Friday, April 10, 2015

Tips Memilih Jurusan di Universitas

     Pada dasarnya hidup adalah pilihan. Ketika bangun tidur, Anda memilih untuk melanjutkan mimpi atau membangun mimpi. Ketika di sekolah, Anda memilih untuk mengerjakan tugas sebaik mungkin atau melalaikannya. Ketika penjurusan, Anda memilih untuk memasuki jurusan IPA atau IPS. Begitu juga ketika Anda memasuki jenjang yang lebih tinggi yaitu Universitas. Fakultas di Universitas sangatlah banyak, belum lagi ditambah dengan jurusan-jurusannya. Jangan sampai Anda salah memilih jurusan. Karena selain memakan waktu, kuliah juga memakan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, pilihan jurusan yang Anda pilih akan menentukan pekerjaan yang menjanjikan di masa depan. 

1. Kenali diri
"Siapa saya?" adalah pertanyaan sederhana, namun orang seringkali bingung untuk menjawabnya. Sebelum memilih jurusan ada baiknya Anda mengenali diri, kenali kekuatan Anda. Kekuatan tersebut adalah minat dan bakat. Dengan mengenal kekuatan, Anda dapat menempatkan diri di jurusan yang sesuai. 
2.Percaya diri
Mantapkan hati dan yakinlah, jurusan yang Anda pilih sesuai dengan minat dan bakat. Kesuksesan dan materi menyusul.
3.Konsultasi dengan institusi yang relavan
Seringkali kesalahan memilih jurusan karena kekurangan atau ketiadaan informasi yang baik bagi para calon mahasiswa sehingga akhirnya mereka ikut-ikutan. Konsultasikan dengan keluarga dan lembaga informasi atau konseling mengenai cita-cita dan pilihan Anda.
4. Perbanyak networking dan koneksi
Cari dan dekati teman-teman yang memiliki minat yang sama atau telah memasuki jurusan yang Anda inginkan. Selain membuka wawasan tentang bidang yang akan dimasuki, Anda juga dapat membuka peluang untuk berkarir. 
5.Berdoa
Selalu ingat ada campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita. Jangan angkuh menghabiskan banyak waktu di depan buku, berdoa adalah poin yang paling penting. Selain berdoa juga belajar. Jangan berharap dengan memilih saja, sesuatu itu harus diperjuangkan. Sejatinya sebuah hasil tidak akan mengkhianati prosesnya.
"Rumus kesuksesan adalah usaha dan doa. Doa tanpa usaha adalah bohong, usaha tanpa doa adalah sombong". (Yudha)

Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena Nova Wijaya.

Tuesday, March 31, 2015

Cinque Terre.. small, homey and exotic!

Yaps, ini adalah Cinque Terre. Desa di Italia yang terkenal dengan landscape pantai mediteranian serta dijadikan situs warisan dunia oleh UNESCO. Cinque artinya lima dan Terre artinya desa, yang berarti lima desa. Lima desa itu adalah: Riomaggiore, Manarola, Corniglia, Vernazza, dan Monteresso. Desa-desa tersebut terdapat di atas batu karang dan terhubung dengan jalan setapak. Dahulu Cinque Terre terisolasi dari dunia luar selama seribu tahun. Namun setelah pemerintah membangun jalur kereta api di tahun 1925, Cinque Terre mulai terhubung dengan dunia luar. Selain itu, Cinque Terre terkenal dengan produksi anggur/wine nya yang unggul. 

Siang itu, setelah perjalanan jauh yang ditempuh dari Monaco tibalah saya di stasiun kereta Levanto. Kereta? ya karena untuk mengunjungi Cinque Terre tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan pribadi namun menggunakan kereta atau jalan kaki / tracking.



Menuju stasiun.
Desa pertama yang saya kunjungi adalah 

Vernazza.

Menyenangkan rasanya tiba di desa yang luar biasa ini, berlokasi di tebing megah dan menawan, seperti mencapai pelabuhan yang tertutup perumahan berwarna pastel. Di samping itu Anda juga bisa mengunjungi Gereja St. Margherita Di Antuchia.





