauh. Alhasil saya memilih menunggu di Puskeswan bersama peserta yang lain. Selama menunggu saya beberapa kali mengobrol dengan para pemilik kucing. Wah mereka luar biasa sekali, ada yang memiliki belasan hingga puluhan kucing domestic. Kucing-kucing yang mereka miliki berasal dari kucing jalanan yang terlantar. Saya doakan rezeki mereka terus mengalir agar dapat selalu berbuat baik.
     Singkat cerita tibalah pukul 09.00. Per 5 peserta dipanggil ke dalam untuk melakukan proses registrasi. Saya diminta untuk mengisi formulir dan menyerahkan fotocopy KTP. Setelah itu saya diberikan kertas bukti pendaftaran yang berisikan tanggal steril. Kertas tersebut wajib dibawa diwaktu steril. Saya mendapat jadwal dibulan Oktober 2019. Oh ya ngomong-ngomong kucing saya bernama Miki, kucing domestic, berjenis kelamin jantan dan sekarang berusia 11 bulan hehe.
     Di kertas bukti pendaftaran tercantum bahwa peserta harus melakukan konfirmasi H-1 sebelum melakukan steril. Namun sayangnya Puskeswan sulit sekali ditelepon karena tidak ada yang mengangkat. Akhirnya ditanggal yang telah ditentukan saya datang tanpa konfirmasi. Saya datang sekitar pukul 09.00. Ketika Puskeswan buka, satu persatu peserta dipanggil sesuai nomor urut pendaftaran di bulan Juni lalu. Setelah itu saya diminta mengisi formulir, tanda tangan dan boleh meninggalkan Puskeswan. Saya diminta menjemput kucing kembali sekitar jam 14.00 – 15.00.
     Saya datang lagi sekitar pukul 14.00 namun ternyata Puskeswan dikunci dan tidak ada orang di bangunan terakhir saya meninggalkan kucing. Namun karena pintu dan jendela agak transparan, saya dapat melihat bahwa kucing-kucing sudah selesai melakukan steril dan sudah dimasukan ke dalam keranjang/kandang masing-masing. Beberapa kucing terlihat sudah siuman, mengeong, bergerak-gerak dan ada juga yang masih lemas. Sekitar pukul 14.40 pintu ruangan dibuka dan saya bisa membawa pulang Miki. Diinfokan juga bahwa kucing-kucing sudah diberikan antibiotic dan diminta untuk kembali kontrol dokter 3-4 hari setelah steril. Kontrol dokter tidak harus dilakukan di Puskeswan, di Vet dekat rumah juga bisa.
     Sampai di rumah Miki saya tempatkan di kandang dan saya beri makanan bergizi agar cepat pulih. Setelah 1 minggu barulah saya melepas Miki keluar kandang. Alhamdulillah hingga hari ini Miki sehat dan lincah.


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.



Tuesday, September 17, 2019

Cara Mengurus Surat Nikah



Halo semuanya!

Pada tulisan kali saya ingin berbagi tahapan mengurus surat-surat pernikahan. Bagi yang ingin melangsungkan pernikahan atau sekedar ingin tahu yuk disimak!


     Sebelum dimulai saya ingin mengingatkan ini merupakan pengalaman saya di daerah tempat saya tinggal. Bisa jadi di tempat Anda prosedur, syarat dan pengalamannya berbeda. Ok mari kita mulai

1. RT
Sebelum datang ke rumah Ketua RT jangan lupa membawa fotocopy KK, untuk membuktikan bahwa saya adalah warga RT setempat. Pertama-rama di tempat Ketua RT saya meminta surat pengantar nikah. Surat ini perlu ditanda tangani oleh Ketua RW dan Ketua RT. Selain surat pengantar nikah, saya juga diberikan surat pernyataan jejaka/perawan. Surat ini perlu ditanda tangani oleh Ketua RT dan Ketua RW (sebagai saksi), Orangtua/Wali, yang membuat pernyataan dan terakhir sertakan materai.

