Thursday, March 15, 2018

Perut kenyang, Dompet tenang, Hati senang!



Halo semuanya!
Kali ini saya mau berbagi beberapa rekomendasi tempat makan yang harganya affordable tapi rasanya ga murahan. Dan tentu… tempat makannya juga nyaman!
Ok, let’s find out!

1. Nasi Uduk Pak Jhon
Di mana: Taman Jajan Bintaro, Tangerang Selatan
Harga: < 50.000
     Mungkin sekitar tahun 2001 adalah kali pertama saya mencicipi hidangan disini. Saya sudah menjadi pelanggan sejak bertahun-tahun silam. Menu utama nya nasi uduk dengan tambahan ayam goreng, tempe, tahu, usus, dll. Nasi uduknya harum dengan taburan bawang goreng di atasnya. Jangan lupa ditambah sambal ya biar makin lengkap. Oh ya tipe nasi di sini bukan nasi yang lembut, tapi lebih ke nasi yang kering dan tidak lengket satu sama lain (seperti tipe nasi goreng). 


2. Ketupat Sayur H. Mahmud
Di mana: Jl. Raya Kebayoran lama pal 7 no 8, Jakarta
Harga: < 50.000
    Mau makan ketupat sayur dengan porsi yang banyak terus kita bisa milih isian sesuka hati? Nah, pertama-tama kita akan diberikan semangkuk ketupat sayur polos lalu kita bebas memilih isinya. Beberapa pilihan isi adalah pindang bandeng, daging semur/rendang, ayam, tahu, tempe, kentang, jengkol, atau empal. Untuk gambaran harganya, ketupat sayur polos 12.000, telur 4.000, jengkol 5.000, bandeng 14.000, dan seterusnya. Kalau rasa sih ga usah di tanya lagi, ketupat sayur betawi di sini rasanya yumm! Tempat makan ini buka dari jam 7 pagi- 5 sore. 


3. Ayam Hari-Hari
Di mana: Jl Tawakal, Grogol (dekat FKG Trisakti), Jakarta
Harga: < 50.000
     Di sini yang mantab adalah sambalnya! Cobain sambal merahnya pasti ketagihan. Efek makan ayam hari-hari adalah senang, nangis, bibir perih, dan hidung meler haha.. jagoan kalau ga! Kalau mau yang lebih 'kalem' bisa pesan menu yang pakai sambal hijau. Menu ayam yang saya rekomendasikan adalah ayam goreng telur, ayam kremes, dan ayam bumbu bali. 

Ayam goreng telur

Ayam bumbu bali

4. Saung Pak Ewok
Di mana: Jl Bukit Tunggul No, Taman Kencana, Bogor
Harga: < 50.000
     Ketika memasuki Saung Pak Ewok kita akan melihat deratan kursi dan langit-langit yang terbuat dari kayu, hal itu memberikan kesan homey dan kesederhanaan. Ketika datang ke sini jangan lupa pesan cireng bumbu rujak ditemani dengan oreo cappucino, mantap! Untuk dessert saya rekomendasikan sop buah duren.


Cireng

Sate jamur

5. Sop Duren Lodaya
Di mana: Jl. Lodaya no. 1, Bogor Tengah, Bogor. 
Harga: <50.000
     Bagi kalian penikmat raja buah diwajibkan datang kesini dan bagi kalian yang belum menjadi penikmat disarankan tetap datang! (hahaha) Sop duren disajikan di dalam mangkuk dengan dua ukuran, ukuran pas dan mabok (baca: sedang dan besar). Disajikan duren nya saja (sudah tidak ada biji) yang bertekstur sangat lembut, dilengkapi dengan es batu kecil-kecil. Menu nya juga bervariasi seperti sop duren lengkap (kacang ijo, ketan item, dan roti), brorry (brownies dan strawberry), buah (kombinasi buah), cendol, negro (ketan hitam), anggur, dan spesial (bebas memilih dua jenis topping). Selain itu terdapat menu pempek, batagor, roti bakar, dll. Tempat makan nya juga bersih, terang, dan ber AC. 

Sop duren brownies dan strawberry

Sop duren oreo dan brownies




Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.

Love,
Irena

Saturday, February 17, 2018

Pertama Kali.. Ikut Kajian

Halo guys!
Di tulisan saya kali ini, saya mau menceritakan pengalaman pertama saya mengikuti kajian di masjid.