Waktu  tempuh dari stasiun Levanto menuju stasiun Vernazza adalah 5 menit. Namun apabila Anda ingin mencoba tracking, dapat memakan waktu 5 jam. Turun di stasiun, saya tetap harus berjalan kaki menuju tempat landscape pemandangan laut. Di perjalanan, saya melihat wilayah yang rusak akibat bencana alam. Tahun 2011 Cinque Terre rusak parah karena hujan tak kunjung berhenti yang menyebabkan banjir dan tanah longsor. Lalu beberapa meter di depan terdapat toko es krim Gelateria Vernazza, es krim di sini banyak penggemarnya. Wajar saja, setelah saya cicipi rasanya super enak. Udara 10 derajat celcius dengan es krim, nagih!


Akibat banjir dan longsor.

Landscape panorama Vernazza.

Selanjutnya saya bertolak ke 
Manarola.

Sebuah lukisan dari Yang Maha Esa terdiri dari warna-warna cerah, surga kebun anggur dan pepohonan zaitun, sebuah desa kuno warna-warni di mana tampak datang dari bebatuan pantai yang panjang dan sempit.



Landscape panorama Manarola.
Jalur tracking.
Stasiun Manarola.
Manarola adalah desa tertua di Cinque Terre. Di bagian ujungnya Anda akan menemukan pelabuhan kecil. Sayang, karena hari menjelang malam saya tidak sempat ketiga desa lainnya. Saya hanya sempat mendengarkan ceritanya saja, tanpa sempat berkunjung.

Riomaggiore

Berada di antara dua bukit bertingkat yang turun ke arah laut adalah desa kuno Riomaggiore. Mengesankan Anda dengan perumahan berwarna yang dibangun secara vertikal.

Corniglia

Bertenger indah diatas tebing dengan ketinggian 100 meter, Corniglia adalah satu-satunya desa yang sulit diakses ke laut.

Monteresso

Desa yang dilindungi dari invasi kekerasan bajak laut, dan memiliki sistem pertahan yang kuat. Monterosso sangat disukai oleh Eugenio Montale, penerima penghargaan nobel untuk sastra pada tahun 1975, pada musim panas menghabiskan waktunya di "rocky and stern village, place of fishermen and farmers"

Catatan kecil, berarti besar:


- Seperti yang sudah saya katakan, Cinque Terre terkenal dengan produksi anggurnya. Produksi anggur dan pertumbuhan anggur membuat Cinque Terre memiliki elemen yang berkarakteristik. Diakui sejak 1973, saat ini terdapat kurang lebih 20 produsen anggur kecil.


-Sciacchetra! Sciacchetra adalah anggur sangat manis yang diproduksi di Cinque Terre. Anggur berasal dari Bosca, Vermentino, dan Albarola. Rata-rata menghasilkan 25 liter/ton anggur.


- Salt anchovies of monterosse atau garam ikan! Sajian tradisional Cinque Terre, ikan diproses menggunakan resep turun temurun Monterosso al Mare. Dikenal dengan nama "pan du ma", ikan ditangkap dengan metode memancing tradisional.



Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena Nova Wijaya.

Sunday, February 1, 2015

Pool of Noodles


Happiness is... Pool of noodles!

What's the yummiest carbohydrate? Yup its noodles! Saya memakan mie 3-4 kali seminggu. Semua jenis mie, saya suka dan saya makan! Tapi saya jarang sekali makan mie instan. Karena menurut saya itu penuh dengan proses dan bahan-bahan yang tidak sehat. Jadi, kali ini saya akan membagikan Anda review tentang mie, yang tentunya sudah pernah saya coba. Selamat berbahagia!

Ravioli Di Carne In Salsa Rose (Pepenero)
Homemade pasta ravioli dengan isi daging sapi dan bayam, disiram dengan rose sauce
65K 
Ket: Ravioli adalah pasta yang terdiri dari dua lapisan dan mempunyai isian di dalamnya
Rating: 5/5



Mie Pelangi (Bakmi Ayam Pelangi)
Mie berwarna merah, kuning, dan hijau yang dimasak menggunakan beet merah, wortel, dan sawi hijau
19k
Rating: 4/5


Mie Godog (Mie Djowo "Mbah Bejo")
22k
Rating: 3/5


Salmon Chasoba (Sushi Tei)
Pan fried salmon with cold green tea soba
68k
Ket: Mie Jepang terbuat dari gandum yang disajikan dingin, cara memakannya dengan mencelupkan ke dalam kuah tsuyu
Rating: 4/5


Ikkudo's Tori Kara (Ikkudo Ichi)
Ramen ayam pedas
Small 38k
Regular 48k
Rating: 4/5