2. RW
Selanjutnya saya pergi ke rumah Ketua RW untuk meminta tanda tangan surat pengantar nikah.


3. Puskesmas (sesuai kecamatan di KTP).
Di sini saya mengurus seritifkat layak kawin. Untuk mendapatkan sertifikat tersebut saya diminta mengisi formulir, tes darah dan tes gizi. Jika hasilnya memuaskan maka sertifikat tersebut dapat diambil. Untuk mengurus sertifikat membutuhkan waktu dua hari karena di hari pertama saya datang agak siang sehingga antrian sudah lumayan panjang.


4. Kelurahan (sesuai kelurahan di KTP)
Di kelurahan saya menyerahkan foto copy surat pengantar nikah, surat pernyataan jejaka/perawan yang bermaterai, KTP, KTP Orangtua dan sertifikat layak kawin. Setelah itu saya diberikan surat pengantar perkawinan dan surat keterangan numpang nikah. Surat keterangan numpang nikah diberikan bagi calon pengantin yang akan menyelenggarakan pernikahan tidak sesuai kecamatan di KTP.


5. KUA (sesuai kecamatan di KTP)
Di sini saya mengurus surat pengantar menumpang nikah karena saya tidak menikah di kecamatan sesuai KTP. Yang perlu dipersiapkan adalah fotocopy KTP calon pengantin wanita, KTP calon pengantin pria, KTP Orangtua calon pengantin wanita dan pria, surat pengantar perkawinan, surat keterangan numpang nikah, KK dan akta lahir.

6. KUA (kecamatan tempat menikah)
Di sini saya menyerahkan berkas saya dan berkas pasangan. Yaitu foto dengan latar belakang biru 4x6 dan 2x3 sebanyak 4 foto, KTP, KTP orangtua, akta lahir, KK, Ijazah terakhir, surat-surat pengantar yang sudah diurus sebelumnya dan surat numpang nikah. Setelah berkas masuk kami mendaftarkan tanggal dan jam pernikahan. Lalu kami mendapatkan lembar pemberitahuan kehendak nikah yang ditanda tangani oleh kepala KUA. Terakhir, kami meminta nomor e-billing untuk membayar administrasi. Setelah menerima nomor rekening kami pergi ke Bank (bisa Bank mana saja asalkan Bank milik pemerintah) untuk membayar administrasi sebesar Rp600.000,00 lalu bukti pembayaran tersebut diserahkan kembali ke KUA.

    Sekian pengalaman saya dalam mengurus surat-surat pernikahan. Memang tidak bisa selesai dalam satu hari, maka dari itu saya sarankan untuk mulai mencicil dari sekitar 2 bulan sebelum pernikahan. Dalam mengurus surat-surat dari RT sampai dengan kelurahan tidak dikenakan biaya apapun alias gratis. Kecuali di KUA numpang nikah, saya harus membayar biaya administrasi langsung ke Bank. Untuk yang menikah sesuai dengan kecamatan di KTP setau saya tidak dikenakan biaya.

     Sejujurnya dibeberapa tempat ada yang meminta “biaya administrasi” diluar prosedur dan menawarkan jasa membayar ke Bank lalu meminta “uang transportasi”. Menurut saya mengurus administrasi tidak sulit maka dari itu lebih baik mengurus sendiri. Kalau niat kita baik untuk menikah dan beribadah yakinlah Tuhan akan membantu jalan kita. Dengan menolak “hal-hal diluar seharusnya” kita sudah menyelamatkan diri sendiri dan orang lain dari hal yang tidak baik.

     Berbeda hal dengan orang-orang sibuk yang sangat tidak memungkinkan mengurus sendiri, yang mungkin meminta bantuan orang yang dipercaya atau saudara untuk mengurus berkas pernikahan.









Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.

Love, Irena.