Mungkin beberapa dari kalian ada yang sudah sering ikut / terkadang ikut / seperti saya belum pernah?

Tulisan kali ini bertujuan untuk berbagi pengalaman pertama, apa yang saya lakukan, bagaimana perasaan saya, apa yang ada dipikiran saya, dan hal-hal yang menurut saya dapat dijadikan inspirasi untuk orang lain agar lebih baik lagi.

Awalnya tidak terbesit dipikiran untuk datang. Namun teman saya mengajak untuk datang. Saya pikir, "yaa ok lah saya pun sedang senggang." Saya pergi ke kajian pada hari kamis 15 februari 2018 di Masjid Al-falah, BSD. 

Pertama-tama kami sholat dzuhur berjamaah sekitar pukul 12 siang. Lalu dilanjutkan kajian sekitar pukul 12.30. Ternyata tidak semua jamaah sholat mengikuti kajian. Beberapa ada yang memilih untuk pulang.

Selanjutnya saya pindah ke barisan paling belakang untuk bersandar pada tembok. Ya saya memiliki skoliosis, pada saat itu saya masih tidak tahu berapa lama waktu yang dihabiskan untuk kajian. Kalau duduk terlalu lama tanpa bersandar, saya takut skoliosis saya terasa tidak nyaman.

Beberapa saat sebelum kajian dimulai, sebagian besar orang mengeluarkan buku tulis dan bulpen. Haha ini mungkin saya yang norak. Tapi saya terkagum-kagum dengan usaha mereka untuk belajar agama. Dan.. tentunya saya tidak membawa alat tulis, jadi saya hanya mendengarkan saja.

Lalu saya perhatikan kembali, ada nenek-nenek, ada ibu-ibu yang membawa anaknya, ada anak muda juga. Wah! Saya semakin kagum, bayangkan saja wanita berusia lanjut namun masih punya semangat untuk belajar, datang membawa buku dan alat tulis. Keren! Ibu-ibu membawa anaknya untuk belajar, meskipun anaknya tidak memperhatian kajian, namun secara tidak sadar anak itu belajar dari perilaku ibunya. Dan yang terakhir anak muda seperti saya.. di lingkungan sehari-hari saya, anak muda biasanya menghabiskan waktu untuk bekerja keras dan bersosialisasi. Jadi menyempatkan diri datang kekajian siang-siang adalah perbuatan yang perlu diacungi jempol! Hebat.

Saya datang karena diajak teman, jadi saya tidak banyak tahu tentang kajian yng sedang diadakan. Ada wanita muda yang duduk di samping saya bertanya, “mbak menurut brosur dapet buku dan makalah, ini bisa didapat di mana ya?” Ya tentu saja saya jawab, “tidak tahu mbak.” Pertanyaan si mbak terdengar sepele, tapi bagi saya tidak. Berarti orang ini datang ke kajian dengan niat mendengarkan ilmu dan membaca ilmu, agar ilmu yang didapat lengkap. Semangat yang bagus, pikir saya.

Ini bukan pertama kalinya saya mendengarkan kajian, biasanya via YouTube. Sembari kegiatan sehari-hari saya nyalakan YouTube dan mendengarkan kajian. Namun datang langsung dan mendengarkan di masjid, terasa berbeda. Saya merasa nyaman dan merasa tujuan saya lebih cepat tercapai. Lalu saya teringat dengan kalimat yang mengatakan, teman dan lingkungan dapat mempengaruhi iman kita kepada Tuhan atau kalau ingin hijrah pindahlah ke lingkungan yang mendukung... benar juga ya.

Berbicara mengenai isi kajian. Dari yang saya tangkap ini adalah kajian bersambung. Jadi hal yang ustad katakan ada kaitannya dengan ceramah sebelumnya. Di sini saya mencoba mencerna apa yang disampaikan. Terkadang Ustad juga mencoba menyampaikan dengan gaya bahasa anak muda, seperti kata” bro” dan “sis”, mungkin biar pendengar tidak bosan.

Di lingkungan sehari-hari saya jarang melihat wanita yang memakai jilbab syar’i. Jilbab yang menutup dada dan dress longgar jadi tidak membentuk lekukan tubuh. Di sini yang mengikuti kajian hampir semua memakai jilbab syar’i, bahkan sebagian kecil ada yang memakai niqab. Lalu saya berpikir, kalau saya ada lingkungan seperti ini mungkin saya bisa berpakaian seperti mereka. Mhhh.. kira-kira kapan itu bisa tercapai? Saya berdoa kepada Tuhan agar tercapai. Seperti hal nya sekarang, ketika saya memutuskan memakai kerudung.. perjalanannya tidak singkat.