Shoyu Ramen (Sanpachi)
Shoyu flavour ramen
M 53k
S 37k

Rating: 5/5


Mie Ayam Kyoto (Chopstix)
Mie bayam dengan irisan ayam 
30.8k
Rating: 3/5



Mie Goreng Garing Kering (Pelangi Makassar Seafood)
Mie goreng kering khas Makassar yang disajikan dengan kuah siraman
35k
Rating: 3/5



Handmade Oyster Meesua (Shihlin Taiwan Street Snacks)
Meesua dengan kuah tiram disajikan dengan oyster dan taburan ayam
31k
Rating: 3/5
Ket: Meesua atau misoa adalah mie halus tipis berwarna putih yang terbuat dari tepung terigu. 


Ramen Ayam Tamtam (Hakkata Ikkousha)
Mie ramen dengan irisan dan taburan daging ayam disajikan dengan kuah pedas
58K
Rating: 4/5


Mie Aceh (Mie Aceh Bang Jali)
Mie kuning tebal disajikan dengan irisan daging kambing dan kuah kari kental (untuk mie rebus) atau bumbu kari (untuk mie goreng)
15k
Rating: 5/5

Mie Aceh Rebus
Mie Aceh Goreng

Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena Nova Wijaya.

Saturday, January 31, 2015

Balada Orang Muda

Di persimpangan
Tersadar ada yang tertinggal dan sedang menunggu
Lalu Ia merenung
Bukankah tadi sudah dijemput?

---

Yang terlihat belum tentu yang tersirat
Mulut berucap
Mata melihat
Namun hati hanya diam dengan ribuan makna

---

Tersipu kuungkapkan namun risau kuluapkan
Berusaha kusangkal namun kenapa semakin kekal
Kamu, kenapa perasaanku jadi gundah gulana?

--- 

Aku yang menipu, kenapa aku yang merindu? 
Ketika kau senyum membuat bibirku malu mengulum
Apakah cinta berakar dari karma?


Irena Nova Wijaya


Monday, January 26, 2015

Hanya Satu

Cahaya bulan menusukku dengan berbagai pertanyaan
Seolah-olah akulah sang kunci jawaban
Siapa yang berlari, siapa yang kalah, siapa yang berlari, siapa yang menang
Langit bukan hanya tentang hitam dan putih

Jangan menerima nasib buruk seolah-olah memang dijalankan untuk kita
Pasrah menerima sebagai kutukan

Bila ingin hidup bebas kita harus belajar terbang

Biarlah pohon bambu, jadilah pohon oak yang berani menentang anginBiar kudekap dan kudengar detak jantung langit
Kenangan; semuanya akan dan harus berlalu

Mahkluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada
Kita sungguh berbeda akan semua kecuali akan cinta

Dan kebenaran hanya satu




Irena Nova Wijaya

(Sumber inspirasi: Soe Hok Gie)

Wednesday, January 14, 2015

Anak Tunagrahita Belajar Menjadi Pemimpin



ARSIP RETTY N. HAKIM

“Biarkan kami menang, tetapi jika kami tidak menang, biarkan kami berani untuk mencobanya.” adalah sepenggal kalimat yang dipresentasikan oleh atlet-atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) pada acara Athlete Leadership Programs (ALPs) University yang diadakan selama 2 hari, 20 hingga 21 Desember 2014, di Universitas Tarumanagara (UNTAR).