Thursday, August 15, 2019

Short Trips from Singapore: Liburan sambil Bekerja


Halo!
Ditulisan saya kali ini saya ingin berbagi pengalaman singkat di Singapore, yuk disimak :D

     Saya ke Singapore menggunakan tiket pesawat murah dari maskapai Scoot, yah.. karena murah tentu tidak pakai bagasi ya (hanya cabin). Tapi bagi saya yang hanya menginap semalam itu sudah cukup. Penerbangan ke Singapore menggunakan Scoot ada di terminal 2F Bandara Soekarno Hatta. Saya sampai di terminal 2F sekitar pukul 07.00 dan.. jeng! jeng! konter check in belum buka :’) Akhirnya saya munggu sekitar 20 menit sampai akhirnya saya bisa check in. Boarding saya pukul 09.45.
     Karena berangkat terlalu pagi akhirnya sebelum masuk Gate saya ngopi dulu di Starbucks.. biar melek hehe. Di sini saya juga melihat “fenomena antri,” kasir Starbucks terbagi 2 dan customer seharusnya mengantri 1 jalur di belakang kasir 1 dan 2, nanti yang mana kasir yang kosong customer akan dilayani di kasir tersebut. Saya melihat ada perempuan mungkin usia SMA / kuliah dengan memakai tas dan handphone branded. Dengan gaya yang cukup stylist saya pikir perempuan ini seharusnya lebih sering bepergian, mampu dan mengetahui peraturan mengantri tidak tertulis tersebut. Namun ternyata perempuan ini langsung “menyerobot” mengantri persis di kasir 2, padahal dibelakangnya sudah ada customer yang mengantri 1 jalur. Gatel rasanya hati ini melihat hal tersebut.. Sampai akhirnya ia tiba di depan kasir 2, barista langsung menginfokan bahwa harus mengantri 1 jalur. Perempuan ini masih bersikukuh dan mengatakan bahwa kasir ada 2 maka yang mengantri harusnya 2 jalur. Namun barista ini dengan sopan memberikan penjelasan, sampai akhirnya perempuan ini mau juga mengantri kembali :D
     Setelah melakukan penerbangan kurang lebih 2 jam sampai juga saya di Changi Airport sekitar pukul 13.00 waktu Singapore. Sesampai di Changi awalnya saya ingin naik MRT untuk ke Orchard namun karena melihat antriannya yang sangat panjang akhirnya saya memilih naik taxi. Biaya naik taxi dari Changi Airport ke Orchard (Grand Park Hotel) sekitar 18 dollars.
     Sesampai di Grand Park saya hanya menitipkan koper cabin di lobby dan langsung menuju Masjid Al Falah yang letaknya persis di belakang hotel. Plus nya menginap di Grand Park adalah letak hotel persis di depan masjid. Meskipun sedang ada di negeri tetangga namun ibadah tetap terasa nyaman. Waktu terakhir saya ke Singapore (maupun ke masjid ini) sekitar 10 tahun yang lalu. Sejak saat itu sudah ada beberapa perubahan dari quotes yang dipajang di dinding, pendingin ruangan, tempat wudhu dan sebagainya. Senang melihatnya.
     Setelah dari Masjid saya memutuskan ke Takashimaya Department Store untuk makan siang. Saya pergi ke food court yang berada di basement. Untuk memastikan halal atau tidak, saya menanyakan langsung kepenjualnya. Pilihan saya jatuh kepada ramen dengan dumpling. Rasanya.. yang lebih berasa di Indonesia, mungkin yang di sini tidak memakai penyedap hehe. Di food court juga terdapat bubble tea yang sedang hits di Jakarta yaitu Xing Fu Tang. Antrian minuman ini cukup mengular namun masih lebih sebentar dibandingkan di Jakarta. Saya cukup mengantri 10 menit. Rasanya memang beda. Bentuk bubblenya lebih kecil dari pada bubble pada umumnya, teksturnya sangat kenyal, rasanya tidak kemanisan padahal saya tidak request less sugar, creamy, fresh dan rasa brown sugar nya pas. Pasti akan beli lagi di Jakarta,, (kalau udah ga antri panjang hehe).
     Di Singapore saya tidak ada agenda khusus. Maka dari itu dua hari di Singapore saya putuskan untuk membuka jasa titip. Sekarang saya akan berbagi letak-letak toko di Orchard untuk membeli barang-barang yang dititipi dari Indonesia. Hardrock Shop merupakan toko terjauh dari hotel, saya perlu berjalan kaki sekitar 1,3km dari Grand Park. Ketika saya tiba di Hardrock pilihan dan ukuran hoodie maupun sweater tidak lengkap jadi di sarankan ke Hardrock cabang Sentosa. Untuk harga hoodie / sweater memang relatif lebih mahal dibandingkan di negara-negara Eropa. Untuk souvenir tempelan kulkas dan lain-lain masih lengkap.