Lalu sekitar pukul 13.30 ustad menutup kajian. Saya pikir, "wah ternyata ga lama ya kajiannya." Kurang lebih hanya 1 jam. Jujur saja karena selama kajian saya fokus mendengarkan sembari memperhatikan hal-hal disekitar, 1 jam jadi tidak berasa sama sekali.

Simpulannya adalah saya tertarik untuk ikut kajian lagi. Mungkin di tempat berbeda untuk merasakan pengalaman berbeda. Saya berharap orang yang membaca tulisan ini juga turut sharing di kolom komentar tentang bagaimana sudut pandang kajian / pengalaman kajian / apa saja boleh. Saya sangat senang membaca pengalaman orang lain. Lalu saya juga berharap, anda semua yang membaca tulisan ini selalu dekat dengan sang maha pencipta dan selalu di bawah lindunganNya. Amin.


Semoga tulisan saya permanfaat bagi yang membacanya

Love

Irena

Friday, January 12, 2018

ISTANA UNIK DI MEDAN

Halo guys,
kali ini saya mau menceritakan salah satu istana unik di Indonesia, tepatnya di Medan! Istana ini namanya Istana Maimoon.


     Beberapa waktu lalu saya berkesempatan untuk datang ke sana, senang sekali rasanya mengenal budaya baru. Istana ini sudah tidak beroperasi lagi layaknya istana kerajaan namun sebagai tempat wisata. Sebelum memasuki Istana Maimoon pengunjung harus membayar tiket sebesar Rp5000,00. Lalu pengunjung diwajibkan melepas alas kaki untuk masuk. Sebelum pintu masuk ada orkestra kecil yang memainkan musik tradisonal, menarik sekali. Semakin terasa kalau saya sudah di Medan hahaha.

     Ketika masuk saya melihat lantai dan dinding ruangan yang memilki motif lucu dan warnanya yang berwarna-warni. Sebagai penyuka estetika saya menyukainya! Di dalam istana juga terdapat beberapa kios yang menjual souvenir. Sejujurnya, saya kurang nyaman dengan aktivitas berjualan di dalam istana. Alangkah lebih baik istana ini hanya untuk bernostalgia kerajaan di masa lalu dan untuk menikmati sejarah saja. Menurut saya lebih baik kios-kios souvenir diletakkan di bagian luar istana.

Image by tutoba,com 

     Di dalam istana terdapat lambang kerajaan yang megah, silsilah keluarga yang sangat besar, foto-foto raja dari tahun ke tahun, foto-foto keluarga kerajaan, dan beberapa sejarah singkat tentang kerajaan maupun tokoh kerajaan. Di samping itu juga ada penyewaan baju tradisionl jadi bagi yang  ingin merasakan seperti menjadi bagian dari kerjaan, Anda dapat menyewa baju tersebut dan berfoto-foto.

Image from tripadvisior.com.sg 
Image from fanydev.blogspot.co.id

     Istana ini bila dilihat dari luar memiliki dua lantai. Namun yang dioperasikan untuk wisata hanya di lantai dua saja. Di dalam Istana terdapat beberapa ruangan. Untuk sisi kiri dan kanan ruangan kurang lebih sama. Sedangkan di bagian tengah terdapat singgasana raja.

SEKILAS SEJARAH KERAJAAN MELAYU DELI

     Pada abad ke 16 berdiri sebuah kerajaan, yang bernama kerajaan Aru terletak di daerah Sungai Lalang Delitua. Pada tahun 1612 kerajaan Aru ditaklukkan oleh pasukan kerajaan Aceh, dibawah pimpinan Panglima Hisyamuddin seorang turunan dan Zulkarnaeni Bahasid Syekh Batraluddin Hindustan dan negeri Shindi Hindustan.
     Dan akhirnya ia diangkat oleh Sulthan Iskandar Muda dari kerajaan Aceh sebagai wakil kerajaan untuk daerah Sumatera Timur yang berkedudukan di sungai Lalang dan diberi gelar Panglima Gocah Pahlawan.
     Raja Deli pertama Tuanku Panglima Gocah Pahlawan diangkat pada tahun 1632, setelah itu sudah ada 14 Raja yang turun temurun menggantikan. Hingga yang terakhir ke 14 adalah Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam.