     Kegiatan dari SOIna yang bekerjasama dengan Pusat Bimbingan Konsultasi Psikologi (PBKP) UNTAR ini sudah merupakan kali kegiatan ALPs University yang ketiga bersama UNTAR. Kegiatan di Audiotorium Gedung M UNTAR kemarin tampak ramai dengan kehadiran atlet SOIna dan relawan-relawan yang membantu, termasuk mahasiswa dan mahasiswi jurusan Psikologi UNTAR. Dalam kegiatan ALPs tahun ini selain kedatangan relawan dari Toastmaster Indonesia, hadir pula relawan dari PMI. “Menarik, sungguh luar biasa. Walau memiliki kekurangan tapi mereka tetap mau belajar, kita yang diberi kelebihan kenapa tidak digunakan untuk terus belajar,” ungkap relawan ALPs dari PMI, Roly Angga.
     Kelahiran kegiatan ALPs University berawal dari kerjasama SOIna dengan PBKP UNTAR pada tahun 2011. Menurut Mieske Y. Suparman, M. Psi., Psikolog selaku pengelola PBKP UNTAR, kerjasama ini terjalin pertama kalinya bersamaan dengan diadakannya pagelaran anak berkebutuhan khusus. Saat itu anak berkebutuhan khusus menampilkan beberapa buah lagu berkolaborasi dengan Addie MS. Tahun berikutnya diadakan Mini ALPs, di mana kegiatan tersebut berskala kecil dan dilaksanakan di ruang tes massal psikologi. Tak berhenti sampai di situ, kegiatan ALPs University berkembang dan diadakan dengan skala besar setiap tahun di bulan Desember.
   Kegiatan ALPs mendapat tanggapan positif dari Rektor Universitas Tarumanagara, Prof. Rusdiman Sugiyarso, M. Sc, Ph. D. yang turut hadir, baik dalam acara pembukaan maupun  dalam upacara penutupan. “Sebagai Universitas tentunya akan mendukung full kegiatan ini. Harapan saya, pemerintah memberikan partisipasi lebih, dan bukan hanya pemerintah namun orang-orang berhasil juga ikut memikirkan,” ungkap Rektor  UNTAR. Menurutnya masih banyak anak-anak tunagrahita yang memerlukan dukungan dan bantuan, dan beliau siap untuk terus ikut mendukung kemajuan anak bangsa.
     Ketua umum SOIna, dr. Pudji Hastuti, MSC.PH, menjelaskan, “Melalui pelatihan ini kami memberikan kesempatan kepada atlet untuk bisa merasakan bangku perkuliahan, itu sebabnya kami bekerjasama dengan beberapa universitas untuk menjalankan kegiatan ini. Dan kami sangat berterima kasih kepada pihak Universitas Tarumanagara sebagai pelopor berlangsungnya kegiatan ALPs University ini.”
     “ALPs bertujuan agar anak berkebutuhan khusus memiliki mental pemimpin yang menonjol dan disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasannya,” papar Mieske  Y. Suparman.

Prestasi Dunia
     Sebanyak 35 anak tunagrahita terpilih menjadi peserta ALPs University 2014. Disamping kemampuan mereka yang menonjol di bidang olahraga tertentu, mereka juga diharapkan dapat aktif sebagai pengurus dalam berbagai kegiatan SOIna. Banyak dari mereka yang memiliki prestasi gemilang sebagai atlet renang, sepak bola, atau bocce di dalam pertandingan nasional maupun internasional Special Olympics.
     Di hari terakhir ALPs, Stephanie Handojo datang dan melakukan presentasi.  Stephanie adalah alumni dari ALPs University dan merupakan salah satu atlet SOIna yang paling berprestasi. Selain meraih medali emas di Special Olympics World Games Athena 2011, dan menjadi pembawa obor di London Olympics  2012, Stephani juga memegang Rekor MURI untuk pemain piano dengan keterbatasan intelektual yang memainkan 22 lagu berturut-turut di Jawa Tengah tahun 2009. Saat ini Stephanie terpilih menjadi Special Olympics International Global Messenger.
     Dalam ALPs University kali ini, para peserta diajak untuk mengerti arti menjadi sukarelawan agar mau ikut berbagi dengan teman-teman lain yang belum mengikuti ALPs. Mereka juga diajarkan untuk berani berbicara, percaya diri, tetapi sekaligus mau mendengarkan dalam berdiskusi.
     Sebagai penutup acara, peserta dinyatakan lulus sesuai dengan bidangnya masing-masing, diantaranya lulus sebagai sukarelawan, lulus menjadi pengurus, lulus menjadi asisten pelatih olahraga, dan lulus di bidang teknologi informasi.
     Ketika dinyatakan lulus, senyum lebar mereka merekah. Tidak sedikit yang berlari bahagia menaiki panggung. Para relawan, termasuk relawan mahasiswa dari UNTAR juga turut berbahagia dan berharap agar alumni ALPs akan terus mengembangkan potensinya dan mampu membagikan semangat dan ilmunya ke angkatan-angkatan berikutnya.