      Selanjutnya apabila ingin membeli berbagai jenis Panadol atau skincare seperti BioNike, bisa ke Watsons yang letaknya persis di bangunan sebelah Hardrock. Toko ini ada di basement. Setelah melakukan pengecekan di Guardian dan 7-Eleven menurut saya di Watsons lebih murah hehe. Selanjutnya jika mau membeli kopi Nespresso ada di ION Orchard. Di sini juga bisa melakukan coffee testing sebelum melakukan transaski. Untuk pilihan capsule kopi memang lebih lengkap di sini namun untuk harga hanya berbeda sedikit dari Jakarta.
     Jika mau membeli Garret Popcorn dan Lush bisa mampir di Wisma Atria. Letaknya ada di lantai B1. Antrian Garret Popcorn tidak ramai, malah cenderung sepi. Saya juga sempat bertanya kepada penjualnya kapan popcorn ini expired. Menurutnya popcorn ini tidak ada tanggal expired tapi lebih baik dimakan sesegera mungkin. Untuk ukuran 1-2 hari tidak apa-apa disimpan di koper. Namun selanjutnya lebih baik dimasukkan ke dalam wadah kedap udara agar tekstur tetap terjaga. Selanjutnya, toko Lush satu-satunya di Orchard hanya ada di Wisma Atria. Untuk harga memang relative lebih mahal dibandingkan Jepang dan negara-negara di Eropa. Namun Lush Singapore adalah yang terdekat dengan Indonesia.
     Persis di depan Grand Park juga ada Apple Store. Apple Store nya cukup besar dan ramai pengunjung. Jika ingin membeli apple di sini.. plusnya harga memang lebih murah, minusnya jika terjadi kerusakan tidak bisa dibetulkan di Indonesia. Saya menemukan hal unik di sini, ketika membeli produk Apple kita tidak perlu mengantri di kasir. Pegawainya cukup datang melayani kita tepat di depan display produk yang kita inginkan. Lalu melakukan scan barcode dan melakukan pembayaran di situ juga. Wah praktis sekali :D
     Jika ingin membeli Golden Duck, produk ini banyak dijual di sepanjang Orchard. Tidak sulit menemukannya, ada di 7 eleven, supermarket dan lain-lain. Malam hari saya menuju Mustafa Centre, tempat berbagai produk, dari makanan, medicines, skin care, elektronik dan lain-lain. Dari Orchard saya menggunakan MRT, tidak terlalu sulit mencari jalur cukup ikuti petunjuk tulisan dan warna-warna. Untuk naik MRT, penumpang diminta membeli kartu pass sekitar seharga 12 dollar. Sebagian nominal dapat digunakan, sebagian sebagai deposito. Kartu dapat digunakan selama 2 tahun. Dari Orchard ke Mustafa Centre dikenakan biaya sekitar 1 dollar. Di Mustafa banyak sekali makanan-makanan yang bisa kamu jadikan jastip atau oleh-oleh. Dari berbagai rasa Samyang, berbagai jenis Panadol, berbagai produk Neutrogena, souvenirs (gantungan kunci, kaos dll), coklat, keripik dan lain-lain dengan harga yang sangat miring. Btw, Mustafa Centre ini buka 24 jam jadi kamu bisa ke sini kapan saja. Persis di depannya terdapat berbagai kedai timur tengah yang buka sampai tengah malam. Selamat berbelanja!
     Keesokan harinya saya gunakan untuk bersantai. Seperti melihat-lihat isi Lucky Plaza yang banyak sekali menjual souvenir. Oh ya, jika kamu menginginkan makanan dengan menu Indonesia, di sini saya rekomendasikan makan di Ayam Penyet Ria. Ukuran ayamnya besar, rasanya pas dan sambalnya cukup membuat lidah bergoyang. Nyum!
     Sorenya saya menuju Bandara. Saya sengaja datang ke Bandara lebih cepat untuk makan dan window shopping hehe. Jika kamu ingin membelikan parfume dan semacamnya untuk keluarga, menurut saya paling pas beli di duty free bandara. Karena pilihannya banyak dan harganya relative murah.
      Sekian perjalanan singkat saya di Singapore. Memang lebih banyak belanjanya ya karena saya membuka jasa titip. Bagi saya yang kurang suka liburan di perkotaan akan lebih menyenangkan jika waktunya diisi dengan sesuatu yang menghasilkan. Namun berbeda dengan kamu yang memang menyukai bersantai di perkotaan. Ya, setiap orang memiliki preferensi yang berbeda-beda. Yuk berbagi pengalaman liburan kamu di kolom komentar. Kamu lebih suka liburan di perkotaan, pegunungan atau pantai?




Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.

Thursday, July 18, 2019

Ada Apa di Stonehenge?


Halo semua! Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan untuk datang langsung ke Stonehenge. Hal tersebut menggelitik rasa penasaran untuk mengetahui sejarah lebih jauh.


     Stonehenge berasal dari kata Stone yang berarti batu, sedangkan Henge berarti lingkaran. Maka dari itu Stonehenge berarti lingkaran batu. Stonehenge merupakan pusat kunjungan bagi setiap pengunjung dari seluruh dunia. Stonehenge termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Benda sejarah ini memiliki arti berbeda bagi setiap orang. Ketika saya datang, ada yang mengatakan untuk proses spiritual atau titik balik matahari.
     Stonehenge dibangun dalam tiga fase. Bangunan pertama (sekitar 3.100 M) terdiri dari gundukan tanah melingkar dan parit berukuran 115 m. Di bagian luar lingkaran terdapat 59 lubang yang dikenal sebagai lubang Aubrey. Pada tahun 2013, sekelompok arkeolog menemukan lebih dari puluhan ribu tulang yang dikremasi dari 63 individu yang dikubur di lubang Aubrey. Diprediksi individu-individu tersebut merupakan kaum bangsawan.
     Penyusunan lingkaran batu juga masih menjadi misteri. Namun jika dilihat dari dari kerapian susunan, masyarakat yang membangunnya pasti memiliki kepandaian dalam ilmu konstruksi. Tentu membangun lingkaran tersebut membutuhkan usaha yang sangat besar. Sebuah teori juga mengatakan benda ini ditujukan untuk menyatukan masyarakat Inggris dari berbagai kalangan. Ketika saya ke sana, uniknya di sekitar Stonehenge tidak ada susunan bebatuan lain selain Stonehange sendiri.
     Jika kalian ini mengeksplorasi lebih jauh. Di sekitar Stonehenge juga terdapat museum, rumah-rumah neolitik, cafe, shop dan lain-lain.


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.


Sumber pustaka:
https://id.wikipedia.org

Monday, June 17, 2019

Nonton Game of Thrones



HALO!
Ditulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman menonton serial televisi yang berjudul Game of Thrones.

Berawal dari hype orang-orang di berbagai social media tentang season terakhir Game of Thrones. Sebagus itukah? Sejujurnya saya adalah penikmat film dengan genre science fiction, komedi dan drama. Jadi melihat latar belakang serial Game of Thrones tentang peperangan kekuasaan saya cenderung enggan. Tapi ya sudah, karena libur lebaran selama 1 minggu saya putuskan untuk mencoba pengalaman berbeda.

Sebelum menonton Game of Throne biasanya tertulis peringatan:
The following program may contain mature theme, violence, nudity, sex, coarse language, drug or horror and may not be suitable for viewers under 18. Viewer discretion is advised and parental controls are available.”
Intinya serial ini untuk orang dewasa berusia 18 tahun ke atas karena mengandung unsur-unsur dewasa seperti kekerasan, seksual, bahasa kasar, obat-obatan dan misteri.

Game of thrones sendiri terdiri dari 8 season. Setiap season terdiri dari 6-10 episode. Setiap episode memiliki durasi 50 menit sampai dengan 1 jam 15 menit.

Saya akan berbagi pengalaman dengan menceritakan alur cerita. Jadi bagi yang belum menonton tidak disarankn membaca tulisan ini hehehe.