Note:
- Mengenai Istana Maimoon tidak hanya saya ceritakan di sini, namun juga saya buat dalam bentuk video, Anda dapat melihatnya dengan klik di sini.
- Foto-foto saya ambil dari beberapa website karena ketika ke istana saya tidak berpikir untuk mempublikasikannya di blog hehe


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love,

Irena 

Thursday, December 21, 2017

MEMASAK DENGAN 2 JENIS BAHAN!

Hallo semuanya!


Di tulisan kali ini saya akan membagiakan resep masakan SUPER SIMPLE! Kenapa super simple? karena masing-masing hanya menggunakan 2 JENIS BAHAN!
(Disclimer: menu ini didapat dari beberapa sumber internet, sudah dipraktikkan langsung & mengunakan foto milik pribadi)


ES KRIM KACANG COKLAT


Bahan:
- 2 pisang
- 5 sdm selai kacang
Cara memasak:
- Potong-potong pisang selebar 1cm
- Masukkan ke dalam freezer semalaman
- Keluarkan pisang dari freezer, taruh pisang di suhu udara kurang lebih 1 jam agar tidak terlalu keras
- Masukkan pisang dan 5 sdm selai kacang ke dalam blender, dan blender sampe teksturnya creamy
- Masukkan ke dalam freezer sampai beku

KUE NUTTELA


Bahan:
- 4 telur ayam ukuran sedang
- 200gr nutella
Cara memasak:
- Kocok 4 telur hingga mengembang, lebih baik menggunakan mixer
- Masukkan Nutella ke dalam telur, kocok hingga merata
- Siapkan loyang dan olesi dengan margarin / mentega agar adonan tidak lengket
- Tuangkan adonan ke loyang, masukkan ke dalam oven dengan suhu 150c selama 30-40 menit.
- Cek kematangan adonan dengan menusuk dengan lidi, apabila sudah tidak lengket berarti sudah matang.

PANCAKE PISANG


Bahan:
- 2 pisang
- 2 telur ayam ukuran sedang
Cara memasak:
- Potong-potong pisang selebar 1cm
- Hancurkan pisang dengan menggunakan garpu hingga halus, apabila ingin tekstur yang lebih halus dapat menggunakan blender
- Masukkan 2 telur ke dalam telur, kocok hingga merata
- Siapkan teflon, olesi dasar teflon dengan sedikit margarin / mentega / minyak
- Tuang 3sdm adonan untuk 1 pancake, jangan lupa dibalik agar matang merata


SELAMAT MENCOBA!





 Tulisan ini juga dipublikasikan secara video dapat dilihat di sini

Semoga tulisan saya dapat bermanfaat bagi yang membacanya.
Love,

Irena. 

Monday, August 7, 2017

Japan Trip: Dream Do Come True #4

Akhirnya hari ini saya tiba di Ibu Kota Jepang..
Halo Tokyo!

Day 4
     Dari Osaka menuju ke Ibu Kota Jepang saya menggunakan shinkansen atau kereta cepat selama 3 jam. Keretanya cukup nyaman dan luas. Saya menghabiskan waktu dengan makan dan tidur. Sekitar pukul 11 saya sampai di Tokyo. Dibayangan saya, Tokyo sangat ramai dengan orang berjalan kaki seperti yang sering saya lihat di gambar-gambar. Namun ketika keluar dari stasiun kenapa tidak seramai itu ya? Ah mungkin karena saya bukan di pusat keramaian seperti Shibuya atau Shinjuku.