Irena Nova Wijaya & Muhammad Yudha Yulistiyono, 2015

(Diterbitkan di koran Kompas edisi 20 Januari 2015)
Penyunting: Retty N. Hakim

Tuesday, December 9, 2014

Mengenal lebih dekat: Indonesia Mengajar

"Berjalan sendiri memang lebih cepat, namun berjalan bersama kita dapat berjalan jauh" -Hikmat Hardono

Itulah sepenggal kalimat yang saya tangkap pada siang hari itu. Bagi anda yang mendengarnya langsung dari mulut seseorang yang memperjuangkan mimpi-mimpinya, rasanya menyentuh di hati dan begitu nyata. Begitu juga bagi pendengar yang mengalami langsung pentingnya arti kerja sama dalam membangun sebuah mimpi besar.


Indonesia Mengajar adalah gerakan untuk mencerdasakan kehidupan bangsa yang digagas oleh Bapak Anies Baswedan. Gerakan ini mengirim pemuda-pemudi bangsa ke berbagai kabupaten yang tersebar dari Sabang hingga Merauke untuk mendidik selama satu tahun. 

Kenapa? 1) Awalnya Pak Anies terinspirasi oleh salah satu mantan rektor UGM, Pak Koes Hardjasoemantri (Pak Koes). Beliau menginisiasi sebuah program untuk mengisi kekurangan guru SMA di daerah. Singkat cerita, sepulangnya beliau mengajak 3 murid paling cerdas untuk kuliah di UGM. Dikemudian hari salah satu dari mereka menjadi Gubernur Bank Indonesia. 2) Di samping itu, pengalaman-pengalaman Pak Anies semasa kuliah yang menghasilkan pemikiran bahwa janji kemerdekaan untuk mencerdasakan bangsa belum merata dan pengalaman langsung untuk tinggal dan berinteraksi di suatu daerah akan menimbulkan pemahaman empirik dan pengalaman kepemimpinan nyata.

Saat ini Gerakan Indonesia Mengajar sudah berjalan hampir 5 tahun. Setiap tahun terbagi menjadi 2 angkatan Pengajar Muda (sebutan untuk pengajar yang dikirim ke berbagai daerah), angkatan ganjil dan genap. Hingga saat ini sudah hampir mencapai angkatan ke 10.

Menjadi Pengajar Muda membutuhkan beberapa kualifikasi yaitu: lulus S1, memiliki IPK min 3,0, max usia 25 tahun, belum menikah, sehat secara fisik dan mental, dan bersedia ditempatkan di daerah terpencil selama 1 tahun.
Daftar jadi Pengajar Muda: http://indonesiamengajar.org/dukung-indonesia-mengajar/jadi-pengajar-muda/

Tertarik? Proses untuk menjadi Pengajar Muda dimulai dari seleksi dan rekrutmen, di sini anda akan diminta untuk mengisi aplikasi dan menulis essay, tidak luput dengan medical check up. Lalu pelatihan, selama kurang lebih 2 bulan anda akan tinggal di sebuah camp untuk mendapatkan keterampilan mengajar, keterampilan fisik, kreativitas, kepemimpinan, pemecahan masalah, adaptasi masyarakat, dsb. Setelah semua selesai, anda akan bertugas di salah satu daerah pelosok Indonesia. 

Nah! Bagi anda yang tertarik namun mungkin belum sesuai dengan kualifikasi, anda dapat tetap membantu karena Indonesia Mengajar memiliki beberapa program untuk terus meningkatkan pendidikan Indonesia
Semua informasi mengenai Indonesia Mengajar dapat anda lihat di:
Berikut penjelasan saya mengenai Indonesia Mengajar. Masukan dari saya sendiri, pendidikan sangatlah penting untuk meningkatkan kualitas bangsa dan negara. Di samping itu, anak yang memiliki pendidikan tinggi diharapkan dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Pengalaman saya, pernah suatu hari saya pergi ke daerah terpencil dan sama sekali tidak melihat SMA, satu buah SMP, sisanya SD. Saya pikir, nyata dan menyedihkan ternyata pendidikan di negeri kita belum merata. Alangkah indahnya apabila semua anak dapat mendapatkan haknya untuk menerima pendidikan. Apabila satu orang dapat membuat perubahan untuk sekitarnya, bagaimana kalau dilakukan oleh banyak orang? Tidak dapat diungkapkan.

Berbicara tidaklah cukup, memotivasi tidaklah cukup, mari melakukan sesuatu.

Yuk? 

Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya
Irena Nova Wijaya, 2014