Season 1.
Sejujurnya menonton season ini sedikit terkaget-kaget karena terlalu banyak adegan kekerasan dan visual yang hanya cocok bagi orang dewasa. Ya mungkin karena saya sendiri bukan penikmat film dengan tema peperangan kekuasaan seperti ini. Tapi di season ini saya sangat tertarik dengan kisahnya Deanerys Targaryen. Awalnya dia cenderung pendiam dan sangat menurut perintah kakak nya. Salah satunya menikahkan dirinya dengan Khal Drogo. Padahal sang kakak menikahkan Deanerys untuk menguntungkan dirinya, untuk membuatnya menjadi Raja. Namun karena perlakuan semena-mena kakaknya akhirnya Deanerys membiarkan kakaknya terbunuh oleh anak buahnya Khal Drogo. Seiring waktu, mereka juga saling mencintai. Di akhir season Khal Drogo meninggal. Lalu Deanerys membakar jasad suaminya, dirinya dan telur-telur naga yang dimilikinya. Keesokan paginya Deanerys muncul dari abu-abu bekas pembakaran tanpa sehelai benang, sambil membawa 3 buah bayi naga. Mother of dragon pun muncul..

Season 2.
Di season ini saya tetap tidak suka semua adegan kekerasannya. Namun kehadiran adegan-adegan fiksi seperti sihir dan nada menjadikan cerita lebih menarik. Di sini saya juga sangat tidak suka dengan karakter Joffrey. Anak Raja yang manja dan kejam. Ketika sang ayah meninggal maka Joffrey menggantikan ayahnya menjadi raja. Joffrey bertindak semena-mena terhadap rakyatnya. Melihat kekerasan dan kematian sepertinya adalah bentuk hiburan baginya. Joffrey juga membunuh Raja Ned Stark. Lalu memaksa Sansa (anak dari Raja Ned Stark) yang terlanjur menjadi tunangan Joffrey untuk melihat kepala ayahnya yang sudah digantung di dinding istana.

Season 3.
Di season ini saya belajar untuk skip beberapa adegan kekerasan haha, karena ingin menikmati hal-hal lain. Di season ini muncul tokoh baru yaitu Margery Tyrell. Margery memiliki karakter intelligent, sweet dan ambisius. Wajah yang cantik dan cara berpakaian yang tidak biasa layaknya bangsawan menjadikan cerita lebih menarik. Margery akhirnya menjadi tunangan Joffrey menggantikan Sansa. Karena Sansa dianggap sebagai anak dari pengkhianat. Di sini Margery sangat pintar mengambil hati Joffrey hingga Cersei (Ibunya Joeffry) curiga dan cemburu. Di samping itu Margery juga bersahabat baik dengan Sansa.

Season 4.
Di season ini keadaan mulai seru. Joffrey si Raja sadis mati keracunan. Usut punya usut ternyata yang meracuni adalah Olenna Tyrell (Nenek dari Margery) yang bekerja sama dengan Petyr Baelish (bendahara dari dewan kecil kerajaan Baratheon). Sang nenek tidak rela cucunya menikah dengan orang seperti Joffrey. Sayangnya, karena tidak ada yang mengaku atas pembunuhan sang raja. Tyrion Lannister (om dari Joffrey) dituduh membunuhnya, karena dialah yang terakhir memberi Joffrey minum. Akhirnya Tyrion dipenjara dan diancam hukuman mati. Kehebohan ini memberikan Sansa kesempatan untuk kabur dari istana yang dibantu oleh Petyr.

Season 5.
Di season ini keadaan semakin naik turun. Cersei Lannister dipenjara karena dosa-dosa yang diperbuatnya. Selama dipenjara ia dipaksa untuk mengakui dosa-dosa. Untuk menebus dosa-dosanya Cersei diarak telanjang di kota. Meskipun begitu Cersei tidak mengatakan dosa melakukan hubungan incestnya. Dibelahan dunia lain, kelompok Night’s Watch dan Wilding bekerjasama melawan serangan dari White Walker. Night’s Watch dan Wilding sebenarnya bukan kelompok yang akur. Namun Jon Snow (anak haram dari Ned Stark) yang menjadi pasukan Night’s Watch memiliki ide untuk bekerja sama. Hasilnya, di bawah pimpinan Jon Snow mereka berhasil mengusir White Walker. Namun ada beberapa pasukan yang menganggap ide karjasama Jon Snow ini adalah pengkhianatan untuk Night’s Watch. Akhirnya Jon Snow dibunuh diam-diam oleh beberapa anggota Night’s Watch.