     Stasiun kereta di Jepang merupakan transportasi utama orang jepang karena on time dan banyak sekali jalurnya. Keterlambatannya paling 2 – 5 menit. Itupun kalau telat biasanya karena ada tas kesangkut atau bunuh diri. Apabila ada yang bunuh diri keterlambatan kereta bisa sampai 1,5 – 2 jam. Di samping itu orang Jepang lebih memilih naik kereta dari pada kendaraan pribadi karena parkiran mobil harganya bisa jadi mahal. Untuk 10 menit dikenakan biaya 100-200 yen atau  sekitar 12.000-24.000 rupiah. 
     Oh ya, ada lagi yang saya sadari mengenai etika berkereta orang Jepang. Orang Jepang mulutnya tidak berisik di kendaraan umum, biasanya saya hanya mendengar bisikan halus. Kalau penumpangnya sudah sangat ramai, mereka terus mendesak masuk ke kereta sampai benar-benar penuh, namun tidak berisik.
     Kembali lagi ke Tokyo, hehehe. Udara di Tokyo dingin jadi saya perlu menyiapkan scarf, jaket, dan sarung tangan. Selanjutnya saya pergi ke sebuah tempat makan di Yokoami untuk menyantap chankonabe atau makanan pesumo. Nabe adalah semangkuk besar makanan berkuah yang disajikan panas-panas. Isinya bisa ikan, daging, sayur, dan lain-lain. Serupa dengan shabu-shabu namun berbeda. Di tempat makan tersebut juga ada miniatur ring sumo.
     Tempat makan yang saya datangi dekat dengan tempat turnamen sumo. Sedikit fakta mengenai sumo yang saya dapat dari tour guide. Kebanyakan pesumo bukan berasal dari Jepang. Contohnya mereka berasal dari Mongol atau Brazil. Lalu ring sumo hanya boleh dinaiki oleh laki-laki saja.
    
     Setelah itu saya pergi ke Hanakawado untuk berfoto bersama Skytree dan pohon bunga sakura yang mau mekar. Sebenarnya dari spot foto saya Skytree masih jauh tapi cukup jelas terlihat.


     Setelah puas berfoto dan menikmati pemandangan. Saya pergi ke Kuil Sensoji di Asakusa. Kuil ini di dominasi oleh warna merah, menarik melihatnya. Di bagian depan kuil utama terdapat bangunan yang lebih kecil tampak seperti gerbang kuil. Bangunan kuil utama berada di atas dan cukup besar. Saat saya datangpun pengunjungnya ramai sekali. Di bagian samping dan belakang kuil banyak sekali kios-kios, dari makanan hingga souvenir. Saya sendiri selalu tergoda dengan jajanan-jajanan di kios, tapi karena kebanyakan non halal jadi saya tidak bisa membelinya.



     Malamnya saya menginap di salah satu hotel di Shinjuku. Menguntungkan menginap di Shinjuku karena dekat dengan keramaian. Apabila ada suatu keperluan atau kebutuhan yang mesti dibeli, mudah untuk mendapatkannya.

Day 5
     Hari ini rencananya adalah ke Gotemba Premium Outlets. Untuk ke sana saya menggunakan transportasi bus. Tiketnya saya beli on the spot. Namun karena kehabisan tiket yang pagi akhirnya saya berangkat agak siang, alhasil cukup lama menunggu di stasiun. Gotemba Premiun Outlets adalah pusat perbelanjana di Jepang yang menjual barang branded dengan harga murah. Di samping itu pemandanganya juga ciamik. Bagaimana tidak? Pemandangannya adalah Gunung Fuji.
     Setelah perjelanan menggunakan bus selama kurang lebih 2 jam. Sampailah saya di Gotemba Station. Di sini saya menemukan coffe shop yang unik untuk di foto. Nah dari sini saya naik shuttle bus lagi untuk menuju outlet. Sampai di Gotemba Premium Outlets, pertama-tama saya ke information center untuk mendapatkan peta dan kertas infomasi. Di sini saya mendapatkan informasi tentang lokasi toko, toko mana yang tax free/tidak, dan mendapatkan coupon discount.



     Brand-brand yang ada di Gotemba antara lain Prada, Bally, Kate Spade, Balenciaga, Armani, Burberry, GAP, Nike, Tod’s, Valentino, Adidas, Anello, dan lain-lain. Untuk tempat makan mereka menyediakan food court yang sangat luas. Mereka memiliki sekitar 200an store. Saya rasa satu hari tidak akan cukup mengitarinya. Tempat ini terbagi menjadi dua bagian, dua bagian ini dihubungkan oleh sebuah jembatan panjang. Menurut saya jembatan panjang inilah yang menjadi penghias keindahan gotemba, apalagi kalau menjelang matahari terbenam. Saat saya baru datang Gunung Fuji tidak terlihat mungkin karena masih siang. Namun ketika menjelang malam, Gunung Fuji menampakkan kemegahannya.






Bersambung...

Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena

Monday, July 31, 2017

Japan Trip: Dream Do Come True #3

Welcome back.