Season 6.
Di season ini saya merasa tidak sesemangat season-season sebelumnya. Seperti mudah tertebak alur ceritanya. Jon Snow yang sudah meninggal dihidupkan kembali dengan sihirnya Red Woman. Diceritakan juga asal muasal kenapa Hodor (pelayanan keluarga Stark) hanya bisa berkata “Hodor.” Sebelumnya Peter bersikap licik dengan menikahkan Sansa dengan Ramsay Bolton (anak haram dari Lord Roose Bolton). Ramsay adalah laki-laki sadis dan selalu bertindak semena-mena. Bahkan lebih sadis dibanding Joffrey. Di season ini Sansa berhasil kabur dari Ramsay dan berkumpul bersama kakak tirinya, Jon Snow. Sayangnya, Rickon (adik Jon Snow dan Sansa) ditangkap dan dibunuh. Yang paling kasihan adalah Tommen (anak terakhir Cersei), ia bunuh diri karena tidak bisa menerima perilaku Cersei yang membunuh istrinya.

Season 7.
Season ini cukup dramatis dan mengubah persepsi penonton terhadap karakter di Game of thrones. Dimulai dari Brann Stark yang berubah menjadi Three Eyed Raven, dari anak yang penurut dan manis menjadi sosok yang “dingin.” Kejadian mengharukan juga terjadi dimana 3 saudara Stark (Sansa, Arya dan Brann) berkumpul kembali di Winterfell. Pasukan Night King (mayat hidup) semakin membesar dan berjalan untuk menghancurkan dunia. Akhirnya hampir seluruh kerajaan bekerjasama untuk menaklukkan Night King. Ya hampir, karena Cersei lebih mementingkan kekuasaanya bahkan ia hampir membunuh Jaime (saudara incest nya) karena tidak mau menuruti perintahnya. Jaime akhirnya meninggalkan King’s Landing dan bergabung melawan Night King. Di episode ini Jon Snow dan Daenerys Targaryen saling menyukai. Namun mereka harus menerima kenyataan bahwa Jon Snow ternyata bukan anak haram dari Ned Stark. Tapi anak kandung dari Rhaegar Targaryen (kakak Daenerys) dan Lyanna Stark.

Nah, untuk season 8 saya memilih untuk tidak menceritakannya! Akan lebih seru apabila Anda menonton sendiri dan tentukan apakah serial Game of Thrones ini memiliki ending yang Anda harapkan atau tidak. Yuk cerita di kolom komentar!


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.

Tuesday, May 14, 2019

Hari yang gerimis


Tawa belum tentu mengundang bahagia
Isi dompet belum tentu penghilang lara
Jenius belum tentu membuat tergeleng-geleng
Yang berkilau belum tentu membuat tercengang

Ketika ingin menutup kotornya diri.
Kau berpikir pura-pura adalah diri.
Sampai kau lupa aslinya diri.
Hingga tersadar tak lagi mengenal diri.

Kau menyambut penyesalan.
Ingin kembali atau menyalahkan?
Terlintas ingin memulihkan.
Namun tak tahu di mana permulaan.

Berharap menemukan kasih yang erat.
Memberikan tetesan harapan satu persatu.
Ternyata kasih hanya cermin diri yang kuat.
Bersama mewarnai dunia dengan tipu.


Love, Irena.


Tuesday, April 16, 2019

Berkunjung ke Museum Sasmitaloka Jenderal Besar A. H. Nasution



Halo!
Pada tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengunjungi museum pahlawan di daerah Menteng. Yuk disimak!