Expelliarmus!
Expecto Patronum!
Wingardium Leviosa!
Siapa pemilik kata-kata tersebut? Yap, Harry Potter! Hari ini saya akan bertemu dan bermain bersama, tentunya juga masuk ke dalam dunia magisnya!


DAY 3
     Masih di Osaka dan berencana untuk pergi ke UNIVERSAL STUDIOS JAPAN. Seperti hari-hari sebelumnya untuk perjalanan dalam kota saya menggunakan kereta. Sebelum gerbang masuk universal studio, banyak terdapat butik dan tempat makan. Contohnya starbucks, burger king, dan lain-lain. Jadi bagi yang tidak mau masuk (haha ada ya?) bisa tunggu di situ atau bisa juga dijadikan meeting point kalau pergi beramai-ramai.
     Oke, masuk universal studio dikenakan biaya 7.600 yen atau Rp900.000,00 an. Dengan tiket itu kita sudah dapat mencoba semua wahana. Universal studio buka dari sekitar jam 09.00 sampai 21.00 (terkadang bisa berubah tergantung kondisi). Tempat ini terbagi menjadi beberapa area yaitu Hollywood, New York, San Francisco, Jurassic Park, Amity Village, Water World, Universal Cool Japan, dan yang terakhir serta yang paling keren.. The Wizarding World of Harry Potter! Awalnya perasaan saya ke sini mmhhh… cenderung agak flat. Karena menurut saya tempat ini lebih menyenangkan untuk anak-anak. Namun pergi ke bagian The Wizarding World of Harry Potter dan Universal Cool Japan membuat perasaan saya senang!

     Area yang pertama saya datangi tentunya adalah harry potter. Satu-satunya universal studio yang memiliki area ini hanya di Jepang! Untuk masuk ke sana kita harus daftar dulu. Daftarnyapun sangat mengantri. Lalu akan diberikan waktu kapan kita boleh masuk dan kapan kita harus keluar dari area tersebut. Fyi, yang pakai daftar lagi hanya area ini saja. Memasuki area harry potter saya disambut dengan pemandangan semak-semak di kiri dan kanan, dengan alunan suara kodok dan musik dari film harry potter. Saya juga melewati mobil terbang yang terdampar di hutan terlarang, well saya mulai excited!
     Semakin masuk ke dalam, saya tiba di desa sihir hogsmead. Di area harry potter banyak sekali kios-kios yang menjual souvenir dari makanan ajaib hingga jubah sekolah Hogwarts! Di sini juga menjual butterbeer! Wajib banget nyoba hehehe. Meski bernama beer, tapi minuman ini tidak mengandung alkohol, rasanya manis apel dan asin mentega. Enakkk!


     Seingat saya di sini ada tiga permainan yaitu Harry Potter and The Forbidden Journey yang berada di dalam Hogwarts, Flight of The Hippogriff permainan roller coaster, dan Hogwarts Castle Walk. Di setiap pintu masuk permainan terdapat estimasi waktu, kira-kira berapa lama pengunjung mengantri untuk bermain. Untuk 2 permainan pertama estimasi waktu 2-3 jam. Duh rasanya saya tidak sanggup mengantri selama itu.. Akhirnya saya mencoba Hogwarts Castle Walk saja, yang estimasi mengantrinya 1 jam. Di sini saya berjalan mengitari sekolah Hogwarts. Pencahayaan remang-remang dengan musik dari film harry potter. Terasa magis! Di sini ada tangga berjalan, ruang Dumbledore, lukisan hidup, kelas ramuan, dan lain-lain. Oh ya di sini juga boleh mengambil foto.


     Setelah itu saya pergi ke Wand Magic, beberapa pengunjung diminta masuk ke sebuah ruangan yang penuh dengan kotak-kotak tongkat sihir. Lalu salah satu penyihir mulai meramalkan akan ada penyihir baru dan ia akan memberikan salah satu tongkat kepada penyihir baru yang dipilihnya. Kalau kamu beruntung kamu akan mendapatkan tongkat sihir gratis! Keluar dari sana saya memasuki toko souvenir tongkat sihir, banyak sekali jenis-jenisnya. Ada yang berdasarkan bulan lahir atau persis seperti karakter di film harry potter.
'

     Saya rasa cukup di area harry potter, lalu saya keluar untuk makan siang di area Amity Village. Saya memesan pizza dan teh lalu menyantapnya di pinggir kolam. Ketika saya sedang berjalan di tengah-tengah area universal studio ada pawai. Wah pawainya meriah sekali! Panjang, penuh dengan musik, penuh dengan karakter (favorit saya adalah minion), penuh dengan kendaraan pawai, dan menyenangkan. Pengunjung dibuat berjoget mengikuti gerakan pawai 😊



     Setelah itu saya pergi ke guest service untuk menanyakan apakah ada prayer room di universal studio. Lalu pegawai di situ menjawab tidak ada, namun ia akan menyediakan meeting room untuk saya beribadah. Wah! Saya senang sekali karena pelayanan di sini baik dan bertoleransi. Jadi bagi kalian yang ke sini dan ingin ibadah bisa ke guest service ya!
     Selanjutnya saya pergi ke Universal Cool Japan karena tertarik dengan gambar conan nya. Saya mengantri di salah satu permainan (saya lupa namanya apa) dan ketika masuk ternyata bukan conan! Duh, ceroboh. Ternyata karakter Dragon Quest.. ah sudahlah tidak apa-apa dinikmati saja. Permainannya seperti permainan 3D dengan layar besar melengkung.
     Hari semakin sore, udara juga semakin dingin. Sayapun masuk ke dalam kedai kopi untuk menghangatkan badan. Setelah badan terasa cukup hangat saya pergi ke toko-toko souvenir di dekat pintu keluar untuk menunggu waktu berkunjung habis. Barang-barang yang dijual banyak. Seperti boneka, tempat minum, bando, gantungan kunci, permen, alat tulis, baju, dan lain-lain. Menurut saya 1 hari tidak akan cukup untuk menikmati semua fasilitas di sini. Jangankan menikmati fasilitas, untuk mengitari semua area rasanya sudah lelah. Di samping itu wahana permainanya juga sangat mengantri, tapi baiknya adalah pengunjung mendapatkan informasi berapa lama akan menunggu.




Bersambung…

Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love, Irena.

Monday, July 24, 2017

Japan Trip: Dream Do Come True #2

Halo!
Di hari kedua japan trip, saya pergi ke Osaka! Kalau berbicara tentang Osaka, saya selalu teringat dengan takoyaki. Dan.. yap, Osaka memang memiliki takoyaki terenak di Jepang!

DAY 2
     Pukul 08.00 saya berangkat dari Kyoto ke Osaka, perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Suhu hari ini menunjukkan angka 7 derajat. Perkiraan cuaca juga mengatakan cuaca akan cerah dan tidak hujan. Baiklah, saya pikir hari ini akan lebih baik dari hari kemarin karena cuaca mendukung untuk jalan-jalan. Yuk, jangan lupa membawa jaket!

     Destinasi pertama hari ini adalah ISTANA OSAKA atau Osaka Castle. Istana Osaka dibangun di atas kuil besar. Zaman dahulu kuil bukan hanya sebagai tempat ibadah namun juga politik. Istana Osaka berusia lebih tua dari kota Kyoto atau lebih dari 400 tahun (termasuk bangunan tertua di Jepang). Berdiri tahun 1583 oleh shogun yang sangat terkenal karena yang pertama menyatukan Jepang. Zaman dahulu Jepang masih berupa feodal-feodal kecil yang saling berperang. Shogun yang sangat terkenal tersebut bernama Hideyoshi Toyotomi. Beliau sangat hebat, bukan dari keturuan bangsawan/kaisar namun dari keturunan petani. Di samping itu, juga bukan berasal dari Osaka, namun berasal dari provinsi Aichi, Nagoya. Beliau sangat cerdas, ahli strategi perang, dan memiliki banyak visi. Awalnya menjadi bawahan (kaki tangan)nya seorang feodal yaitu Nobunaga. Setelah Nobunaga meninggal, beliau langsung naik pangkat dan mengkonstruksi Istana Osaka. Tidak hanya itu, beliau juga memperkenalkan sistem tata kota dan sistem sosial di Kyoto.

    Ketika saya berjalan menuju Istana Osaka saya melewati taman yang penuh dengan pohon-pohon sakura. Sayangnya ketika saya ke sana, belum semua bunga bermekaran. Apabila bunga sakura bermekaran biasanya orang-orang akan menggelar tikar dan berpiknik. Semakin mendekati Istana Osaka, saya melihat batu yang ukurannya besar sekali yaitu 12 X 6 m. Dapat dikatakan 1 batu sama dengan 1 kamar. Sayapun menyempatkan diri memfotonya. Di samping itu ada juga batu-batu yang lain, kurang lebih berjumlah 40.000. Batu-batu tersebut merupakan sumbangan dari tuan-tuan feodal di seluruh Jepang. Pada setiap batu terdapat stempel penyumbangnya. Orang Jepang tidak menggunakan tanda tangan namun menggunakan stempel.