     Beberapa tahun yang lalu saya pernah membaca ulasan tentang museum ini. Cerita yang menarik dan tragis membuat saya ingin mengenang jasa pahlawan. Namun karena satu dan lain hal saya baru sempat datang sekarang. Menurut info yang saya baca museum ini tidak dikenakan biaya masuk alias gratis. Di ulasan tersebut juga dijelaskan panjaga museum dengan aktif memandu pengunjung serta menjelaskan cerita-cerita di balik koleksi museum. Dan terakhir berikan tips untuk penjaga museum yang dengan semangat memandu pengunjung.
     Saya tiba hari minggu sekitar pukul 13.30 WIB. Museum ini dulunya adalah rumah tinggal dari Jenderal A. H. Nasution. Hingga akhirnya beliau wafat pada tahun 2000 dan pada tahun 2008 rumah ini menjadi museum. Jadi jangan heran kalau bentuk museum ini adalah rumah.

Image: http://letsgo2museum.blogspot.com

    
Ketika saya sampai, suasana terlihat sepi tidak ada pengunjung, petugas parkir, dan penjaga museum. Ketika saya cek pos, terlihat satu orang penjaga museum sedang beribadah. Ya sudah saya putuskan untuk melihat-lihat bagian depan dari museum.
      Ruangan depan terdapat patung Jenderal dan di bawahnya ada penjelasan singkat, yaitu “Korban kebiadaban G 30 S/PKI yang mengakibatkan tewasnya putri tercinta Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya Lettu Czi Piere Tendean. Negarawan sejati yang berkomitmen menentang faham komunis tumbuh subur di bumi Indonesia. Cendikiawan militer, peletak dasar perang rakyat semesta dan prajurit sejati yang selalu  menjaga kemurnian Pancasia dan keutuhan NKRI”. Selain itu juga terdapat plakat, lukisan, penghargaan, sofa dan meja tamu. Semua benda-benda ini adalah asli peninggalan sejarah.



     Lalu saya kembali mengecek penjaga museum karena saya ragu untuk masuk tanpa izin. Setelah bertemu penjaga, dikatakan pintu memang sengaja ditutup agar ruangan yang memakai AC tetap sejuk. Selebihnya pengunjung bebas masuk. Ya sudah tanpa ragu-ragu saya menyusuri ruangan-ruangan di museum ini. Ternyata dikunjungan saya tidak ada yang memandu. Sayapun berjalan mengikuti alur rumah.
     Rumah ini menjadi saksi sejarah pada tahun 1965 ketika pasukan Tjakrabirawa G 30 S/PKI berusaha menculik Jenderal Nasution namun gagal. Dalam peristiwa tersebut putri beliau, Ade Irma dan ajudannya, Kapten Pierre Tendean meninggal. Di dalam museum terdapat diorama penyerangan pasukan Tjakrabirawa di dalam rumah. Dari pasukan yang sedang mengendap di depan ruang tidur jenderal, jenderal memanjat tembok untuk melarikan diri, hingga diorama Ade Irma berlumuran darah yang sedang digendong Ibu Nas. Pada ruang tidur juga masih jelas bekas tembakan-tembakan pada malam itu. Terdapat bekas tembakan pada pintu, meja, dan dinding ruangan yang diberi tanda melingkar.
Image: https://travel.kompas.com 
Image: Instagram @davidnugrahaw

    
Selain itu museum ini juga menyimpan beberapa koleksi Jenderal, dari buku, pakaian, senjata, hingga perabotan rumah. Pada bagian belakang rumah terdapat mobil Jenderal yaitu mobil Volvo dengan plat 02-00. Selain itu, terdapat juga beberapa koleksi Ade Irma, seperti pakaian dan boneka kesayangannya. Pada bangunan terpisah dari rumah utama. Terdapat diorama ketika Kapten Pierre Tendean tertangkap pasukan Tjakrabirawa. Beliau akhirnya diculik, dibunuh, dan dibuang ke lubang buaya.

Image: https://www.kompasiana.com/Choirul Huda

    Datang ke musem membuat saya merasakan “aroma” perjuangan yang terasa lebih kental. Perasaan ngeri dan terharu juga menjadi satu ketika memasuki tiap ruangan sembari membayangkan kejadian malam itu. Museum ini membuka mata akan perjuangan bangsa, memaknai akan pentingnya kehidupan bertanah air, serta memberikan dorongan untuk menjaga persatuan bangsa Indonesia.


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.