     Sekitar tahun 1600an sebelum Jepang bersatu, istana sempat terbakar ketika perang. Lalu dibangun lagi oleh Tokugawa, namun lagi-lagi terbakar disebabkan oleh petir. Tahun 1931 Istana Osaka dibangun kembali menggunakan beton. Nah, di istana yang sekarang juga sudah memiliki penangkal petir. Di dalam istana terdapat 8 lantai. Menurut informasi, di dalam istana terdapat museum yang isinya senjata perang, diorama, dan lain-lain. Saya sendiri tidak masuk ke dalam istana karena keterbatasan waktu, cukup menikmati suasana dan jajanan yang ramai di depan istana.
     Di depan istana banyak kios jajanan yang menggiurkan. Rekomendasi saya adalah paket takoyaki 4 rasa (harga 500 yen) dan es krim matcha! Wuihhh, jauh-jauh ke Osaka rugi sekali kalau tidak makan takoyaki! Di samping itu juga ada sate yakitori. Berbicara tentang makanan, menurut tour guide, orang Osaka lebih suka makan daripada pakai baju bagus. Namun mereka banyak jalan kaki, makanya tetap kurus! Karena itu Osaka di kenal sebagai dapurnya Jepang. Di samping itu, Osaka juga dikenal sebagai kota dagang. Produk yang mendunia dari Osaka cukup banyak, seperti Sharp, Nissin cup noodle, Tiger, Anelo, Oniska, dan lain-lain.

     Setelah dari Istana Osaka saya makan siang dengan makanan khas Osaka yaitu KUSHIKATSU. Kushikatsu adalah potongan-potongan sayuran, seafood, dan daging yang ditusuk di stik bambu. Lalu tusukan tersebut digoreng dengan salad oil (minyak nabati), di Jepang tidak menggunakan minyak hewani.

     Destinasi terakhir saya adalah ke JEMBATAN DOTONBORI di tempat perbelanjaan Shinsaibasi. Kenapa ke sini? Karena di sini terdapat gambar glico yang menjadi ciri khas Osaka. Siapa yang tidak tahu gambar pelari yang sedang mangangkat tangannya? Yap itu dia! Tempat perbelanjaan di sini sangat luas dan besar. Tempat perbelanjaan di sini juga ramai sekali, mungkin karena berada di pusat kota.  Terbagi menjadi beberapa blok, bangunanya juga bertingkat. Jangan lupa siapkan peta agar tidak kesasar. Terdapat tempat makan sushi, takoyaki, mcd, dan egg tart. Tempat oleh-oleh seperti donke hote. Tempat berjualan pakaian seperti GU dan Uniqlo. Tempat elektronik seperi Big Camera. Tempat barang second branded seperti LV juga ada (tentunya dengan kualitas yang sangat bagus, kalau tidak dikasih tahu secondhand kita tidak akan tahu). Kalau ingin mencoba starbucks nya Jepang di sini juga ada, namanya Doutor, ukuran gelasnya lebih besar dan harganya juga sedikit lebih murah. Kalau ingin matcha dengan kualitas bagus juga ada, dapat dibeli di Daimaru Department Store. Sebenarnya 1 hari tidak akan cukup kalau ingin melihat semua toko, jalan utamanya saja 600 m lebih.

     Yang paling penting bagi saya di sini ada tempat sholat untuk umat muslim, wow! Terdapat di pusat informasi turis di lantai 2 (di lantai 1nya ada toko GAP). Bentuknya bukan mushola lebih kepada ruang tunggu dan fitting room.

     Oh ya apabila mau makan ramen. Ramen di Jepang kebanyakan tidak halal, karena kuahnya mengandung babi. Jadi walaupun menggunakan daging ayam namun kuahnya tetap saja mengandung babi. Sedangkan untuk udon tidak masalah, karena kuahnya mengandung rumput laut atau parutan ikan bonito. Menurut tour guide, di Shinsaibasi sebenarnya terdapat ramen halal yang dibuat oleh orang Pakistan





Bersambung…


Semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membacanya.
Love,
Irena